< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Tidak Kantongi Izin Resmi,Polisi Bubar Paksa Aksi Pelajar-Mahasiswa

Papua News Portal

Timika, HP

Sebanyak 50 orang yang menamakan diri pelajar dan mahasiswa eksodus mendatangi Kantor Pusat Pemerintahan  (Puspem) Kabupaten Mimika dan menggelar aksi demo pada Jumat (24/1). Aksi demo tanpa mengantongi izin kepolisian itu akhirnya dibubarkan secara paksa oleh aparat keamanan.

Aksi demo tersebut membuat para pegawai yang bekerja pada sejumlah OPD lingkup Pemkab Mimika yang berkantor di gedung Puspem harus pulang lebih awal.

Tujuan massa aksi ingin bertemu dan mendengarkan secara langsung dari Tim Sosialisasi Kabupaten Mimika dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Mimika. Pasalnya sudah berjalan enam bulan belum ada kejelasan dari tim sosialisasi Kabupaten Mimika mengenai nasib para pelajar dan mahasiswa eksodus tersebut.

Aksi demo pelajar dan mahasiswa eksodus yang dipimpin Jhoni Jangkup itu membawa spanduk bertuliskan;  “Pemerintah Kabupaten Mimika jangan mematikan masa depan kami generasi muda Papua”. “Kami pelajar dan mahasiswa eksodus Kabupaten Mimika datang untuk bertemu Tim Sosialisasi Kabupaten Mimika”.

Kehadiran para pelajar dan mahasiswa eksodus itu akhirnya diterima oleh Asisten I Sekda Mimika Damianus Katiop dengan dikawal ketat aparat Polres Mimika. Massa berharap bertemu langsung dengan tim sosialisasi Kabupaten Mimika.

Namun karena tim sosialisasi tak kunjung menemui mereka, pelajar dan mahasiswa memilih bertahan hingga ada jawaban. Keinginan massa tidak bisa terpenuhi karena aksi demo tersebut tanpa mengantongi surat izin resmi dari kepolisian.

Kapolsek Kuala Kencana Iptu Y Harikatang mengimbau para pelajar dan mahasiswa eksodus untuk segera membubarkan diri. “Kegiatan saudara semua ini tidak mempunyai izin dari Polres Mimika dan itu ilegal, karena sudah bertentangan dengan aturan. Jika tidak membubarkan diri maka kami segera melakukan tindakan dengan membubarkan secara paksa,” ungkapnya.

Namun imbauan tersebut tidak diindahkan para peserta aksi, dan mereka tetap memilih bertahan di halaman Kantor Puspem. Melihat situasi tersebut, aparat pun tegas membubarkan massa secara paksa.

Aparat kepolisian berhasil mengamankan tiga orang dan menggiring para pelajar dan mahasiswa eksodus itu ke Polres Mimika untuk dilakukan pertemuan tentang maksud dan tujuan mereka menggelar aksi demo tersebut. (reg)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!