< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Jutaan Orang Lakukan Perjalanan Internasional saat Imlek, Virus Corona Kini Picu Kecemasan di China

Tribun Kaltim

TRIBUNKALTIM.CO - Ilmuwan China berhasil mengidentifikasi jenis Virus yang menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan sebagai Virus Corona (CoronaVirus) jenis baru.

Wabah pneumonia misterius di China yang sempat menjadi perhatian dunia.

Virus Corona adalah sejenis Virus umum yang menyebabkan infeksi pada hidung, sinus atau tenggorokan bagian atas.

Melansir Web MD, Selasa (21/1/2010), sebagian besar dari Virus Corona tidak berbahaya, namun beberapa tipe sangat serius.

Salah satu tipe yang berbahaya, yakni Virus Corona tersebut pernah menjadi penyebab meninggalnya 475 orang di Timur Tengah.

Virus tersebut menyebabkan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) pada 2012 di Arab Saudi.

Kemudian pada 2015, sejumlah orang dilaporkan meninggal akibat sindrom pernapasan akut (SARS) pada 2003.

Biasanya, Virus Corona menyebabkan gejala pilek biasa yang dapat diobati dengan mudah dengan obat-obatan dan istirahat yang cukup.

Virus Corona pertama kali teridentifikasi pada tahun 1960-an. Akan tetapi, Virus ini tidak diketahui dari mana asalnya. Umumnya, Virus ini menginfeksi hewan dan manusia.

Bhanu Sud MD, seorang spesialis penyakit menular di St. Jude Medical Center di Placentia, California mengatakan Corona berarti mahkota.

"Sehingga Virus ini tampak seperti mahkota ketika dilihat di bawah mikroskop elektron," ujar Sud melansir Healthline, Selasa (21/1/2020).

Penyebaran Virus Corona sama seperti flu Menurut dia, kebanyakan dari Virus Corona tidak berbahaya.

Virus ini biasanya menyebabkan penyakit saluran pernapasan bagian atas ringan, seperti flu biasa.

"Sebagian besar orang akan terinfeksi Virus ini setidaknya sekali dalam hidup mereka," ungkap Sud.

Kendati Virus Corona dipandang lebih baik, namun Sud menekankan bagi sebagian besar orang yang terinfeksi ini, strain SARS dan MERS jauh lebih serius.

Tingkat kematian orang yang terinfeksi SARS sekitar 10 persen, sedangkan mereka yang terinfeksi MERS tingkat risiko kematiannya mmencapai 30 persen.

"Hanya saja apa yang tidak diketahui saat ini adalah penggolongan Virusnya," kata Sud.

Menurut Sud, Virus Corona pada manusia paling umum menular dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui berbagai cara.

Virus ini dapat menular dengan mudah melalui udara dengan batuk dan bersin.

Namun, bisa juga melalui kontak langsung seperti berjabat tangan, menyentuh benda dan lain sebagainya.

"Di Amerika Serikat, orang biasanya terinfeksi Virus Corona pada musim gugur dan musim dingin. Namun infeksinya dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun," jelas Sud.

Kebanyakan orang akan terinfeksi satu atau lebih dari Virus Corona sepanjang hidupnya.

Sud merujuk pada wabah SARS dan MERS yang penularannya dari kontak hewan ke manusia.

SARS, kata dia, kemungkinan besar ditularkan dari kelelawar dan MERS melalui unta.

"Karena organisme penyebab infeksi adalah Virus, hingga saat ini, kami tidak memiliki obat antiVirus khusus," sambung Sud.

Virus Corona China: Menular Antar-manusia, Tenaga Medis Terdampak

Kementerian Kesehatan China telah mengonfirmasi penularan Virus misterius yang disebut mirip SARS antar-manusia.

Virus ini telah menyebar di seluruh negeri dan memicu kecemasan tentang kemungkinan memburuknya wabah besar ini.

Apalagi, jutaan orang akan melakukan perjalanan untuk perayaan tahun baru Imlek.

Mengutip The Guardian, Ahli Pernapasan dan Kepala Tim Komisi Kesehatan Nasional, Zhong Nanshan, yang menginvestigasi wabah ini, mengonfirmasi adanya dua kasus infeksi di Provinsi Guangdong, China.

Kasus tersebut disebabkan oleh penularan dari manusia ke manusia dan tenaga medis pun turut terinfeksi.

Sebelumnya, pihak berwenang sempat melaporkan adanya 139 kasus baru dari jenis Virus Corona baru.

Untuk itu, jumlah total pasien yang terinfeksi menjadi 217 sejak Virus tersebut pertama kali terdeteksi bulan lalu di pusat Kota Wuhan.

Selain itu, juga terkonfirmasi adanya laki-laki berusia 89 tahun yang meninggal dunia akibat Virus tersebut di Wuhan.

Meninggalnya lelaki ini pun menambah daftar kematian akibat Virus Corona menjadi empat kasus.

Semakin mewabah Kasus-kasus mewabahnya Virus Corona telah terkonfirmasi di Beijing, Shanghai, dan Guangdong.

Kondisi ini semakin menambah kekhawatiran saat libur tahun baru Imlek, yaitu saat lebih dari 400 juta orang akan melakukan perjalanan domestik maupun internasional.

Virus ini membawa kekhawatiran tersendiri karena hubungannya dengan sindrom pernafasan akut parah atau SARS yang pernah menewaskan hampir 650 orang di seluruh daratan China dan Hongkong pada tahun 2002 hingga 2003.

Seorang laki-laki diisolasi di Brisbane, Australia, setelah dicurigai terjangkit Virus setelah kembali dari kunjungan ke Wuhan.

Komisi Kesehatan Nasional China mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan tim ke seluruh provinsi untuk mengawasi pencegahan wabah. Mereka menggambarkan bahwa situasi masih terkontrol.

Penularan antar-manusia Virus Corona ditularkan antara hewan dan orang.

Wabah di Wuhan dihubungkan dengan pasar makanan laut yang kini telah ditutup, di mana hewan-hewan hidup dijual.

World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa hewan menjadi kemungkinan terbesar sumber Virus berasal dari hewan dengan penularan terbatas antar-manusia yang melakukan kontak intens.

WHO mengatakan bahwa pihaknya akan mengadakan sebuah pertemuan darurat di Jenewa pada Rabu (22/1/2020) untuk mendiskusikan Virus Corona ini.

Asisten Profesor dari Yale School of Public Health, Xi Chen, mengatakan bahwa kemungkinan penularan dari manusia ke manusia menjadi besar dengan banyaknya kasus wabah yang terkonfirmasi.

"Sulit untuk melihat semua kasus ini bersumber dari hewan-hewan dari pasar yang sama," ungkapnya sebagaimana diberitakan The Guardian.

Pihak berwenang masih tidak dapat mengidentifikasi sumber infeksi.

Kondisi ini menjadi penghambat pemerintah untuk mengontrol wabah.

Sementara itu, sejak 1 Januari 2020, pasar makanan laut Huanan telah ditutup. Akan tetapi, sejumlah kasus justru dialami oleh para pasien yang tidak pernah mengunjungi pasar tersebut.

"Apa yang menjadi perhatian saya adalah sumber infeksi. Kita tidak tahu. Padahal, itu adalah hal yang terpenting. Tanpa mengetahuinya, kita tidak tahu bahayanya dan seberapa sulitnya ia," ungkap Chen.

Kekhawatiran

Pengamat dan warga khawatir tentang kemungkinan memburuknya wabah ini sebagaimana terjadi pada SARS tahun 2003.

Pihak berwenang telah menyarankan warga menjelang tahun baru Imlek yang jatuh tanggal 25 Januari, untuk memperhatikan gejala seperti demam, batuk, kesulitan pernapasan, dan pneumonia.

Hingga kini, WHO belum merekomendasikan pelarangan perjalanan.

Pun, dengan pihak berwenang China. Sementara, pedagang dari pasar makanan laut yang kini tutup mengatakan bahwa mereka tidak lagi terlalu khawatir.

Mereka melihat Virus tersebut hanya sedikit lebih parah dari flu.

Salah seorang pedagang bernama Li mengatakan bahwa beberapa pedagang yang mungkin terjangkit Virus tidak akan melapor. Sebab, mereka takut dengan dampaknya pada bisnis dan akan dikarantina.

Antisipasi Virus Corona, Batam Siagakan 11 Thermal Scanner di Pelabuhan dan Bandara

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam mengaktifkan 11 thermal scanner atau pemindai suhu tubuh untuk mendekteksi masuknya Virus Corona yang sedang merebak di China.

Seperti diketahui, Virus Corona atau pneumonia Wuhan pertama kali merebak di kota Wuhan, China.

Hingga saat ini telah menewaskan 4 orang warga setempat akibat terpapar Virus tersebut.

Kabid Pengendalian Karantina dan Survilance dan Epideniologi KKP Kelas I Batam, Romer Simanungkalit mengatakan, 11 thermal scanner diaktifkan di setiap pintu masuk pelabuhan dan bandara.

Misal di pelabuhan laut negara seperti pelabuhan ferry internasional Sekupang, Harbourbay, Batam Centre hingga pelabuhan ferry internasional Nongsa.

Kemudian di bandara hang nadim Batam juga dilakukan pemasangan alat pendeteksi suhu tubuh atau thermal scanner tersebut.

"Ada 11 unit kami pasang seluruhnya," kata Romer melalui telepon, Rabu (22/1/2020) malam.

Romer mengaku sejak pagi tadi hingga malam hari belum ada temuan atau yang terdeteksi terjangkit atau terpapar Virus Corona dari asal China ini.

"Sebenarnya antisipasi Virus Corona ini telah dilakukan sejak awal Januari lalu. Namun untuk alatnya baru dalam beberapa hari ini setelah Virus ini mewabah di China hingga merengut nyawa 4 orang warga China itu sendiri," jelasnya.

Masker dan sarung tangan

Ia juga mengatakan, selain menyiagakan thermal scanner, pihaknya juga menyiagakan alat pendukung lainnya seperti masker dan sarung tangan.

Romer juga mengaku saat ini pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesahatan Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk upaya penanganan bila mana ada warga Batam atau wisatawan yang terpapar gejala Virus ini.

"Kami juga menyiagakan seluruh armada ambulan yang dimimiki KKP di setiap pelabuhan ferry internasional dan bandara Hang Nadim," kata Romer.

"Agar apabila ada temuan, pasien akan lebih cepat dirujuk ke rumah sakit yang telah ditunjuk untuk merawat pasien terpapar Virus Corona ini," pungkasnya.

(*)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!