< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

3 Hari Berturut-turut Merah, IHSG Siap-siap Bangkit

CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melengkapi pelemahan hari ke-3 secara beruntun pada Rabu (22/1/2020) kemarin dengan ditutup turun 4 poin atau -0,08% ke level 6.233.

Untuk perdagangan hari ini Kamis (23/1/2020), Tim Riset CNBC Indonesia memprediksi IHSG akan bangkit dengan kembali ditutup menguat, adapun potensi pergerakan levelnya berpotensi berada pada rentang 6.225 hingga 6.290.

Dari bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street, pagi dini hari tadi ditutup rata-rata menguat secara terbatas. Indeks Dow Jones turun tipis 0,03% ke level 29.186, indeks S&P 500 naik tipis 0,03% ke level 3.321, dan Nasdaq tumbuh 0,14% ke level 9.383.

Penanganan virus corona oleh Pemerintah China membuat lega pelaku pasar, bencana kesehatan tersebut sempat membuat saham-saham travel dan wisata anjlok. Kini Investor bursa khususnya di AS, kembali menatap musim laporan keuangan perusahaan (earnings season).

IBM melaporkan pendapatan pada kuartal IV-2019 sebesar US$ 21,78 miliar, naik tipis 0,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Walau hanya naik tipis, tetapi menjadi kenaikan pertama dalam enam kuartal.

Selain itu, investor juga merespons positif rilis data ekonomi terbaru yaitu penjualan rumah. Pada Desember 2019, penjualan rumah bukan baru naik 3,6% year-on-year (YoY) menjadi 5,54 juta unit. Jumlah ini adalah yang tertinggi sejak Februari 2018.

"Sektor perumahan, yang sebelumnya menjadi titik lemah, kini sudah kembali," tegas Joel Naroff, Kepala Ekonom Naroff Economic Advisor yang berbasis di Pennsylvania, seperti dikutip dari Reuters.

Dari dalam negeri, investor asing berbalik masuk pasar bursa dengan mencatatkan beli bersih (net buy) senilai Rp 271,8 miliar di pasar reguler, lebih baik dibandingkan catatan net sell kemarin yang mencapai Rp 442,99 miliar.

Peristiwa yang perlu diperhatikan hari ini ialah dengan digelarnya Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) yang akan mengumumkan kebijakan suku bunga terbarunya.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan Gubernur BI Perry Warjiyo akan mempertahankan BI 7 Day Reverse Repo Rate di 5%. Dari 10 ekonom yang terlibat pembentukan konsensus, hanya dua yang meramal suku bunga acuan diturunkan 25 basis poin (bps) menjadi 4,75%.

Perubahan di luar kondensus tentunya dapat mempengaruhi pergerakan IHSG. secara teknikal, IHSG berpotensi menguat pada Rabu (23/1) ini, potensi penguatannya terlihat karena IHSG sempat bergerak di atas garis rata-ratanya (moving average) dalam lima hari terakhir (MA-5).

Ada harapan IHSG akan kembali tutup di atas level 6.250 yang merupakan level penghalang harga naik atau resistance terdekatnya. Jika tertembus resistance yang akan di uji selanjutnya berada di level 6.300.

Sumber: Refinitiv (Diolah)

TIM RISET CNBC INDONESIA

(yam/hps)
LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!