< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Waspadai Masuknya Virus Corona ke Sulsel

FAJAR

MAKASSAR, BKM — Keresahan mulai muncul di tengah masyarakat Indonesia, termasuk Sulsel, menyusul merebaknya virus corona di negara Cina. Penyebaran virus ini dikhawatirkan masuk melalui bandar udara.

Lalu, seperti apa respon pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel menyikapi hal itu? Wakil Ketua Komisi E DPRD Ince Langke, menegaskan bahwa pemerintah harus mengambil langkah antisipasi yang sepatutnya, agar virus corona tidak masuk ke Sulsel.

“Dinas Kesehatan Provinsi harus segera melakukan aksi, antara lain dengan koordinasi semua pihak terkait. Terutama di semua pintu masuk Sulsel, seperti bandara dan pelabuhan,” ujar Ince Langke, Rabu (22/1).

Bila perlu, lanjut legislator Partai Golkar Sulsel ini, disediakan alat pengukur suhu badan bagi setiap penumpang yang turun di bandara dan pelabuhan, utamanya penumpang dari Cina. Juga dibarengi dengan sosialisasi.

Wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel Andi Irwandi Natsir, menegaskan bahwa segala upaya mesti dilakukan pemerintah dalam rangka melindungi warganya dari ancaman virus corona.

“Upaya itu bisa dilakukan dengan melakukan karantina bagi warga negara asing yang masuk ke daerah kita, baik yang menggunakan transportasi laut maupun udara. Atau kalau dianggap perlu, menutup sementara kedatangan turis asing ke Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan. Ini urgen, mengingat virus tersebut penyebarannya sangat cepat dan sudah menelan korban di negara Cina. Pemerintah perlu segera melakukan antisipasi terkait hal ini,” jelas anggota DPRD Sulsel dua periode ini.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ismail Bachtiar , berharap tim kesehatan bandara bekerja maksimal guna mencegah masuknya virus corona. “Petugas bandara harus lebih mengendepankan aspek pemeriksaan yang betul-betul ketat,” tandasnya.

Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif, hanya berujar pendek soal ancaman virus tersebut. “Kalau sudah timbul korban, maka segera antisipasi,” ujar legislator Partai Nasdem Sulsel ini.

Anggota DPRD Kota Makassar menyerahkan sepenuhnya langkah anitipasi sejak dini masuknya virus ini kepada otoritas bandara, Dinas Perhubungan, serta Dinas Kesehatan.

”Ini menjadi isu nasional, sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi. Untuk pencegahan, sepenuhnya kita serahkan ke instansi terkait agar berkoordinasi dengan pihak bandara dan pelabuhan,” jelasnya.

”Saya sudah dengan beberapa hari lalu (terkait virus corona). Kita di dewan mendorong agar ada langkah dari pemerintah untuk mengantisipasinya. Apalagi itu adalah virus yang berbahaya, yang bisa masuk lewat wisatawan dari mancanagera, utamanya Cina dan Thailand. Langkah pengecekan di bandara itu patut dilakukan,” ujarnya.

Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, menghimbau kepada masyarakat untuk selalu peduli akan melakukan pencegahan terhadap segala penyakit. Termasuk ancaman virus corona yang akhir-akhir ini cukup meresahkan.

Warga diminta melakukan pengecekan dan kontrol kesehatan ke rumah sakit atau pusat kesehatan. Hal ini penting, karena virus corona bisa menjangkiti siapa pun.

Jika terindikasi teridap virus tersebut, cepat lakukan koordinasi ke beberapa pihak. Terutama melaporkannya ke puskesmas terdekat.

“Kepada warga, ya pencegahan-pencegahan dululah. Cepat berkoordinasi ketika ada gejala. Kalau terindikasi, kita cepat lakukan pencegahan,” ungkap AAS, kemarin.

Ia juga menghimbau kepada instansi terkait untuk memberikan penyuluhan ke masyarakat mengenai virus ini. Karena baginya, pengetahuan tentang virus ini sangat dibutuhkan.

“Untuk edukasi kepada masyarakat, dinas-dinas terkait, termasuk sampai puskesmas, agar memberikan penyuluhan ke masyarakat tentang virus ini,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Djon Herry selaku Co General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tak bersedia memberikan penjelasan mendetail. Ia berdalih, informasi secara teknis dan prosedur kerja serta penanganan virus corona merupakan ranah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara.

”Pihak KKP telah mensosialisasikan kepada komunitas bandara terkait penyakit pneumonia. Pihak bandara turut serta menyiapkan lokasi area untuk menempatkan peralatan dari KKP. Prinsipnya kami mendukung kegiatan pencegahan yang dilakukan oleh KKP,” ujar Djon Herry, kemarin. (rif-ari-ita-nug/rus)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!