< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Korban Virus Corona Bertambah, Ketahui Penyebab, Gejala, hingga Cara Pencegahannya

Tribun Timur

Korban Virus Corona Bertambah, Ketahui Penyebab, Gejala, hingga Cara Pencegahannya

TRIBUN-TIMUR.COM - Virus corona saat ini tengah jadi perhatian organisasi kesehatan dunia WHO.

Korban jiwa dari virus korona baru mirip flu Sars di China naik menjadi sembilan orang pada hari Rabu (22/1/2020), dengan 440 kasus yang dikonfirmasi.

Dilansir dari laman who.int, kantor WHO sebelumnya mengabarkan jika wabah pneumonia yang telah menginfeksi ratusan orang di Tiongkok disebabkan oleh virus corona jenis baru.

Virus korona (2019-nCoV) merupakan virus jenis baru yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya mengenai virus corona dilansir dari laman Boldsky, Rabu (22/1/2020).

Virus corona merupakan jenis penyakit zoonosis, di mana infeksi akan menyebar dari hewan ke manusia.

Ada sekitar enam virus corona yang diidentifilasi dapat mempengaruhi manusia dan menyebabkan gejala ringan hingga parah.

• Ketahui Penyebab, Gejala, Jenis hingga Pengobatan Penyakit Pneumonia yang Hebohkan China

• Menular Antarmanusia, Begini Cara Cegah Penularan Virus Corona yang Heboh di China

Keenam virus corona tersebut adalah alpha coronavirus (NL63 dan 229E), coronavirus beta (HKU1 dan OC43).

Dan dua lainnya, SARS-CoV (virus corona Sindrom Pernafasan Akut Parah) dan MERS-CoV (virus corona Pernafasan Timur Tengah) dikenal karena gejalanya yang mengancam jiwa.

Virus corona dapat menyebar melalui cairan yang terinfeksi dan ditularkan kepada orang lain melalui batuk atau bersin.

Virus ini akan menyebar di udara melalui tetesan yang tersebar.

Penyebaran virus corona juga dapat menyebar jika seseorang saling bersentuhan dengan orang yang terinfeksi, menyentuh benda atau permukaan yang terinfeksi disertai menyentuh hidung atau mulut secara bersamaan.

Gejala virus korona

- Sakit tenggorokan

- Sakit kepala

- Hidung beringus

- Bersin

- Batuk

- Demam

- Kelelahan

Virus corona NL63 dan 229E, HKU1 dan OC43 dapat menyebabkan gejala seperti flu yang berkisar dari ringan hingga sedang.

• Gejalanya Seperti Flu! Waspadai Encephalitis, Penyakit Diderita Alfin Lestaluhu Pemain Timnas U-16

• Sebelum Meninggal, Perokok ini Donorkan Paru-paru Namun Dokter Menolak

Sementara, MERS dan SARS dapat menyebabkan gejala yang sangat parah.

Hal tersebut dikarenakan dapat menyebabkan masalah pernafasan yang parah bersamaan dengan gagal ginjal, diare dan kematian pasien.

Cara pencegahan virus corona

- Hindari makan daging dan telur mentah.

- Hindari area berasap atau merokok.

- Minum obat segera setelah gejalanya muncul dan jangan biarkan kondisinya menjadi parah

- Cuci tangan setelah bersin atau batuk.

- Tutup mulut sebelum batuk atau bersin.

- Jika Anda yakin telah terinfeksi, hindari kontak dekat dengan orang-orang.

- Lakukan istirahat yang tepat

- Tinggal jauh dari keramaian

Sudah 9 Orang Tewas di China

Korban jiwa dari virus korona baru mirip flu Sars di China naik menjadi sembilan orang pada hari Rabu (22/1/2020), dengan 440 kasus yang dikonfirmasi.

Hal itu diungkapkan langsung oleh pejabat kesehatan China.

Melansir Reuters, sekitar 2.197 orang yang melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi sudah diisolasi.

Ilustrasi-Korban Virus Corona Bertambah, Ketahui Penyebab, Gejala, hingga Cara Pencegahannya
Ilustrasi-Korban Virus Corona Bertambah, Ketahui Penyebab, Gejala, hingga Cara Pencegahannya (bbc.co.uk)

Sejauh ini, baru 765 yang tidak lagi di bawah pengawasan.

Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional Li Bin mengatakan kepada wartawan, sudah ada bukti bahwa virus itu menyebar melalui "transmisi pernapasan".

"Baru-baru ini telah terjadi perubahan besar dalam jumlah kasus, yang terkait dengan pendalaman pemahaman kita tentang penyakit ini, meningkatkan metode diagnostik dan mengoptimalkan distribusi kit diagnostik," kata Li kepada Reuters.

Saat China berjanji untuk memperketat tindakan pencegahan di rumah sakit, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengadakan pertemuan darurat pada hari Rabu untuk menentukan apakah wabah virus corona baru merupakan keadaan darurat kesehatan global.

• Berbahaya dan Menular Antar-Manusia, Apa Itu Virus Corona? Merebak di China dan Belum Ada Obat

Virus itu, yang berasal di pusat kota Wuhan di Hubei pada akhir tahun lalu, telah menyebar ke kota-kota China termasuk Beijing, Shanghai dan Macau, serta Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Pemerintah China telah memberikan informasi harian tentang jumlah kasus dalam upaya untuk mencegah kepanikan publik, ketika jutaan orang bersiap untuk melakukan perjalanan di dalam negeri dan luar negeri untuk perayaan Tahun Baru Imlek yang dimulai pada minggu ini.

"Saat ini, selama Tahun Baru Imlek, peningkatan mobilitas masyarakat secara objektif telah meningkatkan risiko penyebaran epidemi dan sulitnya pencegahan dan pengendalian," kata Li memperingatkan.

Dia juga mencatat bahwa mutasi virus juga dapat membawa lebih jauh risiko.

Terry Gou, pendiri Foxconn, mengatakan bahwa ia menyarankan karyawan perusahaan untuk tidak mengunjungi China selama liburan Tahun Baru Imlek mendatang, di tengah kekhawatiran tentang virus.

Kekhawatiran akan pandemi yang mirip dengan wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) yang dimulai di Tiongkok dan menewaskan hampir 800 orang pada 2002-2003 telah mengguncang pasar global.

Saham maskapai penerbangan dan barang-barang mewah terpukul sangat keras. Kurs Yuan juga langsung keok.

• Kenali Gejala Pneumonia, Penyakit yang Diderita Pelatih Juventus Maurizio Sarri, Patut Diwaspadai!

• Bikin Kaget! Roy Kiyoshi Pakai Masker Oksigen & Batuk Lemah, Apa yang Terjadi Padanya?

Pada hari Selasa kemarin, angka kematian baru mencapai enam orang dengan sekitar 300 kasus yang dikonfirmasi positif.

Beberapa operator travel asing mengatakan, Korea Utara akan melarang turis asing mulai hari ini sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus.

Sebagian besar turis ke Korea Utara berasal dari China, pendukung utama ekonomi Pyongyang.

Korea Utara diperkirakan menghasilkan jutaan dolar dari aliran wisatawan Tiongkok yang stabil.

Pariwisata adalah salah satu cara utama terakhir agar Korea Utara dapat memperoleh uang tunai secara legal akibat sanksi internasional.

(Tribunnews.com/Lanny Latifah)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!