< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Bertahan Menguat, Kurs Rupiah Berakhir di Rp13.854 per Dolar AS

iNews Portal

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Kamis (9/1/2020) bertahan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda terpantau betah di level psikologis Rp13.800 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah terapresiasi 46 poin atau 0,33 persen menjadi Rp13.854 per dolar AS dari posisi kemarin Rp13.900 per dolar. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp13.847-13.867 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp13.860 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah menguat 79 poin atau 0,56 persen menjadi Rp13.850 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp13.929 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp13.929 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp13.845-13.929 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 74 poin menjadi Rp13.860 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.934 per dolar AS. 

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menuturkan, nilai tukar rupiah menguat seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah. "Data eksternal dan internal yang stabil, membuat rupiah dalam penutupan pasar sore ini ditutup menguat," kata di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Menanggapi serangan balasan dari Iran, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan segera menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan pada Iran. Sanksi akan tetap berlaku sampai Iran mengubah perilakunya. "Keputusan Trump untuk memilih sanksi daripada tanggapan militer, membuat pasar kembali stabil," ujar Ibrahim.

Selain itu, fokus pasar akan beralih kembali ke ekonomi global, dengan harapan bahwa Amerika Serikat dan China akan menandatangani kesepakatan perdagangan minggu depan.

Investor berpikir kesepakatan itu akan menghapus salah satu ketidakpastian terbesar dan membantu mendorong pertumbuhan global tahun ini, meskipun beberapa orang berpikir bahwa pandangan itu terlalu optimis.

Sementara itu, dengan kondisi ekonomi global yang masih tak menentu, lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service memberi peringkat stabil (Baa2) untuk surat utang Indonesia. Prospek diberikan dalam laporan anyar Moody's yang dirilis pada Januari 2020.

"Peringkat stabil menunjukkan kualitas surat utang Indonesia tidak mengalami perbaikan dari sebelumnya, tidak pula mengalami kemerosotan," kata Ibrahim.

Editor : Ranto Rajagukguk

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!