< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Gerhana Matahari Cincin Sempurna

Suara Pemred

SINGKAWANG, SP – Fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) disambut antusias masyarakat Kalimantan Barat, Kamis (26/12). Walau ada pemusatan rangkaian pariwisata di Kota Singkawang, daerah lain pun tetap bisa menikmatinya.

Di Singkawang, gerhana matahari cincin terlihat sempurna jelang tengah siang. Sekitar pukul 12.42-12.45 bentuk paripurna terlihat. Matahari benar membentuk cincin. Walau sebenarnya, sejak pukul 10.00, perubahannya mulai tampak. Namun sayang, di sejumlah wilayah lain, mendung justru mengungkung.

Satu di antara warga Singkawang, Marhani puas bisa melihat langsung gerhana. Terlebih banyak agenda yang disuguhkan Pemkot Singkawang sebagai rangkaian acara.

"Saya selaku warga Singkawang tentunya tak mau ketinggalan untuk menyambut dan menyaksikan fenomena langka ini," katanya.

"Semoga melalui serangkaian kegiatan yang disuguhkan Pemkot Singkawang mampu menarik kunjungan wisata ke Kota Singkawang," ujarnya.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan fenomena alam yang terjadi di Singkawang merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa bagi masyarakat.

"Sehingga dalam acara ini Pemkot Singkawang berupaya untuk mengemasnya dengan berbagai kegiatan sehingga bisa menjadi even pariwisata sekaligus untuk mempromosikan Kota Singkawang kepada dunia," katanya.

Fenomena alam yang terjadi, katanya, sekaligus bisa menjadikan edukasi dan pembelajaran bagi siswa-siswi untuk mengetahui proses fenomena gerhana matahari cincin. Walhasil, mereka bisa lebih mencintai alam melalui fenomena ini.

Sekretaris Utama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Erna Sri Adiningsih mengatakan dari sisi antariksa, fenomena GMC sebenarnya suatu yang bisa dipahami dan diprediksi. Masyarakat pun perlu dapat edukasi, bahwa kejadian ini memang sangat langka dan bisa dilihat dengan aman dengan menggunakan kaca mata gerhana.

Melalui fenomena ini, menurutnya, bisa sekaligus dijadikan potensi wisata bagi daerah yang dilintasi Gerhana Matahari Cincin, salah satunya Kota Singkawang.

"Sehingga LAPAN bekerja sama dengan Pemkot Singkawang dalam menyambut fenomena GMC ini," ujarnya.

Hari itu, selain melihat langsung gerhana, LAPAN juga memasang beberapa peralatan. Di antaranya teropong matahari dan planetarium mini dengan jumlah tim yang dibawa mencapai 20 orang.

Anggota DPRD Singkawang, Muhammadin mengatakan, even ini menjadikan Singkawang sebagai salah satu kota pariwisata yang sungguh istimewa.

"Sebagai umat Muslim, kita harus bersyukur dengan apa yang telah diberikan Allah SWT, dengan bersama-sama melaksanakan salat gerhana untuk memanjatkan doa kepada Allah dalam hal untuk kebaikan bagi Kota Singkawang agar lebih maju ke depannya," katanya.

Berulang di 2040

Perekayasa Madya Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) LAPAN Pontianak, Erlansyah mengatakan fenomena alam gerhana matahari cincin merupakan suatu hal yang paling langka. Dalam teorinya, gerhana matahari terdiri dari sebagian, total dan, cincin.

Berdasarkan kalender 100 tahunan, para ahli memprediksi dari 1945 hingga 2045 di Indonesia hanya terjadi enam kali gerhana matahari cincin. Untuk di Kalimantan Barat gerhana pada saat ini merupakan kali kelima.

"Gerhana matahari cincin keenam nanti baru akan terjadi pada 2040," ucapnya.

Hingga kini, gerhana matahari total telah terjadi sembilan kali di Indonesia. Sedangkan untuk gerhana matahari sebagian, terjadi sebanyak 18 kali. Secara total ada 33 kali gerhana dalam rentang 100 tahunan.

Dikatakannya, gerhana matahari cincin yang terjadi di Kota Singkawang betul-betul sempurna. Namun untuk di Kota Pontianak, tingkat gerhana matahari cincin sebesar 93 persen.

Secara nasional, hanya ada dua tempat yakni Singkawang dan Siak yang menjadi titik gerhana matahari cincin sempurna. Berdasarkan hal tersebut, LAPAN juga melakukan pengamatan di dua lokasi. Namun memang, kendala cuaca sering menjadi hambatan pengamatan gerhana matahari cincin. Bulan Desember, memang sedikit rawan terhadap cuaca dan awan.

"Gerhana matahari cincin merupakan fenomena yang mengagumkan," jelasnya.

Dalam menikmati gerhana, bisa dengan teropong khusus. Siang malam tak jadi soal, tergantung lensa yang digunakan.

"Pengamatan sengaja kita buka untuk umum," pungkasnya.

Sebelumnya petugas Tim LAPAN Pontianak, Nia mengatakan gerhana matahari adalah fenomena yang terjadi ketika posisi matahari dan bumi berada pada satu jalur. Sedangkan posisi pada bulan ada di antara matahari dan bumi.

"Sehingga piringan dari bulan akan mengikuti matahari meskipun tidak menutupi secara sempurna. Sehingga jika dilihat dari bumi, maka gerhana matahari yang terjadi akan seperti cincin," jelasnya.

Untuk posisi lintasan gerhana matahari cincin, katanya bisa teramati di Kalbar. Gerhana juga sebelumnya melewati Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalbar, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan melepas ke laut lepas.

Gerhana matahari cincin ini bisa terlihat sebagian sekitar pukul 10.43 WIB. Sedangkan puncak gerhana matahari cincin, terjadi pada pukul 12.42 WIB. "Dan berakhir pada pukul 14.31 WIB," ungkapnya.

Salat Gerhana

Tidak hanya ramai-ramai melihat, ribuan umat Muslim juga menggelar salat gerhana di wilayahnya masing-masing. Tak terkecuali Singkawang dan Pontianak. Di Singkawang, salat dipusatkan di Masjid Raya Singkawang sekitar pukul 11.00 WIB. Salat dipimpin Ustaz Zulfiadi yang bertindak sebagai imam dan khatib.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Singkawang, Muchlis AR mengatakan setiap terjadi gerhana, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat khusuf gerhana.

"Gerhana matahari cincin yang terjadi di Kota Singkawang merupakan fenomena alam yang sangat dahsyat dan cara untuk mensyukurinya adalah dengan melaksanakan salat sunah gerhana," katanya.

Usai melaksanakan salat, umat diajak berzikir dan mengucapkan takbir serta mendengarkan khutbah singkat dari Ustaz Zulfiadi.  "Setelah itu, umat muslim melanjutkan salat Zuhur berjamaah," ujarnya.

Kepala Kanwil Kantor Kemenag Kalbar, Ridwansyah mengatakan, fenomena gerhana merupakan tanda kekuasaan Allah SWT, sehingga sebagai umat muslim dianjurkan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Jadi itu yang paling penting," katanya.

Dia juga memberikan apresiasi kepada Pemkot Singkawang yang sudah menggelar serangkaian kegiatan budaya dalam menyambut fenomena GMC.

"Semoga melalui kegiatan ini dapat membangun solidaritas, kebersamaan dan mengembangkan budaya serta menjadi ikon Singkawang sebagai kota tertoleran dan pariwisata," ujarnya.

Sementara di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, salat gerhana juga digelar. Tujuannya, bentuk syukur atas kebesaran Tuhan.

Ketua Yayasan Mujahidin Kalimantan Barat, Thamrin Usman mengatakan fenomena gerhana matahari merupakan pembelajaran untuk manusia yang berpikir. Hal ini juga bisa untuk mempelajari ciptakan tuhan. Proses sejajarnya bumi, bulan dan, matahari harus menjadi pembelajaran bagi manusia.

"Ini adalah kekuasaan Allah untuk manusia yang berpikir," ucapnya.

Dia menambahkan, fenomena gerhana matahari cincin harus bisa meningkatkan keimanan umat atas kebesaran Tuhan. Dalam setiap gerhana, selalu dilakukan salat sunah yang khusus dilaksanakan pada momen tersebut.

"Makna dengan salat gerhana kita mempelajari dan melihat kebesaran Allah," pungkasnya.

Cara Unik

Berbagai cara unik dipakai warga untuk menyaksikan fenomena ini. Warga Kecamatan Tebas dan Sebawi, Kabupaten Sambas misalnya, menggunakan kaca film atau rentogen agar mata tidak rusak.

"Kami tadi menggunakan film rentogen untuk melihat fenomena alam berupa gerhana matahari sekitar pukul 12.28 WIB," kata Ariono salah seorang pegawai Puskesmas Sebawi, Kabupaten Sambas.

Menurut dia, cara unik tersebut digunakan agar saat melihat langsung gerhana matahari tersebut mata tidak rusak atau mengalami gangguan lainnnya.

"Alhamdulillah dengan menggunakan kaca film hasil rentogen tersebut, maka peristiwa alam tersebut bisa terlihat jelas," ungkapnya.

Hal senada juga diakui oleh Putri, salah seorang warga Desa Sempalai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Dia bisa melihat peristiwa gerhana matahari dengan melihatnya dari pantulan atap seng yang bocor.

"Karena takut mau melihatnya secara langsung, maka saya melihatnya dari pantulan atap yang bocor," ungkapnya. (ant/din/rud/bls)

Paling Berbahaya

SEBAGIAN dari beberapa negara termasuk Indonesia berkesempatan menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Cincin yang akan terjadi hari ini, Kamis (26/12). Tapi, gerhana ini disebut-sebut yang paling berbahaya di tahun 2019.

Gerhana yang dijuluki sebagai Cincin Api ini merupakan Gerhana Matahari ketiga sekaligus terakhir di tahun 2019. Sebelumnya, Gerhana Matahari pertama tahun ini telah terjadi pada 6 Januari 2019 yang merupakan Gerhana Matahari sebagian, lalu Gerhana Matahari kedua terjadi pada 2 Juli lalu yang merupakan Gerhana Matahari total.

Meskipun kedua Gerhana Matahari tersebut tidak teramati di Indonesia, namun Gerhana Matahari kali ini akan terlihat di langit Indonesia.

Sebagaimana lansiran laman Forbes, Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada 26 Desember akan menjadi Gerhana paling berbahaya di tahun 2019 karena pengamat harus menggunakan kacamata berfilter khusus untuk melihat Gerhana Matahari di setiap saat untuk menghindari ancaman kebutaan.

Pada dasarnya, Gerhana Matahari memang memiliki risiko berbahaya dan pengamat harus menggunakan kacamata berfilter khusus. Tapi, Gerhana Matahari Total yang terjadi pada 2 Juli lalu dapat dilihat dengan mata telanjang.

Gerhana Matahari Total pada 2 Juli sebelumnya berlangsung selama 4 menit 33 detik. Saat itu, gerhana Matahari total hanya dapat terlihat di Pasifik Selatan, Chili, dan Argentina.

Menurut NASA, Gerhana Matahari Total saat itu dapat dilihat dengan aman oleh mata telanjang. Tapi saat memasuki Gerhana sebagian, pengamat disarankan untuk menggunakan kacamata khusus.

Karenanya, Gerhana Matahari Cincin tidak aman jika dilihat dengan mata telanjang. Bulan akan memblokir 97 persen permukaan Matahari. Meski terdengar banyak, tetapi sisa sinar Matahari yang terlihat tetap berbahaya untuk ditatap secara langsung.

Pengamat juga bisa membuat kacamata berfilter khusus tersebut sendiri dengan filter yang telah memenuhi persyaratan International Organization for Standardization. (sua/bls)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!