< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Buluhcina dan Kuansing Masih Tergenang Banjir

Batampost

batampos.co.id – Air Sungai Kuantan mulai surut sejak Senin hingga Selasa (23-24/12). Akan tetapi, banjir masih menerjang Desa Buluhcina dan dan Kuantan Singingi (Kuansing).

Air masih merendam sebagian rumah dan pekarangan masyarakat. Khususnya di wilayah hilir, yang merupakan kawasan terparah terdampak banjir.

Curah hujan yang cukup tinggi sejak hari minggu lalu membuat luapan Sungai Kuantan memasuki rumah dan permukiman masyarakat. Hingga Selasa, pukul 18.20 WIB, debit air turun sekitar 1 meter.

”Alhamdulillah. Banjir sudah mulai surut,” kata Ermi, salahseorang ibu rumah tangga kepada Riau Pos (grup Batam Pos), Selasa.

Sebelumnya, banjir di rumah Ermi ini mencapai ketinggian sekitar 30 sentimeter. Namun, air sudaj jauh susut.

”Ya, mudah-mudahan tak naik lagi. Kalau banjir ini yang capek ngangkat-ngangkat barang dan bersih-bersih rumah dan pekarangan,” ungkapnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar menyebutkan, air masih cukup tinggi. Di beberapa titik masih terendam air 70-100 cm.

Banyak warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing dalam kondisi rumah masih terendam banjir luapan air Sungai Kampar.

Akses jalan utama menuju Desa Buluhcina putus oleh banjir dampak luapan Sungai Kampar karena dibukanya pintu air PLTA Koto Panjang, Riau, Rabu (18/12/2019). (MHD AKHWAN/RIAU POS)

Unit Layanan PLTA Koto Panjang hingga malam tadi masih mempertahankan bukaan pintu pelepasan air (spillway gate) 5×1 meter.

Hal ini diperkirakan membuat genangan air di Buluhcina yang memang bertopografi cukup rendah belum akan surut dalam beberapa hari ke depan.

Kasi Logistik BPBD Kampar, Nasri Roza, mengatakan, pihaknya sudah membuka dua dapur umum di desa wisata tersebut.

”Saat ini sudah dibuka dua titik untuk memenuhi keperluan warga yang terdampak banjir. Awalnya kami sudah buka di kantor desa. Sekarang ditambah di satu titik lagi di seberang sungai, karena warga memerlukannya,” sebut Nasri.

Sementara itu, pemandangan yang terlihat saat banjir menahun di Buluhcina ini. Bila warganya yang berada di seberang dan tepian sungai mengalami kebanjiran, justru di pangkal jalan poros desa ini ramai oleh warga lainnya.

Tidak hanya warga Buluhcina, tapi banyak juga yang datang dari Pekanbaru atau daerah sekitarnya.

Ada yang datang membawa anak bermain air, memancing dan menangguk ikan. Ada pula yang datang khusus untuk berdagang di lokasi tersebut.

Jalan poros menuju Desa Buluhcina yang tenggelam itu pun sering kali sesak oleh pengunjung.

Seperti pada akhir pekan lalu, untuk mendekati air saja kesulitan seperti yang dialami salah seorang warga Pandau Jaya Tarmizi yang ikut datang ke lokasi tersebut.

Datang dengan kendaraan roda empat, Tarmizi kesulitan memarkirkan kendaraan dan menuju ke lokasi air tergenang.

”Wah, ramai. Memang seperti ini tiap tahun, tapi tidak seperti kemarin (akhir pekan, red). Mau ke air aja susah. Malah orang yang berdagang yang menyempitkan jalan,’’ terang kakek tiga cucu yang membawa serta istri dan cucunya untuk sekadar melihat banjir di Buluhcina kala itu.

Buluhcina memang kawasan yang bertopografi rendah. Bahkan permukiman ini cukup jauh berada di bawah Jalan Pasir Putih yang merupakan jalur alternatif Lintas Timur.

Sejak melewati pintu gerbang memasuki kawasan desa tersebut, pengunjung akan merasakan betapa rendahnya desa itu ketika harus melewati penurunan yang cukup curam.(jpg)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!