< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Menurunnya Minat Siswa Terhadap Pelajaran

Portalmadura

Oleh: ni Made Emi Noviyani*

Dalam dunia pendidikan proses belajar mengajar merupakan kegiatan pokok yang harus dilakukan dalam sebuah lembaga pendidikan. Hal ini berarti bahwa tercapai atau tidaknya tujuan dan hasil pembelajaran (belajar mengajar) yang dilakukan sangat tergantung pada bagaimana proses belajar mengajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik dan guru sebagai pendidik, begitu pula dengan naik turun atau tinggi rendahnya minat belajar siswa dalam pembelajaran bidang studi (mata pelajaran) — bahasa Indonesia –, sangat ditentukan oleh faktor-faktor pendidikan dan pembelajaran itu sendiri seperti guru, siswa, materi pelajaran dan lingkungan lainnya yang dapat mempengaruhi minat dan semangat belajar siswa baik di sekolah maupun diluar sekolah.

Minat merupakan dorongan dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara efektif, sehingga menyebabkan dipilihnya suatu objek atau kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan, dan mendatangkan kepuasan diri. Oleh karena itu, minat sangat berhubungan dengan sesuatu yang menarik, menyenangkan, juga berhubungan dengan kepentingan atau kebutuhan hingga sesuatu yang dapat memberikan kepuasan pada diri seseorang. Jika hal-hal tersebut mengalami penurunan atau mengurangan, maka tentunya akan berefek pula kepada menurunnya minat seseorang.

Belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku. Belajar sangat penting dalam kehidupan setiap individu terutama sebagai siswa. Belajar juga merupakan suatu proses usaha atau interaksi yang dilakukan individu untuk memperoleh sesuatu yang baru dan perubahan keseluruhan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman-pengalaman itu sendiri.

Perubahan tersebut akan nampak dalam penguasaan pola-pola respons yang baru terhadap lingkungan berupa keterampilan, kebiasaan, sikap, pengetahuan, kecakapan dan sebagainya. Namun belajar tidak selalu menyenangkan bagi beberapa siswa. Belajar hanyalah sebuah tuntunan yang memaksa, karena harus membaca beratus-ratusan buku. Padahal apabila diteliti lebih dalam belajar bukan hanya dengan membaca buku tapi dapat belajar dengan metode lain. Karena minat belajar siswa yang menurun, terhadap beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

Beberapa faktor yang membuat siswa kurang minat untuk belajar. Pertama, terlalu mengandalkan teman. Seorang siswa malas belajar karena memiliki teman yang lebih pintar darinya untuk diandalkan, baik untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR) maupun saat mengerjakan soal terutama pada saat ujian berlangsung siswa berusaha meminta contekan pada siswa yang lebih pintar, dengan bersikap baik pada siswa yang pintar, bisa juga bersikap memaksa kepadnya agar siswa pintar memberikan jawaban yang benar dan siswa yang mencontek memperoleh nilai yang tinggi.

Kedua, pengaruh telepon. Telepon juga berpengaruh pada masalahnya siswa untuk belajar karena waktu yang seharusnya siswa gunakan untuk belajar membaca buku, atau pun menyelesaikan tugas sekolah jadi terbuat sia-sia. Karena siswa instagram dan whatsapp-an dengan temannya. Saat siswa ingin membaca atau mengulangi pelajarannya, nada dering telefon selalu mengganggu siswa saat belajar, dan membuat malas siswa untuk melanjutkan belajar.

Adapun …

Adapun pengaruh teman bermain. Teman adalah proses pembentukan kepribadian anak setelah keluarga. Maka dari itu harus pintar memilih pergaulan yang baik bagi diri mereka. Bukan berarti bersikap diskriminan kepada teman, tetapi pergaulan yang baik itu juga memiliki dampak positif bagi siswa. Apabila siswa bergaul dengan teman yang selalu membujuk untuk santai dan bersenang-senang tanpa harus memikirkan pendidikan yang akan berdampak buruk bagi masa depannya dan membuat siswa malas belajar ketika sudah terpengaruh dan salah pergaulan.

Upaya mengatasi menurunnya minat belajar siswa yaitu memilih cara dan metode belajar yang baik tidak akan membuat siswa malas belajar. Banyak metode belajar yang dapat digunakan agar tidak bosan, dan belajar bukan hanya dari buku, tapi bisa membaca resensi lain seperti browsing di internet, mencari informasi dari menciptakan suatu metode belajar yang tidak membebandakn pada siswa. Kemudian menyukai sema mata pelajaran, dengan menyukai semua mata pelajaran yang ada tidak akan membuat beban kepada siswa sehingga belajar merupakan sesuatu yang ringan dan harus selalu dilakukan bagi setiap siswa.

Peran guru dalam meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran. Seseorang akan berhasil dalam belajar, jika pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar. Begitu pentingnya minat belajar ini, maka guru perlu mewujudkan suasana pembelajaran yang dapat merangsang minat siswa. Oleh sebab itu, guru perlu merancang sebuah pembeajaran serta dapat meningkatkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga pelajaran menjadi bermakna dan terasa manfaatnya oleh siswa. Semua itu dilakukan demi memunculkan minat siswa terhadap pelajaran yang akan dipelajarinya dengan harapan mampu meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa.

Minat yang dapat menunjuang belajar adalah minat kepada bahan atau mata pelajaran dan kepada guru yang mengajarnya. Apabila siswa tidak berminat kepada bahan atau mata pelajaran juga kepada gurunya. Oleh karena itu, guru harus memberi motivasi agar siswa mau belajar dan memperhatikan pelajaran. Guru perlu sekali mengenal minat-minat muridnya, karena itu penting bagi guru untuk memilih bahan pelajaran, merencanakan pengalaman-pengalaman belajar, menuntun mereka ke arah pengetahuan, dan untuk mendorong motivasi belajar mereka. Hal yang harus dimiliki oleh seorang guru sebelumnya meningkatkan minat siswa adalah meningkatkan minat dan antusias pada diri guru itu sendiri. Motivasi itu mudah sekali menjalar atay bersebar kepada orang lain. Guru yang berminat tinggi dan antusias akan menghasilkan murid-murid yang juga berminat tinggi dan antusias pula. Begitu juga dengan murid yang antusias akan mendorong motivasi murid-murid lainnya.

Setiap orang selalu membutuhkan dorongan dan penguatan untuk terus berprestasi. Minat dan motivasi bia saja menurun pada kondisi-kondisi tertentu. Kemampuan seorang guru dalam memberikan pengetahuan saat motivasi siswa menurun akan mempengaruhi stamina siswa untuk terus berusaha dan berprestasi. Sebaliknya, prestasi sekecil apapun perlu diberikan apresiasi yang positif sebagai bentuk penghargaan atas usaha yang telah dilakukan oleh peserta didik. setiap siswa memiliki kecepatan belajar yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya, dengan demikian kemajuan belajar siswa pun akan berbeda-neda. Apresiasi terhadap kemajuan belajar setiap siswa walaupun terjadi sedikit kemajuan, akan memperbesar energi motivasi dalam diri siswa untuk semakin meningkatkan prestasi belajarnya.

Minat siswa terhadap suatu pelajaran mempengaruhi tingkat aktifitas dan prestaasi belajar siswa. Belajar dengan minat akan mendorong siswa belajar lebih baik daripada belajar tanpa minat. Minat berhubungan dengan sesuatu yang menarik, menyenangkan dan kebutuhan seseorang. Dan untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar, hendaknya setiap guru mampu menampilkan pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan bermakna dengan metode mengajar yang bervariasi. Oleh karena itu sebelum anak terlanjur mendapat nilai yang tidak memuaskan dan membuat malu orangtua, hendaknya orangtua segera menyelidiki dan memperhatikan minat belajar anak.(**)

*Penulis: Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malamg.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!