< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Metastatis: Penyebab, Ciri Ciri, Diagnosis, Pengobatan

Doktersehat
metastatis-doktersehat

DokterSehat.Com – Berbicara mengenai penyakit kanker tak lepas dari suatu aktivitas yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah metastatis. Aktivitas yang berkaitan dengan sel kanker ini tentu tidak boleh disepelekan karena dampaknya sangat buruk. Lantas, apa itu metastatis?

Apa Itu Metastatis?

Metastatis adalah istilah dalam dunia medis untuk mendefinisikan aktivitas pergerakan atau penyebaran sel kanker dari satu organ ke organ-organ lainnya. Seperti yang diketahui, pada awalnya sel kanker hanya berkembang di satu organ tertentu. Akan tetapi, pada perkembangannya sel kanker dapat menyebar ke anggota tubuh lainnya.

Kondisini inilah yang lantas dinamai sebagai metastatis. Metastatis terjadi ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut, pun tergantung dari jenis kanker yang diderita. Oleh karena itu, deteksi kanker sedini mungkin menjadi sangat penting guna meminimalisir risiko sel kanker menyebar.

Bagaimana Metastasis Terjadi?

Metastatis terjadi saat sel kanker yang sudah berkembang di organ asal mulai ‘keluar’ untuk menginvasi organ maupun jaringan tubuh lain yang ada di sekitarnya.

Guna mencapai ‘tujuannya’, sel kanker akan masuk ke dalam aliran darah maupun sistem limpatik. Kedua medium ini memungkinkan sel kanker untuk dapat melakukan perjalanan menuju organ atau jaringan tubuh.

Selain itu, metastasis disebabkan oleh sel kanker—khususnya di area rongga perut—terpecah dan menyebar ke organ maupun jaringan di sekitarnya.

Aktivitas metastatis juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor lainnya, yaitu:

  • Jenis kanker. Metastatis lebih mungkin terjadi pada beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara dan paru-paru
  • Kecepatan pertumbuhan sel kanker. Apabila sel kanker terlalu ‘ganas’, metastatis sangat mungkin terjadi lebih cepat

Di samping keduanya, masih ada lagi faktor penyebab terjadinya metastatis yang belum disebutkan. Lakukan pemeriksaan medis (medical checkup) secara rutin guna memantau kondisi kesehatan Anda sekaligus deteksi dini apabila ditemukan potensi munculnya sel kanker.

Tahapan Metastatis

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, metastatis adalah kondisi ketika sel kanker yang menyerang suatu organ tubuh mulai menyebar ke anggota atau jaringan tubuh lainnya yang bahkan tidak berkaitan.

Proses ini berjalan dalam sejumlah tahapan, yakni sebagai berikut:

  • Sel kanker menginvasi jaringan yang ada di dekat organ asal
  • Sel kanker berpindah melalui dinding kelenjar getah bening (atau bisa juga melalui pembuluh darah)
  • Dari kelenjar getah bening atau pembuluh darah, sel kanker akan menuju jaringan-jaringan lainnya
  • Setelah ‘berhasil’ mencapai jaringan lain, sel kanker akan membentuk tumor
  • Sel kanker yang telah menyebar juga lantas membuat pembuluh darah baru yang berfungsi untuk menyuplai darah bagi tumor. Dengan demikian, tumor dapat terus berkembang

Titik Persebaran Metastatis

Sel kanker yang mengalami proses metastatis dapat menyerang organ atau jaringan tubuh manapun, namun sel kanker dari jenis-jenis penyakit kanker berikut ini umumnya menjadikan bagian-bagian tertentu sebagai ‘tujuannya’:

  • Kanker payudara, umumnya menyebar ke tulang, hati (liver), paru-paru, dinding dada, dan otak
  • Kanker paru-paru, umumnya menyebar ke otak, tulang, hati (liver), dan kelenjar adrenal
  • Kanker prostat, umumnya menyebar ke tulang
  • Kanker usus, umumnya menyebar ke hati (liver) dan paru-paru

Sementara itu, organ maupun jaringan tubuh lainnya yang berpotensi terkena kanker metastatis ini antara lain kulit dan otot.

Ciri dan Gejala Metastatis

Metastatis atau aktivitas persebaran sel kanker ditandai oleh sejumlah ciri dan gejala yang mana hal ini bergantung pada jenis kanker yang diderita, pun lokasi terjadinya metastatis.

Sebagai contoh, apabila metastatis menyerang tulang, maka ciri ciri yang mungkin bisa dikenali adalah ketika tulang patah. Selain itu, rasa sakit pada tulang belakang juga menjadi gejala awal dari metastatis.

Sementara itu, metastatis pada kanker paru-paru umumnya ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Batuk
  • Batuk disertai darah
  • Nyeri dada
  • Gangguan pernapasan

Lain halnya dengan metastatis pada kanker hati (liver). Ciri ciri metastatis kanker hati adalah sebagai berikut:

  • Mual
  • Perubahan warna kulit menjadi kekuningan
  • Feses berwarna cerah
  • Urine berwarna gelap
  • Penurunan berat badan
  • Kehilangan nafsu makan

Diagnosis Metastatis

Diagnosis metastatis pada penyakit kanker dilakukan untuk memantau sudah sejauh mana dan seberapa parah persebaran sel kanker.

Prosedur diagnosis metastatis yang dilakukan umumnya terdiri dari:

1. Pemeriksaan Fisik

Dokter  akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada kepada tubuh Anda untuk melihat apakah ada ciri ciri kanker metastatis yang teridentifikasi.

Selain itu, dokter juga akan mengukur berat badan mengingat perubahan berat badan—naik atau turun—adalah salah satu ciri ciri kanker  metastatis yang mudah dikenali.

2. Tes Laboratorium

Selanjutnya, dokter akan melakukan uji laboratorium untuk mendeteksi abnormalitas pada tubuh yang mengindikasikan pasien mengalami penyakit kanker metastatis.

Beberapa contoh tes laboratorium labroatorium yang dimaksud seperti:

  • Tes urine
  • Tes darah

3. Tes Pencitraan

Sementara itu, tes pencitraan (imaging) dilakukan guna menganalisis organ dalam tubuh yang diduga terserang sel kanker. Teknik pencitraan yang umum digunakan yaitu:

  • X-Ray
  • CT Scan
  • PET Scan
  • MRI

4. Biopsi

Metode pemeriksaan lainnya yang umum diterapkan untuk mendiagnosis metastatis adalah biopsi.

Biopsi adalah metode yang dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan tubuh untuk kemudian dianalisis di laboratorium.

Melalui biopsi, dokter dapat mendeteksi apakah ada sel kanker pada organ atau jaringan tubuh.

Pengobatan Metastatis

Setelah pasien didiagnosis mengalami metastatis, langkah selanjutnya yang akan ditempuh adalah melakukan terapi pengobatan. Cara mengobati metastatis tentunya disesuaikan dengan jenis kanker dan tingkat keparahan (stadium).

Berikut adalah pengobatan kanker metastatis yang umum dilakukan.

1. Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Satu atau lebih obat kemoterapi dapat diberikan melalui vena di lengan (secara intravena) atau diminum. Kombinasi obat biasanya diberikan dalam serangkaian perawatan selama beberapa minggu atau bulan.

Kemoterapi sering digunakan setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin tersisa. Kemoterapi dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan terapi radiasi. Kemoterapi juga dapat digunakan sebelum operasi untuk mengecilkan kanker dan membuatnya lebih mudah untuk dihilangkan.

Pada orang dengan kanker  stadium lanjut, kemoterapi dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan gejala lainnya.

2. Terapi Obat yang Ditargetkan

Perawatan obat yang ditargetkan berfokus pada kelainan spesifik yang ada dalam sel kanker. Dengan memblokir kelainan ini, perawatan obat yang ditargetkan dapat menyebabkan sel kanker mati.

Banyak obat terapi bertarget digunakan untuk mengobati kanker, meskipun kebanyakan dilakukan untuk orang-orang dengan kanker stadium lanjut atau berulang.

Beberapa terapi yang ditargetkan hanya bekerja pada orang yang sel kankernya memiliki mutasi genetik tertentu. Sel kanker Anda mungkin diuji di laboratorium untuk melihat apakah obat ini dapat membantu.

Selain kedua metode pengobatan di atas, kanker yang sudah sampai pada tahap metastatis juga dapat ditangani dengan terapi hormon dan terapi imun. Akan tetapi, hal ini kembali lagi pada keputusan dokter setelah melakukan analisis.

Pencegahan Metastatis

Tidak ada yang bisa memprediksi kapan kanker metastatis akan menyerang tubuh. Kendati demikian, penyakit ini sejatinya bisa dicegah kemunculannya (atau setidaknya diminimalisir risikonya).

Lantas, apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah metastatis? Anda bisa memulainya dengan menerapkan pola hidup sehat yang di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Hindari rokok
  • Hindari paparan sinar matahari dalam waktu lama
  • Mengonsumsi makanan bergizi
  • Rajin berolahraga
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Melakukan pemeriksaan medis secara rutin

Jika kanker sudah telanjur terjadi, maka penanganan medis sedini mungkin mutlak dilakukan sebelum sel kanker mengalami proses metastatis.

Itu dia informasi mengenai metastatis yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Sumber:

  1. Anonim. 2019. What is Metastatis? https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/cancer-basics/what-metastasis (Diakses pada 3 Desember 2019)
  2. Anonim. Metastatis. https://medlineplus.gov/ency/article/002260.htm (Diakses pada 3 Desember 2019)
  3. Anonim. Metastatis (Metastatis Cancer). https://www.cancercenter.com/metastasis (Diakses pada 3 Desember 2019)
  4. Anonim. Metastatic Cancer. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17224-metastatic-cancer (Diakses pada 3 Desember 2019)
LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!