< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Mengenal Tipe Sakit Kepala, Pahami Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pos Kupang

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Sakit kepala menjadi salah satu penyakit yang umum dirasakan dengan intensitas yang cukup sering.

Tapi tahukah kamu bila sakit kepala ternyata memiliki berbagai tipe?

Berbeda tipe sakit kepala yang kamu rasakan, berbeda pula penanganan dan pengobatan yang harus dilakukan.

• Waspada,13 Kebiasaan Sepele Ini Berbahaya bagi Kesehatan, Nomor 6 Akibatnya paling Fatal

Tipe sakit kepala yang kita alami ternyata bisa memiliki arti yang berbeda bagi kondisi kesehatan. Dokter Luke Powles, Kepala Dokter di Klinik Kesehatan Bupa, di London Inggris, mencoba menjelaskannya, seperti dikutip dari laman Cosmopolitan.co.uk.

Tension headache adalah tipe sakit kepala yang paling sering dialami.

Mereka yang mengalaminya merasakan sakit kepala konstan di kedua bagian kepala, belakang mata atau terkadang leher.

• Ini Loh Puisi-Puisi Pos Kupang Minggu Ini, Kepoin Yuk! Siapa Tahu Karyamu Ada di Sini

"Banyak pula yang merasa kepalanya seperti diikat," kata Powles.

Tipe sakit kepala ini bisa terjadi karena beberapa hal, seperti stres, kurang tidur, atau lapar. Nah, untuk menghilangkannya, banyak orang mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit (painkiller).

Namun sebenarnya ada hal lainnya yang bisa dilakukan. Powles menjelaskan, kita bisa berbaring di sebuah tempat yang gelap dan sepi atau meletakkan kain hangat di dahi atau leher.

"Jika masih merasakan gejala sakit yang berkepanjangan, berkonsultasilah pada dokter untuk mencari tahu alasan di balik sakit kepala itu," ujar dia.

• Dona Nenoliu Korban Tewas Disambar Petir di TTS Berprofesi Sebagai Tukang Ojek

Bergantung dari tingkat sakitnya, sakit kepala di belakang mata juga sangat umun terjadi.

Sakit kepala semacam itu bisa menjadi gejala beberapa tipe sakit kepala lainnya, termasuk sakit kepala tegang, sakit kepala cluster, migrain, atau masalah pada mata.

"Pengobatannya bergantung pada penyebab sakit kepala tersebut."

"Jika tak yakin dengan sakit kepala apa yang dialami tersebut, coba konsultasikan pada dokter," kata dia.

• Dona Nenoliu Tewas Disambar Petir Camat Amanuban Selatan Imbau Warga Jauhi Pohon Saat Hujan

3. Sakit kepala belakang leher atau kepala

"Postur tubuh yang salah bisa membuat leher keseleo dan cedera tulang belakang bagian atas. Ini bisa menyebabkan sakit kepala disertai sakit leher," kata Powles.

Untuk mengobatinya, ia merekomendasikan langkah koreksi postur tubuh, olahraga leher, hingga fisioterapi.

Dehidrasi atau kurang minum juga bisa menyebabkan sakit kepala.

Dalam kondisi tersebut, otak akan berkontraksi sementara, karena kekurangan cairan dan menyebabkan sakit kepala.

Obat penghilang rasa sakit bisa membantu, namun redehidrasi harus menjadi pilihan pertama.

• Dona Nenoliu Tewas Disambar Petir Camat Amanuban Selatan Imbau Warga Jauhi Pohon Saat Hujan

Tidak perlu minum terlalu banyak dalam sekali teguk.

Mulailah dengan meminum beberapa teguk dan mengkonsumsi air dalam jumlah cukup secara rutin. "Dalam beberapa jam rasa sakit kepalamu akan hilang."

"Tapi jika tidak, mungkin ada penyebab lainnya. Seperti terlalu banyak mengkonsumsi kafein atau stres," kata Powles.

5. Migrain

Menurut The Migraine Trust, hampir sekitar 15 persen populasi global menderita migrain. Migrain menjadi penyakit terpopuler ketiga di dunia. Jika kita pernah merasakannya, tentunya bisa memahami rasa sakit yang amat parah yang dialami penderita migrain.

Mereka yang menderita migrain mengalami sakit kepala sebelah yang bisa semakin parah karena gerakan. Di samping sakit kepala, penderitanya juga mengalami mual dan sensitif terhadap cahaya dan suara.

"Beberapa orang mengalami sensasi seperti pengelihatan yang memburam atau sakit kepala seperti ditusuk-tusuk."

• Live Streaming Indosiar Madura United vs Persebaya Liga 1 2019, Senin 2/12 Jam 18.30 WIB

"Namun, intensitas migrain bisa berkurang seiring bertambahnya umur," ujar Powles.

Sayangnya, tidak ada obat untuk mengatasi migrain, namun ada hal yang bisa dilakukan untuk menghindarinya.

Powles menjelaskan, hal yang bisa dilakukan adalah istirahat di tempat yang gelap dan sepi, mengkompres bagian yang sakit dengan es atau air hangat.

Beberapa pengobatan medis juga bisa diberikan dengan bantuan tenaga medis di sekitarmu. "Migrain bisa dipicu banyak hal seperti alkohol, stres, kelelahan dan makanan tertentu.

Jadi coba identifikasi penyebab migrainmu jika bisa," kata Powles. Untuk mengurangi risiko migrain, minumlah banyak air, tidur cukup, terapkan diet sehat, dan hindari melewatkan makan.

• Ini Kronologi Kejadian Dona Nenoliu Korban Tewas Disambar Petir di TTS

Jika masih belum berhasil mengobati migrain, cobalah bicara dengan dokter.

Sakit kepala cluster terasa sangat menyakitkan, intens, dan biasa terjadi selama enam hingga 12 minggu. Mereka yang mengalaminya biasa merasakan sakit kepala di salah satu bagian kepala.

Biasanya di sekeliling mata atau pinggir dahi. Mengalami mata berair bahkan terkadang memerah, hingga kelopak mata membengkak dan hidung berair bersamaan.

Rasa sakit tersebut dirasakan di sisi yang sama dengan sakit kepala yang dirasakan.

Meskipun banyak dokter yang belun memahami alasan timbulnya sakit kepala ini, sakit kepala cluster dipercaya terkait dengan cidera kepala yang pernah terjadi. Sama seperti perokok berat atau peminum berat.

Powles menyarankan bagi mereka yang mengalami sakit kepala cluster untuk berkonsultasi dengan dokter.

Informasikan, mulai dari kapan mengalaminya, berapa lama dan rasa sakit yang dialami.

"Sayangnya, obat penghilang rasa sakit kadang tidak membantu mengatasi sakit kepala ini." "Namun, para dokter biasanya mengusulkan perawatan spesifik. Mulai dari terapi oksigen dan tindakan medis lainnya," ujar Powles. (*)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!