< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

2030, TransJakarta Targetkan Operasikan Seluruh Armada Berbasis Listrik

Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: MI/Galih Pradipta
Ilustrasi. FOTO: MI/Galih Pradipta
Jakarta: PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menargetkan bisa mengoperasikan seluruh armada dengan menggunakan bus berbasis listrik di 2030. Moda transportasi bus rapid transit pertama di Asia Tenggara dan Selatan ini menargetkan jumlah armada yang dioperasikan pada tahun tersebut sebanyak 14 ribu.
 
Presiden Direktur TransJakarta Agung Wicaksono mengatakan target tersebut akan dicapai secara bertahap. Sebab, ia bilang, ada usia armada yang baru didatangkan dan tersisa 10 tahun ke depan. Namun armada tersebut masih belum berbasis listrik. Selain itu, kata Agung, tahun depan pihaknya masih akan ada penambahan armada yang bukan berbasis listrik.
 
Ia bilang mulai 2021 TransJakarta baru akan mengutamakan penambahan armada yang berbasis listrik. "Itu goals-nya 2030 kita ingin semuanya. Totalnya 14 ribu unit mulai dari bus besar, sedang, seperti metromini hingga mikro seperti angkot. Kombinasi semuanya," kata Agung, di Jakarta, Selasa 26 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini moda transportasi terpadu mengoperasikan armada total sekitar 3.200-3.300. Dia bilang dari total tersebut, yang merupakan armada dari TransJakarta sebanyak 30 persen atau sekitar 900 bus. Sisanya yakni dioperasikan oleh armada lain seperti PPD, DAMRI, Kopaja hingga angkot yang seluruhnya saling terintegrasi dan menjadi bagian dari ekosistem TransJakarta.
 
"Mereka menjalankan miliknya sendiri tapi branding-nya semua TransJakarta dan dibayar oleh TransJakarta rupiah per km," tutur Agung.
 
Kedepannya dengan penggunaan armada berbasis listrik diharapkan ekosistemnya akan tetap sama. Apalagi, ia melihat, tren di masa mendatang semua kendaraan akan berbasis listrik. Ia bilang banyak kota di dunia yang sudah menggunakan kendaraan listrik. Misalnya saja di Tiongkok yang telah mengoperasikan 16 ribu bus listrik.
 
Bahkan di negara tetangga seperti Malaysia meskipun hanya satu koridor sepanjang tujuh kilometer namun bus yang dioperasikan di koridor tersebut berbasis listrik. Agung mengatakan pihaknya telah melakukan uji coba tiga armada bus listrik di tahun ini.
 
Dirinya mengharapkan agar industri otomotif di dalam negeri bisa menangkap peluang dari kebutuhan armada TransJakarta. "Kami siap saja kalau industri di dalam negeri mau memproduksi dan pastinya kalau bicara volume besar enggak mungkin bus listrik itu diimpor secara gelondongan mentah-mentah. Maka industri dalam negeri harus siap menangkap," pungkasnya.
 

(ABD)
LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!