< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Untuk Pertama Kalinya, China dan AS Kerja Sama Berantas Narkoba

Joss

Mari berbagi

    JoSS, CHINA – Majelis Hakim Pengadilan Xingtai di China pada Kamis, (7/11) menjatuhkan vonis penjara pada sembilan tersangka, dengan satu terdakwa divonis hukuman mati atas tuduhan menyelundupkan fentanil, yakni sejenis obat bius yang bisa menyebabkan kecanduan ke Amerika Serikat.

    Kasus ini menjadi sorotan karena ini kali pertama Amerika Serikat – Cina bekerja sama memberantas narkoba.

    Kerja sama kedua negara itu dilakukan saat Cina – Amerika Serikat diharapkan menanda tangani sebuah kesepakatan dagang. Fentanil adalah sejenis narkoba yang menyebabkan ketergantungan atau 50 kali lebih keras dari heroin.

    Dikutip dari reuters.com, Cina saat ini menghadapi kritik dari Amerika Serikat karena dinilai belum cukup melakukan langkah-langkah pencegahan menghentikan peredaran fentanil ke Amerika Serikat.

    Seperti diketahui, hubungan Cina – Amerika Serikat sekarang ini juga sedang ternodai oleh perang dagang dan kedua negara sedang berusaha mengatasinya.

    Pemerintah Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk memasukkan 28 perusahaan asal China ke dalam ‘Daftar Entitas alias Buku Hitam’ yang akan membatasi transaksi dengan perusahaan asal Amerika. Pada awal tahun, perusahaan teknologi raksasa Negeri Tiongkok Huawei juga sebelumnya masuk dalam daftar tersebut, dilansir CNBC International.

    Yu Haibin, pejabat senior dari Komisi Pengendali Narkoba Nasional Cina, mengatakan para penegak hukum di Cina dan Amerika Serikat telah bekerja sama untuk membongkar komplotan narkoba ini, yang menyelundupkan fentanil dan narkoba jenis lainnya ke Amerika Serikat lewat kurir.

    Satu dari sembilan terpidana itu, divonis hukuman mati dan dua orang lainnya hukuman penjara seumur hidup. Tidak dijelaskan bagaimana komplotan ini bisa dibekuk dan kerja sama detail Amerika Serikat – Cina dalam memburu pengedar narkoba ini.

    Data pusat pengendali penyakit dan pencegahan Amerika Serikat memperlihatkan lebih dari 28 ribu kematian disebabkan over-dosis narkoba, yang umumnya digambarkan terkait zat fentanil. (lna)

    LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!