< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Kabar Ahmad Dhani Terkini Angkat Bicara terkait Prabowo Subianto Jadi Menteri Pemerintahan Jokowi

Tribun-medan
grid.id/Lalu Hendri Bagus
Kabar Ahmad Dhani Terkini Angkat Bicara terkait Prabowo Subianto Jadi Menteri Pemerintahan Jokowi 

Kabar Ahmad Dhani Terkini Angkat Bicara terkait Prabowo Subianto Jadi Menteri Pemerintahan Jokowi

T R I B U N-MEDAN.com - Inilah kabar Ahmad Dhani yang masih menjalani hukuman di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Setelah lama bungkam dari dalam penjara, akhirnya Ahmad Dhani dan Lieus Sungkharisma angkat bicara terkait Prabowo Subianto Bersama-sama di Pemerintahan.

Begini tanggapan keduanya.

Ahmad Dhani
Ahmad Dhani (Instagram @ahmaddhaniofficial/tribunpekanbaru)

////

 - Walau masih di dalam penjara, Ahmad Dhani ternyata masih tetap memperhatikan perkembangan politik nasional saat ini.

Termasuk soal masuknya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang masuk dalam jajaran kabinet Indonesia Maju.

Prabowo saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Kolega Ahmad Dhani, Lieus Sungkharisma mengatakan, Dhani tidak mempermasalahkan hal tersebut meskipun ia merupakan pendukung Prabowo saat Pilpres 2019.

Disampikan Lieus, Ahmad Dhani akan turut mengawal jalannya pemerintahan saat ini.

"Kalau tadi dia (Ahmad Dhani) katakan 'ya sudahlah, kita sebagai pendukung Pak Prabowo, kita dari nol lagi. Ini pemerintahan baru, kita kawal," ucap Lieus usai menjenguk Ahmad Dhani di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Senin (4/11/2019).

Lieus menambahkan ia punya pendapat yang sama dengan Dhani.

Baginya masyarakat tak patut lagi meneruskan perselisihan akibat perbedaan pilihan politik yang sempat terjadi beberapa waktu lalu saat pilpres 2019.

"Saya mengimbau pada semua teman-teman yang dulu berbeda pilihan politik sama Ahmad Dhani, saya kira sudah selesai," ucapnya.

"Pilpres sudah slesai. Pak Jokowi dan Prabowo dalam satu perahu memimpin Indonesia," lanjutnya.

Lieus Sungkharisma
Lieus (Kompas.com/Alsadad Rudi)

Kenakan kaos tahanan politik

Selama di Rutan Cipinang, Ahmad Dhani kerap mengenakan kaos.

Bukan kaos polos, namun ia sengaja mengenakan kaos bertuliskan sebuah kalimat.

“Dia di dalam pakai baju kaos tapi tulisannya tahanan politik,” kata Lieus Sungkharisma, kolega Dhani saat menjenguk Dhani di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Senin (4/11/2019).

Menurut Lieus, kini Dhani dalam kondisi bugar.

Kesehatannya terjaga lantaran suami Mulan Jameela itu rajin berolah raga.

“Bagus (bentuk tubuhnya), saya liat ada ruangan olah raga ya. Kalau di luar agak gemuk, kalau di sini makan bagus,” katanya.

Dhani kini mendekam di Rutan Cipinang, terkait kasus ujaran kebencian.

Ia diperkirakan bebas pada akhir Desember mendatang.

Ayah 5 anak itu kini tengah menjalani proses hukum terhadap kasus pencemaran nama baik atau vlog ‘idiot’ di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur.

Kasus tersebut masih belum inkrah.

Mardani Ali Sera
Mardani Ali Sera (Kompas/KRISTIAN ERDIANTO)

Siapa saja pihak yang sempat bersedih saat  Prabowo Subianto gabung pemerintahan Jokowi?

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi satu-satunya partai politik yang menyatakan oposisi terhadap pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin hingga saat ini.

Mitra PKS dalam menjalankan peran sebagai oposisi, yaitu Partai Gerindra, kini berada di pemerintahan.

Sebab, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan menteri pertahanan.

PKS mengaku percaya diri jika harus beroposisi sendirian.

Meski begitu, PKS tetap berharap PAN dan Partai Demokrat sebagai partai yang sama-sama mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019, untuk ikut menjadi oposisi.

"Kalau kami sendiri (oposisi), tetap saja jalankan peran dan fungsi kami. Walaupun secara kalkulasi matematis agak berat," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2019).

Mardani mengatakan, meskipun harus menjadi oposisi sendirian, tetapi saat ini masyarakat mulai menyuarakan kritik tajam terhadap pemerintah. PKS pun kini merasa percaya diri.

Menurut dia, ketika oposisi lemah tetapi masyarakat sipil bangkit maka PKS pun tidak akan merasa sendirian dalam mengkritisi pemerintah.

Pengawasan masyarakat dianggap penting, meski tak ada dalam parlemen.

Apabila sentimen publik tersebut memiliki satu frekuensi dan sinyal yang sama dengan PKS, maka Mardani menilai hal tersebut bisa menjadi oposisi kepada pemerintah.

Dengan demikian, Mardani pun berharap Partai Demokrat dan PAN tetap berada di luar pemerintahan.

"Kami gembira kalau (oposisi) tiga (partai), lebih lumayan ketimbang satu. Memang pembicaraan dengan PAN dan Demokrat belum berjalan," kata dia.

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mendapat ucapan selamat dari Presiden RI, Joko Widodo saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019).
Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mendapat ucapan selamat dari Presiden RI, Joko Widodo saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Tak bahagia

Mardani mengungkapkan, meski PKS optimistis dapat menjalankan peran sebagai oposisi, tapi dia mengungkapkan ketidakbahagiaan.

PKS mengaku tak bahagia jika harus menjadi oposisi sendirian, tanpa ada teman yang mendampingi.

Sebab, jumlah partai oposisi tetap dinilai penting, selain substansi kritik yang dilancarkan oposisi.

"Karena oposisi perlu dua, perlu konten dan number," kata Mardani.

Dia mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih berdoa agar semua parpol pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada pada Pilpres 2019 menjadi oposisi.

Namun, Mardani mengaku bahwa PKS tidak berada dalam posisi untuk mengajak partai lainnya untuk turut menjadi oposisi.

"Saya bilang berharap, tapi PKS tidak dalam posisi mengajak mereka. Partai punya kebebasan dalam menentukan sikap," ucap Mardani.

"Kalau koalisi pasti pada mau, tapi kalau oposisi belum tentu mau. Kami tidak pada posisi itu (mengajak)," kata dia.

Sebab, kata dia, secara etika dan logika demokrasi, seluruh parpol pendukung Prabowo-Sandi adalah oposisi.

Dengan adanya oposisi, kata dia, maka akan ada check and balance serta sistem yang kuat. Sebab, pemerintah akan kuat apabila mempunyai oposisi yang kuat.

Sebagaimana diketahui, PKS sudah menjalin kemitraan bersama Partai Gerindra selama lima tahun, yaitu sepanjang periode pemerintahan Jokowi bersama Jusuf Kalla.

Partai berlambang bulan sabit kembar yang mengapit padi ini merupakan salah satu partai pendukung Prabowo sejak Pilpres 2014.

Setelah Partai Gerindra bergabung ke pemerintah, PKS pun tetap memilih untuk menjadi oposisi walaupun hanya sendiri.

Dengan fakta tersebut, Mardani Ali Sera mengaku sedih saat mengetahui Prabowo bergabung ke pemerintah.

Anggota DPR di Komisi II ini mengatakan, dirinya merasa sedih karena pada Pemilu 2019 lalu tingkat partisipasi publik tertinggi dalam sejarah sesudah reformasi, yakni mencapai 82 persen.

Dengan bergabungnya Partai Gerindra, Mardani khawatir masyarakat kemudian menjadi apatis dan tidak lagi mau terlibat dalam politik praktis seperti pemilu.

"Saya sedih Pak Prabowo gabung (ke pemerintah) karena ini membuat tingkat frustrasi publik tinggi yang menuju kepada apatisme," ujar Mardani.

Dia menilai, bergabungnya Prabowo ke pemerintahan membuat keterlibatan publik dalam pesta demokrasi terputus lagi.

"Karena nanti Pemilu 2024 belum tentu begitu. Kalau begini (pihak yang kalah bergabung dengan pemenang pemilu), yah, sama saja," kata dia.

Kendati demikian, kata Mardani, PKS menghormati keputusan Prabowo tersebut untuk bergabung ke pemerintahan.

Walau tak meminta izin kepada PKS, kata dia, tetapi Prabowo memang sempat bertemu dengan Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al-Jufri.

"Kami hormati, hargai dan doakan (Prabowo), tapi PKS tetap oposisi," kata dia.

Menko Polhukam Mahfud MD berbincang dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto
Menko Polhukam Mahfud MD berbincang dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (Dok. Biro Setpres)

Tak hanya berkoar-koar

Menanggapi kesiapan PKS menjadi oposisi, peneliti Formappi, Lucius Karus mengatakan, dirinya berharap agar PKS tidak hanya berkoar-koar di muka saja jika sudah memantapkan diri menjadi oposisi.

Hal penting yang dilakukan PKS adalah menunjukkan taji saat berada di parlemen.

"PKS jangan jadi oposisi yang pintar membangun opini publik tapi lemah bargaining saat buat kebijakan resmi di parlemen," kata Lucius.

Sebab, kata dia, jika PKS hanya ramai membentuk opini publik tanpa melakukan langkah yang substansif, maka akan membenarkan anggapan bahwa PKS memiliki tujuan tersendiri untuk menghadapi Pemilu 2024.

"Kalau mau didukung rakyat untuk hal-hal terkait rakyat, PKS harus terdepan lawan penguasa," kata Lucius Karus.

AHMAD DHANI di Rutan Cipinang
AHMAD DHANI di Rutan Cipinang (grid.id/Lalu Hendri Bagus)

Ahmad Dhani mendaftar sebagai Calon Wali Kota Surabaya pada Pilkada 2020

Ahmad Dhani mendaftar melalui partai Gerindra.

Zaenal Alim, Staf Kepala Rumah Tangga DPC Gerindra Surabaya menjelaskan bahwa Ahmad Dhani mengambil formulir dengan diwakili oleh timnya.

"Ada timnya yang mengambil pada 26 Oktober 2019 lalu," ungkap Zaenal Alim kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (31/10/2019).

Menurut Zaenal, Ahmad Dhani mengambil formulir sebagai calon wali kota.

"Kami menyiapkan berkas untuk calon wali kota dan wakil wali kota. Tim Ahmad Dhani mengambil formulir sebagai Calon Wali Kota Surabaya," katanya.

Sekalipun telah mengambil formulir, Ahmad Dhani masih harus melewati serangkaian seleksi di internal partai berlambang kepala garuda ini sebelum menerima rekomendasi.

Di antaranya, dengan melengkapi berkas pendaftaran yang diserahkan pada saat pengembalian formulir mendatang.

"Pengembalian formulir maksimal diserahkan pada 15 November 2019 mendatang. Selain formulir, calon harus melengkapi dengan beberapa surat pernyataan dan esai mengenai program memimpin Surabaya," jelasnya.

Untuk diketahui, Ahmad Dhani merupakan kader Gerindra.

Pada pemilu 2019 lalu, Ahmad Dhani menjadi calon legislatif nomor urut 2 dari Gerindra untuk DPR RI.

Suami Mulan Jameela ini maju sebagai Caleg dari Dapil Jatim 1 yang membawahi Kota Surabaya dan Sidoarjo.

Sayangnya, ia gagal lolos setelah berdasarkan perolehan suara, ia gagal bersaing dengan rekan separtainya Rahmat Muhajirin.

Selain sebagai kader, pentolan band Dewa 19 ini dekat dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Bahkan, pada saat pemilihan presiden lalu, Ahmad Dhani menjadi salah satu juru kampanye nasional Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Lalu, siapa yang akan menjadi pesaing berat Ahmad Dhani jika nantinya lolos di penjaringan Partai Gerindra?

Berikut di antaranya:

1. Wisnu Sakti Buana

S
Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya, Wisnu Sakti Buana, bicara persiapan final Piala Presiden 2019 Persebaya Surabaya Vs Arema FC (surya/pipit maulidiya)

Wisnu Sakti Buana menjadi salah satu bakal calon kuat wali kota Surabaya. 

Jabatan Wisnu saat ini sebagai wakil wali kota surabaya menjadi pertimbangan khusus PDIP sebelum memutuskan. 

Apalagi, di pilwali 2020, PDIP memberikan prioritas dari kader internalnya. 

”Kami lihat situasinya. Prinsipnya, kami memprioritaskan kader internal namun tetap mengutamakan keinginan masyarakat,” jelas Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi.

2. Armuji

S
Armuji yang mencalonkan diri sebagai calon wali kota Surabaya lewat DPC PDIP. (surya.co.id/ahmad zaimul haq)

Selain Wisnu Sakti, nama anggota Komisi A DPRD Jatim Armuji juga menjadi ancaman. 

Kader PDI Perjuangan yang mantan Ketua DPRD Kota Surabaya ini saat ini terus mencuri sipati warga. 

Dalam sehari ini saja, sepanjang hari Minggu (13/10/2019) tadi, Cak Ji menyisir empat titik.

Selain mendekati kaum muda milenia, kader PDIP ini menebar simpati di hadapan ribuan warga kota pahlawan.

Dia berada di tengah-tengah mereka dalam pawai budaya Sawunggaling, di Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya.

Salah satu peraih suara terbanyak di DPRD Jatim dapil Surabaya ini bahkan mendapat kehormatan ikut memberangkatkan pawai budaya Sawunggaling.

Padahal pada Sabtu malam, Cak Ji sudah cangkruk bersama kaum milenia Surabaya.

Minggu pagi pukul 06.00, politisi PDIP itu berada bersama kaum lansia saat senam bersama di gelaran Car Free Day, Jl Raya Darmo. 

Totalitas arek Surabaya ini pun berlanjut. Cak Ji kembali berada di antara ratusan pegawai kategori 2 (K2), yakni pegawai honorer yang bekerja di lingkungan kantor pemerintah.

GTT dan PTT Jatim termasuk Surabaya menggelar Raker Perhimpunan Honorer Kategori 2 Indonesia (PHK2I) di Surabaya. 

Dalam reuni Mahasiswa Arsitek yang digelar sore ini, Cak Ji didorong totalitas dalam Pilwali.

"Saya merasa mendapat energi baru saat melihat respons masyarakat. Mereka perlu diajak komunijasi dan didengar," kata Cak Ji.

3. Dyah Katarina

S
Potret Dyah Katarina (surya/nuraini faiq)

Istri mantan Wali Kota Bambang DH, Dyah Katarina, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Pilwali Surabaya 2020.

Ia telah menyetorkan formulir pendaftaran dan berkas untuk penjaringan bakal calon Wali Kota di DPC PDIP Surabaya, Sabtu (14/9/2019).

Politisi yang anggota fraksi PDIP DPRD Surabaya itu ditemani sang anak dan puluhan pendukungnya yang memadati kantor DPC PDIP Surabaya, yakni dari Paguyuban Bunda Pos Paud Terbaru Surabaya serta puluhan Bonek yang turut mengiringinya.

Saat ditemui usai menyerahkan seluruh berkas, Dyah mengatakan dirinya bersungguh-sungguh ingin maju di Pilwali Surabaya 2020. Ia menuturkan akan melanjutkan serta memperbaiki program Tri Rismaharini jika mendapat restu dari DPP.

"Ya yang baik-baik akan dilanjutkan, yang tak berhasil perlu dievaluasi lagi," katanya saat ditemui TribunJatim.com (grup surya.co.id).

Saat ditanya seberapa besar keyakinan dirinya untuk mendapat rekomendasi dari DPP, ia enggan menjawab lugas.

Ia hanya mengatakan sepenuhnya menyerahkan keinginannya pada keputusan partai berlambang banteng moncong putih itu.

Dia mengungkapkan, pada awalnya dirinya tak memiliki pikiran bahkan niat untuk maju di Pilwali Surabaya 2020 mendatang.

Namun, ia menyebut banyak dorongan kepada dirinya terutama dari kalangan pendukung loyalnya yang mayoritas dari kalangan ibu, mendorongnya agar bersedia maju berebut rekom hingga berebut dukungan warga Kota Surabaya.

"Iya didorong mereka (pendukung), ada yang sampek nangis-nangis ngedukung saya," beber Dyah Katarina.

Untuk diketahui, Dyah Katarina merupakan istri dari mantan Wali Kota Surabaya dan mantan Bappilu DPP PDIP, Bambang DH.

Saat ini, Dyah Katarina tercatat sebagai anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDIP.

4. Ery Cahyadi

S
Kepala Bappeko Surabaya, Ery Cahyadi (surabaya.tribunnews.com/nuraini faiq)

Nama Kepala Bappeko Kota Surabaya Ery Cahyadi disebut cukup diunggulkan dalam pilwali Surabaya 2020.

Bahkan beberapa waktu lalu Asosiasi Pesantren Indonesia Kreatif (APIK) mendeklarasikan dukungan kepada Ery Cahyadi.

Asosiasi ini terdiri gabungan jemaah  Pengajian "Ngaji Sugih" Pesantren Mukmin Mandiri dan Komunitas Pesantren Kreatif Jatim. 

Dukungan tersebut disampaikan Pengasuh Pesantren Mukmin Mandiri, KH Muhammad Zakki, dalam kegiatan Halal Bi Halal di Pesantren Mukmin Mandiri di Waru, Sidoarjo, Minggu (7/7/2019).

"Cak Ery ini orangnya masih muda, wajahnya millenial pula. Insya Allah larinya akan gesit dalam membangun Kota Surabaya seperti seniornya Bu Risma," kata KH Zakki yang langsung diamini oleh jemaah pengajian.

Hanya saja, hingga kini siapa partai yang bakal mengusung Ery belum dideklarasikan.

5. Vincentius Awey

S
Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Vinsensius Awey (surya.co.id/fatimatuz zahro)

Vincentius Awey menjadi satu dari 11 nama yang diusulkan akan diusung Partai Nasdem di Pilwali 2020.

Mantan anggota DPRD Surabaya ini cukup dikenal luas di masyarakat. 

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD NasDem Kota Surabaya, Mochammad Djauhari mengungkapkan, sebelas nama ini sudah dikirim ke DPP Nasdem.

"DPP menghendaki ke-11 nama yang telah mendaftar dikirim ke Jakarta, jadi tidak ada yang diprioritaskan," ungkap Djauhari, Jumat (1/11/2019).(Tribunnews.com/ Nurul Hanna/ Kompas.com/Deti Mega Purnamasari)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Ahmad Dhani Incar Kursi Wali Kota Surabaya, Ini 5 Nama Kuat yang Bakal Jadi Pesaingnya dan Tribunnews.com dengan judul Reaksi Ahmad Dhani Saat Tahu Prabowo Jadi Menteri Jokowi

Kabar Ahmad Dhani Terkini Angkat Bicara terkait Prabowo Subianto Jadi Menteri Pemerintahan Jokowi

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!

Komentar Teratas

Kunjungi app