< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Kesan Jusuf Kalla Selama Jadi Wapres, Tak Bisa Dibohongi, Pak Jokowi Tahu Detail

Serambi Indonesia

Meski tak lagi menjabat Wakil Presiden, menurut Kalla, dirinya dan Jokowi tak berpisah. Kalla mengatakan, ia dan Jokowi tetap akan berkomunikasi secara intensif.

SABTU (19/10/2019) merupakan hari terakhir HM Jusuf Kalla mendampingi Joko Widodo (Jokowi) sebagai Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia. Presiden dan Wakil Presiden hasil Pemilihan umum (Pemilu) 2019, Jokowi dan Ma’ruf Amin, akan dilantik oleh MPR RI, Minggu (20/10/2019) siang ini mulai pukul 14.30 WIB. Seiring dengan pelantikan tersebut, Jusuf Kalla yang akrab disapa JK akan berpindah posisi sebagai Wakil Presiden dan digantikan oleh KH Ma'ruf Amin.

Selama lima tahun bekerja sama dengan Presiden Joko Widodo memimpin pemerintahan, Jusuf Kalla punya kesan khusus terhadap Jokowi. "Selama lima tahun bersama Pak Jokowi, semua baik. Kalau tidak baik, bagaimana kita mau bekerja sama," ujar Jusuf Kalla setelah acara silaturahmi dan perpisahan bersama menteri Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Soal sosok Jokowi, Jusuf Kalla mengatakan, Jokowi paling tidak bisa dibohongi karena selalu turun ke bawah melihat langsung detailnya di lapangan. "Beliau (Jokowi) ini selalu ketahui detailnya, selalu ke bawah, ke daerah. Jadi, wajar detailnya beliau tahu dan tidak bisa dibohongi," ungkapnya.

Meski tak lagi menjabat wakil presiden, menurut Kalla, dirinya dan Jokowi tak berpisah. Kalla mengatakan, ia dan Jokowi tetap akan berkomunikasi secara intensif. "Siapa bilang berpisah, enggaklah, kita masih di Jakarta. Kan mudah dengan telepon mudah, telepon langsung kan bisa," ucap dia.

Kalla berencana mengawali masa pensiunnya dengan bepergian bersama sang istri, Mufidah Jusuf Kalla. "Setelah ini saya ingin istirahat dulu sebulan dua bulan. Mau ke mana dululah, mau jalan-jalan," kata Kalla saat santap siang bersama wartawan di Auditorium Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Selain hendak bepergian, Kalla ingin kembali fokus mengurus permasalahan sosial dan keagamaaan lewat PMI dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang dipimpinnya. Ia juga berencana menjadi pembicara terkait masalah pemerintahan, sosial, dan keagamaan di sejumlah perguruan tinggi ketika pensiun nanti. Menurut Kalla, banyak kampus yang mengundangnya untuk menjadi pembicara.

Saat pensiun nanti, Kalla akan berkantor di tiga tempat, yakni di Kantor PMI, DMI, dan kantor pribadinya. "Saya itu nanti kepingin punya tiga kantor. Kantor DMI (dan PMI), kantor pribadi, artinya kantor saya dulu di perusahaan. Walaupun saya hanya jadi adviser. Saya tidak lagi ada sangkut pautnya dengan manajemen," demikian Jusuf Kalla. (tribun network/ther)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!