< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Sebelum Dikubur, Nelayan Kafani Hiu Tutul yang Terdampar di Pessel

Covesia

Covesia.com - Nelayan di Pantai Transidano Taluak, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) mengkafani hiu tutul yang terdampar, sebelum Hiu tersebut dikuburkan, pada Sabtu (19/10/2019).

Pantauan Covesia.com di lapangan, sebelum dikuburkan menggunakan alat berat, nelayan setempat mengkafani Hiu Tutul dibagian kepala.

Menurut nelayan, mengkafani ikan hiu tutul tersebut, adalah sebagai bentuk menghargai dan menghormati ikan besar yang sudah tua hidup di dalam laut, karena ikan hiu tersebut, mati di perairan tempat biasa mereka melaut dan menangkap ikan.

Selain menghargai ikan besar yang sudah mati itu, mengkafani ikan hiu, juga sebagai bentuk tanda minta maaf para nelayan. Karena sebelumnya, ikan hiu tutul sempat tertangkap oleh jaring pukat nelayan.

"Kata orang pintar, kita harus menghormati dan menghargai hiu besar itu. Sebab, hiu itu adalah hewan laut yang cukup tua dan sangat lama hidup di perairan kita, " kata M. Rasid (67) seorang nelayan setempat pada Covesia.com.

Dikatakannya lagi, fenomena terdamparnya ikan hiu tutul tersebut, sangat jarang terjadi, dan kejadian serupa juga pernah terjadi di Kecamatan yang sama. 

"Sebelumnya, juga pernah terdampar di perairan Taluk Batuang Batangkapas, dan kita tidak tau, apakah itu fenomena atau petanda bagi kita nelayan. Jadi setidaknya, dengan kita kafani secara tidak langsung kita menghargai ikan itu mati di daerah kita," ujarnya.

Terkait kejadian ini, ia selaku nelayan berharap, tidak ada sesuatu yang tidak baik terjadi di daerah tersebut. Karena, terdamparnya hiu tutul besar ini kali keduanya terjadi di Kecamatan Batangkapas.

"Ya kita berharap, muda-mudahan tidak akan ada terjadi apa-apa setelah peristiwa terdamparnya hiu tutul ini, dan kita juga berharap, atas kejadian ini juga tidak berpengaruh kepada hasil tangkap nelayan kita," pungkasnya.

Sementara, Fadly Pratama Widjaya, petugas dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi nelayan setempat. Karena nelayan, mengkafani hiu tutul yang mati terdampar di pantai tersebut.

"Apakah ini soal budaya atau lainnya. Setidaknya, dengan dikafaninya ikan itu, kita bisa menilai. Bahwa nelayan kita sangat peduli dengan laut dan se isinya," katanya pada Covesia.com.

Menurut Fadli, apa yang dilakukan oleh nelayan dengan mengkafani hiu tutul yang mati itu. Bisa dilihat nelayan sangat melindungi ikan-ikan besar dan langkah hidup di perairan Indonesia.

"Kita sangat apresiasi nelayan kita. Sebab, kita tahu, ikan hiu tutul itu adalah biota laut yang dilindungi. Berarti secara tidak langsung, nelayan kita juga ikut melindunginya," singkat Fadli.

Kontributor: Indrayen Putra

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!

Komentar Teratas

Kunjungi app