< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Korban Hujan Batu Menunggu Ganti Rugi PT MSS

AyoPurwakarta
Korban 'hujan batu' Khalid (60) melihat kondisi rumahnya yang rusak. (Dede Nurhasanudin/Ayobandung.com)

TEGALWARU, AYOPURWAKARTA.COM--Pejabat Sementara Kepala Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta Dedi Supriadi masih melakukan musyawarah dengan masyarakat soal relokasi.

"Belum, belum ada kesepakatan, kita masih menunggu ganti rugi dari pihak PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS)," ujar Dedi, Jumat (11/10/2019).

Dia mengatakan, soal relokasi itu urusan lain karena yang paling penting ganti rugi dari pihak perusahaan terealisasi. "Jika sudah selesai maka membahas soal relokasi, cuman saran dari Pak Dedi tadi untuk direlokasi," kata dia.

Dia menyebut, soal ditutup dan tidaknya perusahaan tersebut itu bukan urusan masyarakat, yang paling penting adalah perusahaan harus ganti rugi kerugian mereka.

"Intinya pihak perusahaan harus mengganti rugi, soal ditutup dan tidak bukan urusan masyarakat, namun mereka setuju jika perusahaan itu ditutup," ucap dia.

Pada Selasa (8/10/2019) lalu permukiman warga di Kampung Cihandeulem, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta dihujani batu berukuran besar hingga menimbulkan tujuh rumah rusak dua di antaranya hancur, dan satu sekolah rusak imbas peledakan perusahaan tambang batu PT MSS.

Warga mengaku trauma setelah peristiwa itu terjadi karena khawatir sisa-sisa bebatuan di lereng gunung menggelinding menimpa permukiman warga.

"Jelas trauma, sangat trauma," ujar warga setempat, Khalid (60).

Khalid adalah salah satu pemilik rumah yang rumahnya tertimpa batu berukuran besar hingga hancur tak berbentuk. Khalid mengaku mengalami kerugian hingga mencapai Rp800 juta. "Yah sekitar segituh, dan saya meminta pihak perusahaan segera ganti rugi," tegas dia.

Saat ditanya soal relokasi ke tempat lain, Khalid mengaku belum bisa memutuskan. "Tidak tahu, tutup ajah deh perusahaaannya," ujar dia.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!