< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Cerita Sekeluarga Selamat dari Longsoran Batu Besar di Kampung Cihandeleum Purwakarta, Rumah Hancur

Tribun-jabar

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- Kholid (60) dan Neneng Fatimah (43) tampak hanya termangu menatap rumah mereka yang kini hanya menjadi reruntuhan.

Rumah mereka hancur sejak tiga hari lalu, Selasa (8/10/2019), karena tertimpa batu besar menyusul aktivitas peledakan batu oleh pekerja PT MSS di Kampung Cihandeleum, Kabupaten Purwakarta.

Tidak hanya kehilangan rumah, Neneng juga kehilangan sumber penghasilan setelah rumah mereka dan isinya hancur tertimpa batu besar.

Barang-barang di dalam rumah berubah jadi rongsokan semisal mesin jahit, kulkas, televisi, etalase, dan tempat tidur.

"Mesin-mesin jahit itu untuk kursus, mata pencarian saya. Semua hancur, tersisa sedikit bagian musola," kata Neneng.

• Video Detik-detik Setelah Batu Raksasa Hujani Rumah-rumah di Purwakarta

• Minim Kontribusi, Bupati Purwakarta Ingin Perusahaan Penyebab Hujan Batu Segede Gajah Ditutup

Satu-satunya yang bisa disyukuri Neneng adalah semua anggota keluarganya selamat. Mereka sedang tidak berada di rumah saat peristiwa nahas itu terjadi.

Empat anak Neneng sedang keluar rumah sedangkan sang suami berada di Sukabumi.

"Saat itu, saya sedang di belakang, di rumah tetangga. Tahu-tahu seperti meledak, batu-batu berterbangan. Bersyukur, kami tidak di rumah," ujar Neneng, Jumat (11/10/2019).

Suami Neneng, Kholid menaksir kerugian materi yang dialami  keluarganya mencapai Rp 800 juta lebih. Selain itu, mereka juga masih mengalami trauma karena peristiwa tersebut.

"Bukan was-was lagi, kejadian begini kami jadi takut. Kalau pun rumah dibangun di sini, enggak mau lagi. Anak-anak pada takut," ujarnya.

• Polres Purwakarta Periksa 3 Orang dari PT MMS, Imbas Hujan Batu yang Menerjang Kampung Cihandeuleum

Sementara, Kholid membawa keluarganya mengungsi di rumah orangtuanya yang masih ada di Kampung Cihandeleum.

Menurutnya, sebelum longsoran batu-batu besar itu terjadi, di kampungnya kerap terjadi longsor-longsor kecil.

"Masyarakat maunya aman dan tidak takut tapi apa daya kekuatan masyarakat hanya sampai mana," katanya.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Jabar, selain rumah keluarga Kholid, longsoran batu besar juga menghancurkan rumah Dodi Dores (37).

Sebuah batu setinggi sekitar 10 meter itu tergeletak di bagian belakang rumah Dodi Dores.

Di luar rumah yang hancur itu, puluhan rumah dan sekolah hanya mengalami kerusakan ringan.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!