< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Dedi Mulyadi sarankan warga Kp Cihandeuleum terdampak hujan batu direlokasi

Elshinta

Elshinta.com - Setelah mengunjungi aliran DAS Cilamaya yang diduga tercemar limbah. Anggota DPR RI Dedi Mulyadi datangi warga yang terdampak Hujan Batu di Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamulya, Tegalwaru Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (11/10).

Di lokasi, Dedi mengatakan perlu ada penanganan khusus terutama untuk masyarakat ke depan. Apalagi memasuki musim penghujan bisa menjadi ancaman kedepan.

Sehingga di hadapan para warga, Dedi memberikan solusi agar warga berjumlah 58 KK tersebut untuk direlokasi ke tempat aman. Terlepas ditutup atau tidak tambang tersebut. "Geser ke tempat yang lebih aman, saya lihat mereka masih agak trauma bencana, agar mereka hidup nyaman," kata Dedi, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandy.

Menurutnya perlu dipikirkan secara jangka panjang. Termasuk berbagai aspek dari ekonomi dan ekologi. Bahkan Dedi tetap menyarankan agar pertambangan tersebut untuk ditutup.

"Regulasi ingat betul dulu ada beberapa titik yang tidak boleh ditambang, tetapi saya lihat ada perluasan izin, bahkan kejadian ini bisa jadi ada kesalahan standarisasi dan pelanggaran jadi saran saya adalah lebih baik ditutup," ujarnya.

Bahkan dirinya berencana akan menemui pihak terkait yang mengurus perizinan di Provinsi Jawa Barat. Apalagi kejadian di wilayah Dapil dirinya. "Mewakili masyarakat di sini, kemungkinan saya akan temui dinas yang membidangi ini di Jawa Barat, dengan memberikan saran yang serupa, ucapnya.

Dedi pun beranggapan selama ini pertambangan tidak memberikan implikasi terhadap kesejahteraan, baik secara siklus ekonomi maupun lingkungan di sekitar.

Implikasinya apa, padahal lingkungan itu kan mahal, ya harus diaudit betul dampak secara ekonomi dan lingkungan termasuk kesejahteraan masyarakat.

Apabila direlokasi, lanjut Dedi, bahwa lokasi bisa dijadikan recovery apalagi ada permintaan dibuat monumen. "Tadi ada yang minta dijadikan monumen dan batunya minta tidak dibelah, ya ini bagus buat pariwisata kan bisa terkoneksi dengan wisata gunung parang," bebernya.

Sedangkan pihaknya juga akan mengirimkan relawan, untuk mengurangi traumatik warga sekitar. "Kita akan kirimkan psikolog untuk mengurangi trauma masyarakat melalui trauma healing," tandasnya. 

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!