< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Hujan Batu Berukuran Raksasa di Purwakarta

MEDIAJABAR

PURWAKARTA – Peristiwa hujan batu berukuran raksasa yang terjadi di Kampung Cihandeleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat Selasa (8/10/2019) cukup menyita perhatian.

Persitiwa tersebut  menghancurkan sedikitnya 6 rumah dan 1 sekolah. Kerusakan cukup parah, mengigat ukuran batu yang menghantam bangunan  tersebut begitu besar.

Hujan batu berukuran raksasa yang disebabkan oleh proses peledakan atau blasting yang dilakukan PT MSS itu akan segera diselidiki oleh aparat penegak hukum.

Saat ini Polres Purwakarta telah membentuk Tim untuk mengungkap adanya kemungkinan unsur kelailaian dan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) dari proses peledakan atau blasting yang dilakukan PT MSS.

“Kita masih selidiki apakah ada pelanggaran SOP dengan proses pertambangan ini atau ada unsur kelalaian lain kita akan selidiki lebih dalam lagi, dan jika ada pelanggaran tentunya akan diproses secara hukum.” kata Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius.

Setelah peristiwa itu, menurut Matrius, untuk mengungkap secara pasti penyebab kejadian tersebut, pihaknya langsung mengamankan lokasi pertambangan dan mengumpulkan sejumlah bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

“Kita sedang mengumpulkan bukti dan saksi, nanti kita ungkap semuanya. Untuk sementara kita hentikan kegiatan di PT MMS,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Purwakarta, H. Aming mengatakan, setelah melihat letak geografis pemukiman warga dan lokasi pertambangan batu andesit PT MSS tersebut, perlu rasanya dilakukannya relokasi warga.

H. Aming khawatir, kejadian serupa terulang kembali terlebih saat memasuki musim penghujan karena sangat berpotensi terjadi longsor.

“Harus direlokasi, karena pemukiman warga berada di bawah bukit/tambang batu, kalau tidak direlokasi nanti akan terulang lagi. Apalagi nanti musim hujan, takutnya longsor “terang H Aming.

Untuk lokasi, tambah dia, Pemkab Purwakarta segera akan melakukan audensi terkait waktu dan lokasi relokasinya.

“Nanti kita lihat dulu, urusan relokasi apakah itu tanggung jawab Pemkab apa Perusahaan, nanti kita musyawarahkan,” pungkasnya.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!