< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Geger Hujan Batu Raksasa di Purwakarta, Begini Kronologi Menurut Warga

dreamers
Geger Hujan Batu Raksasa di Purwakarta, Begini Kronologi Menurut Warga

DREAMERS.ID - Selasa (8/10) kemarin warga desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta digegerkan dengan munculnya bebatuan raksasa yang menimpa rumah warga. Selain itu batu raksasa tersebut juga merusak beberapa fasilitas publik.

Dari informasi yang beredar, peristiwa ini terjadi akibat proses peledakan baru oleh PT. MSS. Tetapi karena diduga tidak memperhitungkan efek dari peledakan tersebut, bebatuan sebesar gajah tersebut terlempar dan mendarat tepat di pemukiman warga.

Azis (30) warga setempat mengatakan bahwa saat ini ada total 6 rumah dan satu sekolah rusak akibat terkena hantaman batu raksasa tersebut. Di lokasi juga terlihat sejumlah 8 batu yang ukurannya sangat besar.

"Banyak sekali batu-batu yang menimpa bangunan sampai ke jalan," ujarnya.

Salah satu warga yang rumahnya terkena hantaman batu raksasa hingga hancur tak tersisa bernama Dodi Dores (37). Ia menceritakan kronologi kejadian yang terjadi pada pukul 12.30 WIB tersebut. Ia mengatakan ketika sedang melakukan peledakan, batu berukuran kecil dan besar berjatuhan hingga pemukiman warga.

“Pada jatuh ke bawah, ada yang terbang dan lainnya. Akhirnya masuk ke rumah, madrasah, kena pepohonan, ke jalan, dan lainnya," ujar Dodi, melansir Tribun Jabar.

Awalnya ia mengatakan tidak kelihatan seperti batu tetapi seperti asap pekat. Ia juga menjelaskan pada saat kejadian, istrinya sedang melaksanakan salat di dalam rumah.

"Suaranya begitu gemuruh dan dahsyat. Suaranya brak, seperti tembakan. Dengan kecepatan cepat. Saya sudah diluar, lalu memanggil masyarakat sambil menjerit-jerit memberitahu," katanya.

Ia juga menghimbau untuk pihak perusahaan bukan hanya memikirkan persoalan materi tetapi juga nyawa yang terancam akibat keteledoran ini. Maka dari itu, puluhan warga melakukan musyawarah dengan pihak perusahaan yang bertanggung jawab. Dalam pertemuan itu, Dodi menuturkan jika pihak perusahaan tidak ingin mengganti rugi, warga menuntut penutupan kegiatan tersebut.

(mnc)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!