< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

BMKG: Siklon Hagibis picu gelombang tinggi perairan Indonesia

Antara jatim
BMKG: Siklon Hagibis picu gelombang tinggi perairan Indonesia

Ilustrasi - Ombak menghantam dermaga pelabuhan nelayan sebelum datangnya Siklon Vayu di Veraval, India, Rabu (12/6/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Amit Dave/djo/foc

Surabaya (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 1,25 meter di sejumlah perairan Indonesia  pada 10 - 12 Oktober dampak Siklon Hagibis di Samudera Pasifik atau timur laut Filipina.

Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, kepada ANTARA di Surabaya, Kamis menjelaskan wilayah yang berpeluang dilanda gelombang tinggi 1,25-2,50 meter (sedang) di antaranya Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat P.Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu, Perairan Barat Lampung, dan Samudera Hindia Barat Sumatera, 
    
Selain itu, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Sumba Bagian Barat, Laut Sawu, Perairan Selatan Pulau Sawu – Rotte, Laut Timor Selatan NTT, Samudera Hindia Selatan Jawa hingga NTT, Laut Jawa Bagian  Timur, Perairan Kep. Sangihe – Kepulauan Talaud, Laut Maluku Bagian Utara, Perairan Halmahera Barat Bagian Utara, Perairan Morotai Bagian Utara, Laut Halmahera, Samudera Pasifik Utara Halmahera.    
   
Menurut dia, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari tenggara – barat daya dengan kecepatan 3 - 20 knot, sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari timur - tenggara dengan kecepatan 4 - 20 knot. 

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten, perairan selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, Laut Arafuru, dan Perairan Rajaampat – Sorong. Kondisi ini dapat mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Oleh karena itu, ia mengimbau para nelayan dan jajaran pelayaran memperhatikan potensi risiko tinggi."Dimohon masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," katanya. (*)

 

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!