< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Kebakaran di Gunung Ciremai Hanguskan 226 Hektar Lahan

Cikalnews
Kebakaran di Gunung Ciremai Hanguskan 226 Hektar Lahan

Kebakaran Sektor Awilega Gunung Ciremai hanguskan 226 hektar lahan. (foto - ist)

Majalengka  -  Kebakaran  yang  melanda  hutan  dan  lahan  kawasan  Sektor  Awilega  Gunung  Ciremai  sejauh  ini  telah menghanguskan seluas 226 hektar. Hal itu merupakan update terbaru dari sebelumnya dilaporkan 80 hektar.

"Laporan tim gabungan hingga pukul 17.50 WIB, masih terlihat titik api sekitar Lembah Ciwaringin/Blok Sitiwu dan Blok Batu Karang. Saat itu juga langsung dilakukan penanganan oleh tim gabungan di lapangan mengubur bara dengan tanah, dan pukul 18.00 WIB dinyatakan api padam," kata Kepala BPBD Majalengka Agus Permana, Rabu (9/10/2019).

Menurutnya, lahan yang terbakar antara lain ditumbuhi pohon pinus, puspa, huru, kaliandra, sebagian pohon eucalyptus dan semak belukar serta ilalang. Dipastikan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sejak tanggal 4 Oktober 2019 itu sudah dinyatakan padam.

"Sebagian besar api sudah dapat dikendalikan, tidak terlihat lagi asap dan bara. Namun, tim gabungan terus melakukan pemantauan dari Posko Lapangan maupun Pos Pendamping," katanya. Meski api sudah padam, pihaknya terus melakukan penyisiran area terdampak untuk mamastikan kondisi aman dan tidak ada lagi asap serta bara.

Salah satu upaya yang dilakukan selama penyisiran, yaitu mengecek sekat bakar untuk mematikan pergerakan api tidak akan kembali muncul dan menyebar. "Kami juga melakukan pemantauan secara berkala dan mengupdate area terdampak," tegas Agus.

Ia menambahkan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat sekitar kawasan Gunung Ciremai untuk tidak mudah membakar apa pun. Karena kondisi masih kemarau panjang dan banyak bahan mudah terbakar, sehingga dapat memicu timbulnya titik api.

"Untuk itu kami mengimbau agar warga tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan," katanya. Kejadian Karhutla Sektor Awilega, tepatnya di Desa Bantaragung Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai sejatinya diketahui pertama kali, Jumat 4 Oktober lalu.

Empat hari kemudian atau tepatnya pada Selasa 8 Oktober 2019, api baru dapat dipadamkan yang menghanguskan sekitar 226 hektar lahan. (Jr.)**

.
LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!