< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Gibran Diminta Tunda Maju Pilkada Solo untuk Hindari Anggapan Dinasti Politik

Tribunnews

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Hak putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka mencalonkan diri sebagai Calon Kepala Daerah pada Pilkada 2020.

Namun pengamat politik, Leo Agustino menilai jauh lebih baik apabila keinginan Gibran ditunda dulu.

Tak lain agar tidak membuyarkan citra Jokowi sebagai presiden anti akan dinasti politik.

"Karena jika Gibran maju dalam pilkada Solo 2020, maka identifikasi bahwa Jokowi bebas dari dinasti politik menjadi buyar," ujar Leo Agustino kepada Tribunnews.com, Selasa (24/9/2019).

Hal ini juga akan mencederai bukan hanya Jokowi sebagai Presiden Indonesia, tapi juga Gibran sebagai calon kepala daerah.

Walau pun kans Gibran begitu besar untuk menjadi kepala daerah di Solo, majunya Gibran akan menambah panjang persoalan dinasti politik di Indonesia.

"Bukan tidak boleh dia maju sebagai calon kepala daerah, tetapi agak Jokowi meninggalkan jejak demokrasi di Indonesia, maka akan jauh lebih baik apabila keinginan Gibran ditunda dulu," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan pengamat politik dari Universitas Paramadina Djayadi Hanan menyarankan agar Gibran tidak maju untuk Pilkada 2020.

"Meskipun adalah hak Gibran untuk maju jadi Walikota, lebih baik jangan maju sekarang," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini kepada Tribunnews.com, Senin (23/9/2019).

Menunda sampai Jokowi selesai sebagai presiden, kata dia, akan lebih baik bagi Gibran.

"Menunda sampai Jokowi selesai sebagai presiden, akan lebih baik bagi Gibran, juga bagi Jokowi," jelasnya.

Kenapa harus menunda?

Pertama, bila Jokowi ingin dikenang sebagai presiden yang memberi teladan baik bagi bangsa, sebaiknya anak presiden menunda dulu keinginan maju sebagai walikota.

"Ini untuk menghindari kesan membangun dinasti dan menghindari kemungkinan conflict of interest," katanya.

Lebih baik Gibran belajar dulu berpolitik dari kader partai tingkat bawah, sampai cukup siap secara pribadi.

Kedua, kalaupun Gibran maju dan menang, orang akan beranggapan dia menang karena anak presiden, bukan karena kualitas individunya.

Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakhabuming resmi menjadi kader PDI Perjuangan Solo, Senin (23/9/2019).

Dia mendaftar sebagai kader melalui ranting Manahan, bagian dari PAC Banjarsari, di kantor DPC PDIP Kota Solo.

Gibran datang ditemani sopir pribadi, sekitar pukul 14.00 WIB.

Tiba di kantor DPC setempat, suami Selvi Ananda itu disambut belasan kader PDIP.

"Saya mau mendaftar sebagai kader, semoga bapak menerima," kata Gibran setelah mengisi daftar buku tamu.

Dia menyerahkan sejumlah berkas meliputi data diri dan ijazah, serta beberapa lembar foto dirinya berlatar merah.

Setelah itu Gibran menunggu proses cetak KTA PDIP.

Tak perlu waktu lama, sekitar 30 menit KTA Gibran pun selesai.

Selain mengajukan diri sebagai kader, Gibran mengatakan kedatangannya bermaksud mendaftar sebagai bakal calon wali kota melalui PDIP.

Ketua PAC Banjarsari, Joko Santoso menuturkan tidak bisa memberi jawaban terkait pengajuan Gibran itu.

"Itu wewenang Pak Putut selaku Ketua Penjaringan Kepala Daerah. Saya tidak bisa menjawab itu Mas Gibran," kata Joko.

Tak berselang lama, Gibran berpamitan dengan para kader.

Dia menyampaikan para kader jangan sungkan meminta bantuan terkait tenaga IT untuk pengembangan partai.

"Saya juga punya perusahaan digital. Jangan sungkan kalau butuh bantuan, saya siap," ujarnya, lalu berpamitan.

Masuk Bursa Pilwalkot Solo

Pada Juli 2019, nama Gibran dan adiknya, Kaesang Pangarep sempat masuk dalam bursa pemilihan Wali Kota Solo berdasarkan survei Laboratorium Kebijakan Publik Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta.

Gibran unggul dari sisi popularitas, tetapi tidak dalam hal akseptabilitas dan elektabilitas. Menanggapi hasil survei ini, Gibran mengapresiasinya.

"Saya sangat mengapresiasi, terima kasih sekali untuk warga Solo ya yang sudah memberi penilaian yang positif untuk saya. Terima kasih sekali," kata Gibran, dikutip dari pemberitaan Kompas.com, 27 Juli 2019.

Mengenai kemungkinannya terjun ke panggung politik, Gibran menyebutkan, di keluarganya sangat demokratis dan diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan.

Sebelumnya, pada 18 Juli 2019, dalam sebuah wawancara khusus dengan Tribunnews, Jokowi mengaku tak akan melarang jika suatu saat anaknya tiba-tiba ingin maju dalam pemilihan kepala daerah.

Namun, menurut Jokowi, ia belum melihat ketertarikan anaknya terjun ke politik.

"Sampai detik ini, saya melihat anak-anak saya tidak tertarik ke dunia politik. Gibran, Kaesang, ataupun yang lain senangnya di dunia usaha," kata Jokowi.(*)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!