< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Makassar Akan Dijadikan Kota Metropolitan, Pemkot Fokus Infrastruktur

Makassar SINDOnews
Makassar Akan Dijadikan Kota Metropolitan, Pemkot Fokus Infrastruktur
Pembangunan tol dalam kota yang saat ini dikerjakan di Makassar. Pembangunan infrastruktur ini diharap bisa mengurai kemacetan dalam kota Makassar. Foto: Sindonews/Muchtamir Zaide

MAKASSAR - Kota Makassar didaulat sebagai salah satu kota yang akan dikembangkan menjadi kota metropolitan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Rencana ini tentunya disambut baik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Apalagi, Makassar merupakan pintu gerbang Indonesia Timur yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 1 juta jiwa.

Kepala Bidang Insfratruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kota Makassar, Imbang Mulyanto mengatakan pengembangan kawasan kota metropolitan di Kota Makassar sudah ada sejak lama. Bahkan, pengembangan kawasan ini telah diatur dalam Perpres 55/2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar atau yang dikenal dengan Mamminasata.



"Otomatis RTRW Kota Makassar tidak bisa lepas dari RTRW kota metropolitan Mamminasata. Apa yang direncanakan oleh kota harus sejalan dengan konsep Mamminasata. Itu tertuang di Perpres 55/2011, jadi ada sejak 10 tahun lalu. Jadi konsep pembangunannya mengacu pada konsep Mamminasata," kata Imbang.

Menyandang status sebagai kota metropolitan tidak mudah, sebab ada banyak kendala yang dihadapi. Misalnya, kemacetan hingga penyebaran permukiman yang tumbuh begitu pesat dan tidak didukung oleh pembangunan infrastruktur yang memadai sehingga menimbulkan persoalan yang kompleks khususnya dalam hal sanitasi dan air bersih.

"Harusnya dalam perkembangan suatu kotakan infrastruktur dulu, jadi jalannya dulu disiapkan baru permukiman, tapi sama dengan kota metropolitan lainnya. Apalagi permukiman di perbatasan kota itu cepat sekali, ini dikarenakan infrastruktur tidak mendukung berdampak pada kemacetan, air bersih tidak cukup, jorok karena sanitasinya tidak terpenuhi, drainase yang tidak terbangun dengan baik sehingga terjadi genangan dibeberapa tempat," terangnya.

Menyambut rencana pemerintah pusat mengembangkan Makassar sebagai kota metropolitan, kata Imbang, saat ini pemerintah kota telah melakukan sejumlah langkah konkrit. Seperti, pihaknya ingin menciptakan kota tanpa kumuh untuk kawasan permukiman. Sedangkan, untuk jaringan jalan pihaknya sudah menyiapkan jalan lingkar atau MRR.

"Saat ini kita juga sementara menyiapkan proposal untuk pengembangan transportasi massal. Untuk kereta api antar kota itu sementara direncanakan oleh provinsi, dan untuk transportasi antar titik pertumbuhan di Kota Makassar BRT itu kita sudah buatkan untuk study pendahuluannya," ungkapnya.

Imbang berharap pengembangan kawasan kota metropolitan ini bisa meningkatkan pembangunan ekonomi di Kota Makassar. Apalagi diketahui, Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur memang tumbuh begitu pesat dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 7,8% tahun ini.

"Pembangunan itu pasti arahnya ke pengembangan ekonomi. Tentunya, kalau kita sudah berencana seperti itu kita harapkan bisa untuk meningkatkan pembangunan ekonomi," tuturnya

Diketahui, rencana pengembangan kota metropolitan ini sebelumnya digaungkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. Selain Kota Makassar, ada lima kabupaten/kota lain di luar pulau Jawa yang sedang didorong kedalam agenda strategis itu.

Diantaranya, Medan (Sumatera Utara), Palembang, (Sumatera Selatan), Banjarmasin, (Kalimantan Selatan), Denpasar (Bali), dan Manado (Sulawesi Utara). Pengembangan kota metropolitan ini diharapkan untuk menggenjot investasi di Tanah Air. Dalam hal ini mendorong aktivitas ekonomi tumbuh lebih cepat yang berujung pada pemerataan wilayah Nusantara.



(agn)
LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!