Perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019 di Kabupaten Lamongan sukses digelar. Acara berlangsung dengan lancar, damai, dan kondusif.

Suksesnya semua itu tak luput dari peran serta warga yang ikut berpartisipasi mengawal berlangsungnya Pilkades. Masyarakat Lamongan turut menjaga suasana guyup dan rukun selama berlangsungnya kontestasi. 

Kabupaten Lamongan dalam gelaran Pilkades secara massal periode sebelumnya pada 2013 ada 381 desa, dan sebanyak 398 desa pada 2017. Pelaksanannya dibagi dalam tiga tahap.

Tahun ini, Pilkades 385 desa secara serentak dalam satu kali tahap pemilihan  membutuhkan perhatian yang serius.

Belum lagi menata manajemen konflik yang dimungkinkan timbul potensi konflik karena panasnya persaingan Pilkades. Bahkan Polres Lamongan turun tangan menyisir desa-desa untuk menetakan lokasi desa yang rawan konflik.

"Kedewasaan politik masyarakat Lamongan menjadi kunci. Sehingga Pilkades di 385 desa berjalan lancar dan damai. Ini merupakan kebanggaan bagi kita semua," kata Bupati Lamongan Fadeli.

Lebih lanjut, Fadeli mengapresiasi sinergitas dan dukungan semua pihak. Mulai dari TNI dan Polri, Satpol PP dan Linmas, panitia pemilihan, dan para cakades.

"Kondusifitas ini amat penting bagi pembangunan di Lamongan, karena masih banyak program pemberdayaan yang perlu disukseskan demi kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Untuk itu, Bupati Fadeli meminta kepada seluruh calon kades baik yang menang maupun yang kalah agar saling merangkul satu sama lainnya.

"Pilkades telah usai. Bagi yang menang jangan euforia berlebihan, hargailah yang kalah, tetap berbesar hati untuk saling rukun, saling rangkul, bersama-sama untuk membangun desanya masing-masing," tuturnya.

Setelah Pilkades usai, ada harapan baru yang ditancapkan kepada para kades yang terpilih. Fadeli berharap, Dana Desa yang dikucurkan selama ini agar tidak hanya dihabiskan untuk pembangunan fisik saja. Tetapi juga digunakan untuk pemberdayaan ekonomi, seperti melalui BUMDes, Warung LA, dan Desaku Pintar.

"Kita kaya akan sumber daya alam yang membutuhkan inovasi untuk dikembangkan. Dan inovasi ini hanya bisa mekar jika situasi pasca Pilkades Serentak di Lamongan kondusif. Ini menjadi stimulan untuk melanjutkan pembangunan Lamongan kedepan," ujar Fadeli.

Diketahui, setelah tahapan pemungutan dan penghitungan suara usai, tanggal 16-24 September 2019 Panitia Pemilihan akan menetapkan dan menyampaikan Calon Kepala Desa Terpilih kepada BPD (Badan Permusyawaratan Desa).

Kemudian pada 25 September 2019, BPD akan menyampaikan Pengesahan Calon Kepala Desa Terpilih kepada Bupati melalui Camat.

Setelah itu, Bupati akan menerbitkan surat keputusan tentang Pengesahan dan Pengangkatan Kepala Desa.

Dan sesuai jadwal, Pelantikan Kades terpilih akan dilaksanakan pada rentang 15 November hingga 23 Januari 2020, bersamaan dengan akhir masa jabatan kades yang lama.

Penulis : Nasih Farihuddin
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini