< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

18 Desa Nyatakan Siap Gelar Pilkades Tanpa Politik Uang

Radar pekalongan

BATANG – Kerja keras jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Batang yang secara marathon turun ke 15 kecamatan dalam giat silaturahmi kamtibmas sepertinya bakal terbayarkan. Pasalnya, dari awalnya hanya empat, kini sudah 18 desa menyatakan komitmennya menyelenggarakan
pilkades tanpa money politic.

Bupati Wihaji saat memberikan sosialisasi di hadapan peserta silaturahmi kamtibmas di Kantor Kecamatan Reban,
Senin (16/9) kemarin. (dok istimewa)

Mereka juga siap melangsungkan prosesi suksesi kepemimpinan tingkat desa itu secara beradab dan bermartabat. “Alhamdulillah, silaturahmi jajaran forkopimda ternyata membuahkan hasil. Harapan saya, pilkades serentak ini menyenangkan dan tanpa money politic, demi kemaslahatan desa. Jadikan demokrasi pilkades yang menggembirakan bagi warganya,” kata Bupati Batang, Wihaji, di hadapan peserta silaturahmi kamtibmas di Kantor Kecamatan Reban,
Senin (16/9) kemarin.

Gerakan moral anti money politic dilaksanakan di 15 kecamatan. Kegiatan itu menghadirkan semua calon kepala desa, panitia pilkades, dan Badan pemusyawarayan Desa ( BPD), serta tokoh masyarakat desa.

“Ini merupakan gerakan moral sebagai bentuk ikhtiar kita untuk masa depan yang lebih baik dan terciptanya kesejahteraan masyarakat desa, yang awalnya gerakan ini hanya 4 desa, terus bertambah 5,7, 14 sampai 17 desa,” Jelas Wihaji.

Bupati pun mengapresiasi 18 desa yang sudah berkomitmen mencegah pilkades yang transaksional. “18 desa ini bisa belajar dari Kemiri Barat, yang sudah
lebih dulu membuktikan pelaksanaan pilkades tanpa politik uang. Kalau Kemiri Barat bisa, maka desa lain pun bisa,” terangnya.

Wihaji pun menjanjikan reward berupa bantuan keuangan bagi desa yang mampu menyelenggarakan pilkades tanpa politik uang. “Besarannya antara Rp 100 sampai Rp 200 juta,” imbuhnya.

Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga mengatakan, bersama Forkopimda pihaknya siap menciptakan kondisi yang aman, tentram, dan damai dalam proses pilkades. Untuk itu, gerakan moral no money politic pun digulirkan. Namun, apakah gerakan itu didukung atau tidak, dia menyerahkan ke masyarakat.

“Salah satu faktor potensi konflik dalam pilkades adalah money politic, kalau biaya pencalonan sangat mahal. Maka niat awal yang baik untuk mengabdi mensejahterakan desa akan berubah, yang ada bagaimana berusaha untuk mengembalikan modal,” terang Kapolres.

Adapun 18 desa yang siap melaksanakan pilkades tanpa money politic, yakni Kecamatan Wonotunggal Desa Kreo,Sodong, Kemligi Kecamatan Tulis Desa Siberuk, Kecamatan Subah Kemiri Barat, Kecamatan Gringsing Desa Yosorejo, Kecamatan Reban Desa Reban, Kalisari, Candirejo, Pacet, Tambakboyo dan desa Sukomangli.

Berikutnya Kecamatan Bawang ada Desa Candirejo, Kecamatan Tersono Desa Pujud, Boja, Rejosari Timur, Satrian, Kecamatan Banyuputih Desa Dlimas, Timbang. (fel)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!