< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Tiga Pengembang Akan Serahkan Fasum

FAJAR

MAKASSAR, BKM–Tiga pengembang perumahan di Makassar berencana akan menyerahkan fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos) miliknya ke Pemerintah Kota Makassar. Penyerahan fasum dan fasos ini pun tengah di bahas oleh pemerintah.
Ketiga perumahan tersebut adalah Perumahan Bukit Khatulistiwa I oleh PT Nusasembada Bangunindo di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 14, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya. Perumahan Solthana Residence oleh PT Sinar Graha di Jalan Perjanjian Bongaya, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate. Dan Perumahan Prima Griya Tonasa oleh PT Prima Karya Manunggal di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanya.
Pemerintah Kota Makassar kini terlihat tengah serius menggalakkan penataan aset yang bersumber dari prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) perumahan.
Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah Kota Makassar, Muh Ansar menjadi hal penting.
Ansar menjelaskan, jika penyerahan fasum dan fasos memang sudah menjadi tugas dari pemerintah kota dan sekaligus kewajiban bagi pengembang perumahan.
“Tentu kami sangat menghargai jika ada inisiatif dari para pelaku usaha perumahan untuk segera melakukan penyerahan PSU sejak awal,” kata Ansar saat memimpin rapat rencana penyerahan PSU perumahan dari tiga perusahaan, di Balai Kota Makassar, akhir pekan lalu.
Ansar-pun mengimbau, agar kedepannya tidak ada lagi kesimpangsiuran terkait fasum dan fasos di Kota Makassar. Harapannya adalah site plan saat pengurusan untuk mengeluarkan IMB bisa diserahkan lebih awal, sebelum selesai pembangunan perumahan yang bersangkutan. Termasuk surat-suratnya juga sudah harus diperjelas.
“Alhamdulillah pemerintahan kali ini lebih aktif meminta penyerahan fasum fasos sehingga ada saling pengertian antara kedua belah pihak. Makin cepat diberikan PSU-nya makin bagus. Tentang serah terima fisik bisa belakangan,” ungkap Ansar.
Dengan demikian ditambahkan Ansar, tidak ada lagi ditemukan kasus perubahan site plan. Ia sendiri pernah menemukan kasus terjadinya revisi site plan oleh pengusaha. Sehingga posisi fasum/fasos yang tergambar pada site plan saat pertama pengurusan IMB berbeda dengan site plan yang digunakan di lapangan. Hal ini tentu berdampak kaburnya posisi PSU.
“Silahkan kita lanjut proses penyerahan hari ini, tinggal kita tinjau nanti di lokasi. Kita tidak ingin ada lagi kesimpangsiuran mengenai PSU ini nantinya,” tutupnya.(nug)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!