< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Riwayat RSPAD Gatot Soebroto, Tempat Habibie dan Pejabat Dirawat

Idntimes

Jakarta, IDN Times - Presiden ke-3 RI BJ Habibie, wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/9) lalu. Sebelum wafat, Habibie sempat dirawat di rumah sakit yang dipimpin oleh Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto itu.

Habibie bukan satu-satunya pejabat tinggi yang pernah dirawat di RSPAD. Sebelumnya sejumlah pejabat tinggi negara juga pernah dirawat di rumah sakit yang berada di bawah Komando Pusat Kesehatan Angkatan Darat itu.

Meski menjadi rumah sakit rujukan bagi pejabat tinggi negara, namun banyak yang belum mengetahui riwayat rumah sakit yang terletak di Jalan Abdul Rahman Saleh Raya No.24 6 1, RT 10/RW 5, Senen, Jakarta Pusat tersebut. Seperti apa RSPAD? Berikut hasil penelusuran IDN Times.

1. Dibangun awal abad 19

Riwayat RSPAD Gatot Soebroto, Tempat Habibie dan Pejabat Dirawat
IDN Times/Vamela Aurina

Dikutip dari rspadgs.net, rumah sakit militer dibangun di Nusantara pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, pada awal abad 19.  

Deandels, seorang marsekal yang memimpin pemerintah kolonial Belanda di Indonesia, berusaha meningkatkan ketahanan pemerintahannya antara lain dengan membangun jalan dari Anyer sampai Panarukan dalam waktu satu tahun, dan membentuk Dinas Kesehatan Militer atau Militaire Geneeskundige Dients (MGD).

Pembentukan Dinas kesehatan militer diwujudkan dengan membangun 3 rumah sakit militer atau Groot Militaire Hospitalen. Ketiga rumah sakit itu masing-masing terletak di Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Selain itu juga dibangun Rumah Sakit Garnizun di dalam atau di dekat tangsi militer. Groot-Militaire Hospitalen yang ada di Jakarta bukan berada di RSPAD sekarang. 

Pembangunan Groot-Militaire Hospitalen di lokasi RSPAD sekarang terkait dengan meningkatnya jumlah anggota militer yang harus dirawat akibat semakin gencarnya perjuangan bangsa Indonesia melawan Belanda, sehingga pada masa pemerintahan gubernur jenderal setelah Deandles, Groot Militaire Hospitaal dipindahkan ke lokasi RSPAD sekarang. 

Membutuhkan waktu lama, pembangunan Groot Militaire Hospitaal di lokasi RSPAD sekarang, diprediksi selesai pada Oktober 1836. Berdirinya RSPAD sekaligus menandai dimulainya perkembangan ilmu, penelitian dan pendidikan kedokteran. Juga menjadi awal dirintisnya pendidikan dokter Jawa yang disebut dengan School tot Opleiding van Indlandsche Artsen (STOVIA) atau Sekolah Pendidikan Dokter Pribumi.

2. Asal nama RSPAD Gatot Soebroto

Riwayat RSPAD Gatot Soebroto, Tempat Habibie dan Pejabat Dirawat
IDN Times/Vamela Aurina

Sebelum bernama RSPAD Gatot Soebroto, rumah sakit ini awalnya diberi nama Groot Militair Hospitaal Weltevreden dari bahasa Belanda, yang artinya Rumah Sakit Militer Besar Jakarta.

Dikutip dari berbagai sumber, setelah tahun 1950, mulai banyak rumah sakit tentara di Indonesia, salah satunya RSPAD Gatot Soebroto ini. Rumah sakit ini diberi nama RSPAD Gatot Soebroto karena berada di bawah Djawatan Kesehatan Tentara Angkatan Darat.

Nama Gatot Soebroto disematkan karena pada 1957, Gatot Soebroto menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat dan memiliki upaya membangun sarana tempat ortopedi, fisiotererapi, lapangan basket, dan asrama. Oleh karena itu, nama Gatot Soebroto dinilai cocok menjadi pelengkap nama RSPAD tersebut. 

3. Pernah dipimpin oleh Belanda

Riwayat RSPAD Gatot Soebroto, Tempat Habibie dan Pejabat Dirawat
IDN Times/Aulia Fitria

Saat masih bernama Groot Militair Hospitaal Weltevreden, RSPAD Gatot Soebroto dipimpin oleh Kolonel dokter van Bommel. RSPAD saat itu terdiri dari 60 dokter, 10 di antaranya merupakan spesialis dan 300 perawat perempuan asal Belanda. Hampir seluruh pegawai rumah sakit berstatus militer. 

Pada 1950, tentara Belanda meninggalkan rumah sakit tersebut dan berganti kepemilikan dengan melakukan serah terima kepada Kolonel dokter Satrio. 

4. Tempat pejabat dirawat

Riwayat RSPAD Gatot Soebroto, Tempat Habibie dan Pejabat Dirawat
IDN Times/Lia Hutasoit

Fasilitas yang terbilang paling lengkap, membuat RSPAD Gatot Soebroto menjadi rujukan  pejabat tinggi negara untuk mendapatkan layanan perawatan kesehatan. Termasuk bagi kepala negara. 

Beberapa pejabat tinggi negara yang pernah dirawat di RSPAD Gatot Soebroto antara lain Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur saat menjalani fisioterapi stroke. Gus Dur awalnya dirawat di RSCM, namun karena peralatan yang tidak memadai dipindahkan ke RSPAD.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga juga memilih RSPAD sebagai rumah sakit rujukan untuk pemeriksaan kesehatan. Almarhum mantan ibu negara Ani Yudhoyono sempat dirawat di RSPAD saat tifus. 

Presiden ke-3 RI BJ Habibie juga memilih RSPAD Gatot Soebroto sebagai tempat menjalani perawatan, hingga akhirnya mengembuskan nafas terakhir pada Rabu (11/9) lalu.

RSPAD juga menjadi tempat calon presiden dan wakil presiden memeriksakan kesehatan, sebagai syarat mengikuti pemilihan presiden. 

5. Pernah diresmikan oleh Tien Soeharto

Riwayat RSPAD Gatot Soebroto, Tempat Habibie dan Pejabat Dirawat
IDN Times/Lia Hutasoit

Biaya pembangunan RSPAD Gatot Soebroto terbilang tidak sedikit. Saat pembangunan gedung politeknik tahap II dan administrasi pusat sebanyak enam tingkat, menghabiskan biaya sebesar Rp12,55 miliar. 

Gedung ini diresmikan oleh Ibu Negara pada saat itu, Tien Soeharto, yang merupakan istri Presiden ke-2 RI Soeharto, yang sempat dirawat di RSPAD Gatot Soebroto sebelum meninggal dunia.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!