< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Fenomena Hari Tanpa Bayangan Akan Terjadi di Bali

Tribun Bali

Fenomena Hari Tanpa Bayangan Akan Terjadi di Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Fenomena hari tanpa bayangan akan terjadi di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Denpasar, Bali, pada 16 Oktober 2019 mendatang.

Menurut keterangan Kepala Sub Bidang Pengumpulan & Penyebaran Data BBMKG III Denpasar, Dwi Hartanto mengatakan hari tanpa bayangan (kulminasi atau transit atau istiwa) adalah fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama.

"Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat "menghilang", karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari saat terjadinya kulminasi utama
dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (14/9/2019).

Penyebab fenomena ini terjadi karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi.

Sehingga posisi matahari dari bumi akan terlihat berubah terus sepanjang tahun antara 23,5o LU s.d. 23,5o LS.

"Hal ini disebut sebagai gerak semu harian matahari," ujarnya

Nantinya fenomena ini pada saat di Denpasar, Bali pada koordinat 8 39 30.10 LS, 115 12 48.62 BT.

"Ya kulminasi utamanya di Denpasar itu pada 16 oktober 2019 tepat pukul 12.04 Wita," ujarnya.

(*)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!