< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Simon McMenemy Menanti Vonis

Topskor
JAKARTA - Peluang timnas senior Indonesia untuk lolos dari putaran kedua Pra-Piala Dunia (PPD) 2022 dan Pra-Piala Asia (PPA) 2023 semakin kecil. Hal itu karena start yang buruk pada dua laga Grup G. Tim Garuda yang ditangani Simon McMenemy harus menelan kekalahan, dari Malaysia (2-3) dan Thailand (0-3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, 5 dan 10 September lalu.

Tanpa diperintah tagar Simon Out pun langsung meluas dan mengisi daftar trending topic twitter. Pelatih asal Skotlandia itu dinilai tak mampu untuk memberikan solusi dari kekurangan yang ada dalam timnas Indonesia.

Awal Oktober pasukan Garuda akan kembali berlaga pada laga ketiga Grup G dengan bertandang ke markas Uni Emirat Arab (UEA). Terkait hal itu, PSSI mengaku sedang melakukan evaluasi agar pada laga nanti timnas bisa tampil lebih baik.

“Kalau evaluasi memang sedang berjalan, sekarang sedang dirangkum oleh tim teknis kami yang nantinya kami sampaikan kepada Komite Eksekutif untuk segera memanggil Simon,” ujar Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria

Tisha mengakui kekalahan ini menjadi pukulan bagi PSSI. “Menurut saya, kalah ya kalah dan pasti ada yang salah, semua perlu berbenah. Sebelumnya, kami tahu bahwa Liga 1 harus sudah dimulai setelah Pemilu yang artinya itu jatuh pada bulan Mei, setelahnya adalah Lebaran dan itu membuat semua tidak ideal kami menyadari itu semua,” kata Tisha.

Jadwal Liga 1 2019 yang terancang kurang baik memang berimbas pada stamina pemain timnas senior. Energi pemain timnas sudah habis dengan jadwal padat di klub.

Namun, Tisha menilai kondisi ini bukan karena kesalahan perorangan tetapi keseluruhan pembina.

“Dengan demikian ini harus dievaluasi. Timnas senior itu buah dari hasil proses bertahun-tahun, kesalahan bukan area perorangan tetapi area keseluruhan pembina. Maka dari itu apa yang ada sekarang dijaga bersama, Elite Pro Academy kita di U-16, 18, 20, Piala Soeratin, semua itu dijaga bersama. Sehingga nanti akan berbuah manis untuk timnas senior di masa yang akan datang,” ujar Tisha.

Harus diakui pemain-pemain yang memperkuat timnas senior saat ini memang mayoritas hanya dimatangkan lewat kompetisi profesional. Sementara, saat mereka kecil tak ada wadah kompetisi pembinaan yang reguler dan jangka panjang yang menjadi sarana untuk belajar dan mengevaluasi kesalahan demi kesalahan.

Namun, nasi sudah menjadi bubur, pecinta sepak bola Tanah Air sangat lapar dengan prestasi timnas senior. Setidaknya, semua penikmat sepak bola Tanah Air seakan tidak sabar melihat performa terbaik timnas senior ketika bertanding. Satu yang pasti, dalam situasi saat ini Indonesia memang butuh pelatih yang bisa menemukan solusi, bagaimana menutupi kekurangan yang ada dalam individu pemain kita.

Bayang-bayang Luis Milla pun kembali mencuat. Kicauan pendukung garuda di sosial media dengan rasa kangen dipimpin pelatih asal Spanyol itu sudah tidak terbendung. Tetapi harus diketahui angan kembalinya Milla terasa seperti mimpi belaka.

Selain Milla, seruan Rahmad Darmawan (RD) untuk melatih timnas senior juga berkumandang. Ya, pelatih yang kerap disapa RD itu kini sedang naik daun. Dirinya berhasil membawa tim sekalah PS Tira Persikabo menjadi tim yang berbahaya di Liga 1 musim ini.




Anggota Exco PSSI, Gusti Randa mengatakan untuk pergantian pelatih tentu harus melalui proses evaluasi terlebih dahulu, lalu bisa ditetapkan. Dan saat ini sedang dalam proses. Ia menuturkan satu pekan dari sekarang sudah ada keputusannya.

“Laporan resmi dari Simon sendiri selaku pelatih kami belum dapat, lalu juga dari Direktur Teknik belum memberikan laporan juga. Jadi semua yang beredar saya bisa pastikan itu belum resmi, karena tidak bisa juga Exco mengeluarkan pendapat dan itu menjadi keputusan akhir. Kabar yang beredar dalam pergantian pelatih itu masih pendapat pribadi. Kalau pendapat pribadi ya boleh saja, tapi itu bukan secara resmi Exco memutuskan itu,” kata Gusti Randa.***NIZAR GALANG GANDHIMAR

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!