< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Kabut Asap Makin Tebal, Bupati Sarankan Sekolah Diliburkan

Kabar Kubar

Warga Kubar Minta Perhatian Pihak Terkait Lewat Media Sosial

Pemandangan di tepian Sungai Mahakam wilayah Kecamatan Muara Pahu yang terhalang oleh kabut asap. FACEBOOK SAHRANI PUTRA DAYAK/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Kualitas udara di wilayah Kabupaten Kutai Barat memburuk dalam sepekan terakhir. Pasalnya kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan semakin tebal di langit. Tidak hanya dari wilayah Kubar, sebagian besar kabut asap ini diduga berasal dari luar daerah. Untuk mencegah penyakit akibat buruknya kondisi udara, Bupati Kubar FX Yapan menyarankan kegiatan belajar mengajar agar diliburkan.

“Saya kasih tahu para kepala sekolah, jika perlu anak SD bisa diliburkan,” kata FX Yapan kepada sejumlah awak media, Jumat 13/9/2019 siang tadi.

Soal kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla, Yapan mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas berladang. Agar api tidak merembet, diminta untuk membuat sekat terlebih dulu jika mau bakar ladang. Semua pihak termasuk wartawan, diharuskan terlibat dalam pencegahan Karhutla. “Jika bakar ladang sembarangan, akan didenda adat. Saya sudah imbau camat dan petinggi agar berkoordinasi dengan perusahaan untuk mencegah Karhutla,” tegasnya.

Tebalnya kabut asap membuat masyarakat kuatir akan menimbulkan penyakit pernapasan. Sehingga banyak akun di media sosial mengangkat status terkait kabut asap. Tidak sedikit yang mengeluhkan kondisi ini, dan berharap ada perhatian dari pihak terkait. “Sesak nafas ini nah, kabut asap samakin parah saja bikin menderita,” celetuk akun Facebook, Sahandra Nak Dayak.

“Ini baru namanya keluhan yang sebenarnya. Asap tebal menyelimuti hampir seluruh wilayah kutai barat. Infeksi pernafasanpun merajalela, balita, anak-anak dan dewasa. Apa tindakan kita, siapa yg bertanggungjawab? Mari kita cari solusinya, mengatasi masalah asap ini tanpa ada pihak yang harus disalahkan, salam waras,” ungkap akun Facebook, Andreas Kopong Buran, di Grup Keluhan & Saran Warga Kubar & Kaltim.

Kabut asap menyelimuti wilayah Kecamatan Melak dan Mook Manaar Bulatn, sehingga Jembatan Aji Tulur Jejangkat tampak buram dari kejauhan. FACEBOOK DEDI SUHARTO/KABARKUBAR.COM

Dari wilayak Kecamatan Muara Pahu, akun Facebook Sahrani Putra Kutai juga mengabarkan kondisi buruk disana. Ia pun meminta agar pihak terkait segera menangani. “Kabut asap di Muara Pahu, minta tolong cepat ditangani. Tolong survei dimana hutan/lahan yang dibakar, tangkap dan penjarakan orang yang membakar, sebelum ada korban jiwa. Trima kasih,” tulisnya.

Tidak hanya keluhan, akun Facebook Agneschicha Ellmo membagikan solusi agar hujan dapat segera turun. Yakni dengan menyediakan baskom yang dicampur garam, dan diletakkan di luar rumah. Kemudian biarkan menguap, dengan waktu penguapan yang terbaik sekitar pukul 11 sampai dengan pukul 13. Semakin banyak uap air di udara, akan mempercepat kondensasi menjadi butir air pada suhu yang makin dingin di udara.

Dengan cara sederhana itu, diharapkan hujan makin cepat turun. Semakin banyak warga yang melakukannya di rumah masing-masing, hingga mencapai ratusan ribu rumah, maka akan menciptakan jutaan kubik uap air di udara. “Lakukan ini, dalam satu rumah cukup satu ember air garam. Mari kita sama-sama berusaha untuk menghadapi kabut asap yang kian parah ini,” tulisnya.

Kabut asap juga membuat jadwal penerbangan pesawat dari dan ke Bandara Melalan jadi terganggu. Bahkan dalam sepekan sejumlah penerbangan terpaksa ditunda atau delay. Sebab jarak pandang yang hanya mencapai 1.000 meter di pagi hari, dan 1.500 meter pada siang hari. Sementara pengamatan Airnav yang bertugas memandu arus lalu lintas udara, jarak pandang tidak lebih dari 2.500 meter. Sementara jarak pandang normal setidaknya mencapai 5.000 meter. #Sonny Lee Hutagalung

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!