< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Efek Balon Perluasan Ganjil Genap

Medcom.id
Penerapan ganjil genap di Jalan Sudirman. MI/Galih Pradipta
Penerapan ganjil genap di Jalan Sudirman. MI/Galih Pradipta
Jakarta: Beragam cara dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengurangi kemcaetan yang terjadi di ibu kota. Salah satu cara yang dianggap cukup jitu adalah penerapan sistem ganjil genap.
 
Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum (Kasubdit Bin Gakkum) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir mengklaim perluasan ganjil genap efektif mengurangi kemacetan. Kepadatan lalu lintas terurai di ruas terdampak perluasan ganjil genap.
 
Nasir telah meninjau sejumlah ruas jalan terdampak perluasan ganjil genap. Misalnya, di Jalan Suryapranoto (Jakarta Pusat) hingga Jalan Tomang Raya (Jakarta Barat). Menurut Nasir, lokasi itu sebelumnya jadi langganan macet saat pagi. Tepatnya, di pintu keluar tol yang menuju Jalan Tomang Raya-Harmoni.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tadi saya lihat pukul 08.00 WIB itu memang cukup landai dan lancar. Artinya efektif pada ruas yang terkena gage (ganjil genap)," kata Nasir di Mapolda Metro Jaya, Senin, 9 September 2019.
 
Namun, Nasir mengakui perluasan ganjil genap juga memberi dampak pada sejumlah ruas jalan. Lalu lintas di ruas jalan yang tidak kena ganjil genap menjadi lebih padat. Misalnya, Jalan Antasari, Jakarta Selatan. Nasir mengatakan banyak pengendara mobil memilih rute Jalan Antasari untuk menghindari ganjil genap di Jalan Fatmawati.
 
Kondisi serupa terjadi di kawasan Grogol dan Roxy. Pengendara memilih melintasi jalur kawasan Grogol dan Roxy untuk menghindari ganjil genap di Jalan Tomang Raya.
 
"Nah, itu efek balon. Jadi kalau dipencet sini, sebelah sana yang melembung. Itu namanya efek dari kebijakan," ujar Nasir.
 
Perluasan sistem ganjil genap resmi diberlakukan hari ini. Sejak pukul 06.00 hingga 10.00 WIB pagi tadi, sudah 941 kendaraan ditilang karena melanggar aturan ganjil genap. Mereka terancam sanksi dua bulan penjara atau denda Rp500 ribu.
 
Berikut perluasan ganjil genap di 25 ruas Jakarta:
 
1. Jalan Pintu Besar Selatan
2. Jalan Gajah Mada
3. Jalan Hayam Wuruk
4. Jalan Majapahit
5. Jalan Medan Merdeka Barat
6. Jalan M. H. Thamrin
7. Jalan Jenderal Sudirman
8. Jalan Sisingamangaraja
9. Jalan Panglima Polim
10. Jalan Fatmawati (mulai dari simpang Jalan Ketimun 1-simpang Jalan TB Simatupang)
11. Jalan Suryopranoto
12. Jalan Balikpapan
13. Jalan Kyai Caringin
14. Jalan Tomang Raya
15. Jalan S. Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya-simpang Jalan KS. Tubun)
16. Jalan Gatot Subroto
17. Jalan M.T Haryono
18. Jalan H.R Rasuna Said
19. Jalan D.I Panjitan
20. Jalan Jenderal A. Yani (mulai dari simpang Jalan Perintis Kemerdekaan-simpang Jalan Bekasi Timur Raya)
21. Jalan Pramuka
22. Jalan Selemba Raya Sisi Barat, Jalan Salemba Raya Sisi Timur (mulai dari simpang Jalan Diponegoro-simpang Jalan Pramuka)
23. Jalan Kramat Raya
24. Jalan Stasiun Senen
25. Jalan Gunung Sahari
 

(UDA)
LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!