RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau progres pengoperasian runway 3 di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Banten, kemarin.

BKS- sapaan Budi Karya Sumadi, tiba di lokasi pukul 14.50 WIB. Dia didampingi oleh Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana Pramesti, Dirut PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaludin dan Dirut Airnav Indonesia Novie Riyanto. 

Di sana, BKS memantau runway 3 Bandara Soetta dari atas menara Air Traffic Con troller (ATC). Dia menyaksikan take off pesawat Citilink dan pendaratan Wings Air. 

Untuk saat ini, landasan hanya bisa mengakomodasi pesawat tipe Boeing 737 dan Airbus 320, tetapi jalur ini akan mulai dikembangkan menjadi 3.000 x 60 meter pada November mendatang. 

Mantan Dirut Angkasa Pura ll ini memprediksi, harga tiket pesawat turun setelah runway 3 di Bandara Soetta dioperasikan secara penuh. Karena, dalam sebulan pengoperasian sejak pertengahan Agustus 2019 saja, maskapai bisa berhemat hingga Rp 75 juta untuk sekali penerbangan.


 “Ini berkaitan dengan bahan bakar yang digunakan, kalau dulu harus menunggu beberapa menit sehingga menggunakan lebih banyak avtur,” katanya. 

Menurutnya, beroperasinya runway 3 ini bisa menambah pergerakan pesawat menjadi 81 pesawat per jam sehingga pesawat tak perlu berputar-putar di udara jika ingin mendarat. 

BKS membandingkan sewaktu dia masih menjabat sebagai Dirut Angkasa Pura II. 

“Waktu saya di AP II dulu sebagai dirut, take off/landing masih rata-rata 70 per jam. Sekarang 81 take off/landing tiap satu jam. Nanti apabila beroperasi menjadi 3.000 maka take off/landing yang dilakukan menjadi 100 take off landing per jam,” tuturnya. 

Dia berterima kasih kepada Presiden Jokowi, Airnav, AP II dan Dirjen Perhubungan yang mengawali proyek ini. 

“Semoga yang kita lakukan ini bisa memberi kemudahan, khususnya bagi pesawat- pesawat besar untuk datang ke Indonesia dan akhirnya memberikan suatu kejayaan bagi Indonesia,” ucapnya. 


Untuk diketahui, setelah sekian lama Bandara Soetta hanya memiliki dua runway, kini telah dibangun dan dioperasikan runway baru yaitu runway 3. Runway sudah dioperasikan selama satu bulan secara terbatas pada sebagian area seluas 2400 meter kali 45 meter saja. 

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, penghematan terjadi karena pesawat tidak lagi antre dan menunggu terlalu lama untuk take off and landing. 

Dengan begitu, avtur yang digunakan pun bisa lebih irit dari biasanya. Tak hanya diharapkan bakal menurunkan harga tiket, Awaluddin menyebut waktu tunggu atau potensi delay dari penumpang juga bakal berkurang. 

Dulu, satu pesawat harus menunggu atau antre hingga 7 pesawat. Kini, hanya antre 4 pesawat saja. “Sekarang 75 sampai 71 take off landing per jam, nanti kalau sudah bisa bisa sampai 100 per jam,” katanya. 

Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto juga mengatakan, dengan runway baru ini, pesawat bisa langsung menuju taxi way untuk langsung ke apron. Sehingga, salah satu komponen biaya terbesar dari pesawat adalah bahan bakar, bisa dihemat. “Harapannya harga tiket bakal turun,” ucapnya. [KPJ]