< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Hendro-Prabowo Bertemu Bahas Papua

Tribun Manado

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dalam pertemuan, Hendro menyajikan makanan nasi mande buatan istri Hendropriyono untuk Prabowo. "Tadi saya merusak diet saya sendiri, saya makan nasi mande buatan ibu ya," kata Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mengaku hanya bernostalgia membicarakan masa-masa dinas di TNI AD juga membicarakan tentang konflik Papua. "Ini saya pertemuan kekeluargaan seperti biasa saja, dulu saya kenal putra-putri pak Hendro masih kecil-kecil. Sekarang sudah segini, wah sudah tua juga saya ya," ucap Prabowo Subianto, seraya senyum.

Dalam perbincangan tentang konflik Papua, Prabowo mendukung langkah-langkah pemerintah dalam mengembalikan stabilitas keamanan. Prabowo datang menggunakan kendaraan jenis MPV dengan kawalan dua mobil SUV sekitar pukul 19.00 WIB malam. Prabowo baru keluar dari rumah Hendropriyono sekitar pukul 23.00 WIB.

Terlihat juga mobil dinas TNI AD dengan plat bintang empat memasuki kawasan kediaman Hendropriyono di kawasan Senayan, Jakarta Selatan. Diketahui, Hendropriyono juga telah bertemu dengan Presiden ke-6 RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bertukar pikiran. PKPI menyambut baik pertemuan Ketua Dewan Kehormatannya itu dengan kedua ketum parpol lainnya. PKPI menyebut pertemuan itu menunjukkan jiwa kenegarawanan tokoh bangsa.

"Ini bentuk sangat nyata dari jiwa patriotik dan kenegarawanan dari ketiga tokoh bangsa panutan, dan kita wajib untuk mampu meneladaninya. Betapa pun kerasnya perbedaan politik, pada akhirnya kita adalah saudara sebangsa dan setanah air, yang wajib menjunjung tinggi persatuan Indonesia," ujar Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan.

Hendropriyono usai pertemuan dengan PRabowo menjelaskan, masyarakat Indonesia harus bersatu untuk melawan kekuatan-kekuatan asing yang ingin memecah-belah bangsa, khususnya di Papua. Menurutnya, konflik yang terjadi di Papua merupakan bentuk kekuatan asing yang ingin memecah-belah bangsa Indonesia.

"Benny Wenda itu kan orang asing, terus ada orang asing di sana ketahuan ikutan demo. Nah oleh sebab itu kita harus bersatu untuk melawan itu semua," ujar Hendropriyono. Dirinya juga mengaku, banyak diberikan masukan dari rekan-rekannya semasa dinas di TNI AD, seperti SBY dan Prabowo untuk menyelesaikan konflik sosial di sana.

Hendropriyono pun mengecam adanya upaya yang dimaksudkan untuk mengganggu kedaulatan bangsa dengan menyebarkan berita bohong atau hoaks. "Juga terutama jangan kasih panggung kepada orang-orang asing yang main, baik dia dari luar negeri maupun ada di Papua, dia ngacak-ngacak negeri kita, jangan dikasih panggung," kata Hendro.

Terpisah, Anggota Komisi I DPR RI, Charles Honoris, mengapresiasi tindakan cepat Polri dalam melakukan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur. Menurutnya, hal ini harus menjadi momentum untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang bahaya rasisme.
"Dan bahwa diskriminasi terhadap ras dan etnis bukan saja salah secara moral, tetapi juga memiliki sanksi hukum yang tegas bagi para pelakunya," ujar Charles.

Ia menyebut perilaku diskriminasi terhadap ras dan etnis adalah sikap yang tidak dapat ditolerir dengan alasan apapun. UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, menegaskan bahwa adanya perlindungan kepada warga negara dari perilaku diskriminatif oleh siapapun. Oleh karena itu, kata dia, sudah tepat apabila Polri melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan kebencian terhadap masyarakat Papua di Jawa Timur beberapa saat lalu.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan HAM seperti Indonesia wajib mengupayakan penghapusan segala bentuk diskriminasi, baik itu berdasarkan ras, suku atau agama. "Apalagi Indonesia adalah negara yang penduduknya sangat beragam, sehingga penyebaran kebencian dan perilaku diskriminatif terhadap ras, etnis dan agama, sangat membahayakan keutuhan NKRI," ucapnya.

Charles pun mendukung penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang melakukan tindak diskriminasi maupun menyebarkan kebencian untuk dilakukan secara konsisten dan tanpa pandang bulu. Ia juga menilai penegakan hukum terhadap segala bentuk diskriminasi harus dilakukan tanpa menunggu adanya gejolak di tengah masyarakat.

"Pemerintah ke depan harus bisa menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk terus mensosialisasikan kepada publik bahwa sikap rasisme bukan saja salah secara moral, tapi mempunyai ancaman hukuman pidana yang tidak ringan. Bahwa tidak ada perbuatan rasis yang terlalu kecil, sehingga tidak mempunyai konsekuensi hukum atasnya," pungkasnya. (Tribun Network/dit/len/wly)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!