< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Setelah 6 Orang, Tiga Pengurus PKR Ditangkap Terkait Video Gay Menteri Malaysia

Tribun Batam
Setelah 6 Orang, Tiga Pengurus PKR Ditangkap Terkait Video Gay Menteri Malaysia

TRIBUNBATAM.ID, KUALA LUMPUR - Setelah menangkap enam orang dalam kasus video gay menteri Malaysia, termasuk Haziq Abdullah Abdul Aziz, kepolisian Malaysia menangkap tiga orang lagi, Selasa (16/7/2019) sore.

Tiga orang yang ditangkap itu adalah pengurus Partai Keadilan Rakyat (PKR) sebuah negara bagian.

PKR adalah partai yang didirikan dan dipimpin oleh Anwar Ibrahim dan Azmin Ali, Menteri Perekonomian Malaysia yang disebut-sebut dalam film gay itu menjabat wakil presiden partai.

Penangkapan ini seakan-akan membenarkan pernyataan Azmin Ali bahwa video yang ditujukan untuk menghancurkan karir politiknya berasal dari internal partai.

• Gerhana Bulan Parsial Terjadi Rabu 17 Juli 2019 Dinihari Nanti, Ini Tata Cara & Niat Sholat Gerhana

• Ini Dia Profil 4 Emak-emak yang Lawan Donald Trump. Galang Kekuatan Lengserkan Presiden

• Najib Razak Akui Habiskan Rp 11,5 Miliar untuk Belanja Pakai Kartu Kredit

Sebelumnya, polisi menahan enam orang, termasuk Ketua AMK (angkatan muda PKR) Santubong, Haziq Abdullah Abdul Aziz yang sbelumnya mengaku sebagai pemeran dalam video tersebut. 

Berita Harian Online mengatakan, pengurus partai yang ditangkap berusia 37 tahun bersama dua sekannya oleh kepolisian Bukit Aman, di sebuah rumah di Pasir Gudang, Johor Bahru.

Ketiganya kemudian dibawa ke kantor Kepolisian Daerah Seri Alam, Johor.

Dengan penangkapan ketiga orang ini, jumlah keseluruhan tangkapan terkait video gay menteri ini menjadi sembilan orang.

Kepala Reserse Kriminal Bukit Aman, Datuk Huzir Mohamed membenarkan penangkapan tersebut, namun enggan memberikan penjelasan, termasuk nama ketiga tersangka.

Haziq Ditahan 6 Hari

Dia hari sebelumnya, Haziq Abdullah Abdul Aziz ditangkap polisi, Minggu (14/7/2019) malam.

Haziq ditangkap bersama lima orang lagi dalam sebuah penggerebekan besar-besaran di sekitar Lembah Klang, Kuala Lumpur, dan akan ditahan selama enam hari, untuk menyelidikan.

Penahanan itu dibenarkan oleh Kepala Reserse Kriminal Bukit Aman, Datuk Huzir Mohamed, namun ia tidak menjelaskan penangkapan terkait apa.

Dilansir Berita Harian Online, keenam orang tersebut diselidiki terkait UU Komunikasi dan Multimedia.

 Sehari, Najib Razak Beli Perhiasan Rp 11,5 Miliar Pakai Kartu Kredit, Dibayar Oleh Orang Ini

Keenamnya dibawa ke Pengadilan di Jalan Duta, Kuala Lumpur, Senin pagi untuk mendapatkan perintah penahanan.

Ini adalah kali kedua Haziuq ditangkap setelah sebelumnya juga dicegat polisi di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), saat hendak pergi ke Manila, Filipina.

Namun, Haziq dibebaskan keesokan harinya oleh polisi dengan jaminan.

Video gay kedua Menteri Perekonomian Malaysia Azmin Ali
Video gay kedua Menteri Perekonomian Malaysia Azmin Ali (kolase/Malay Mail)

Penahanan Haziq dkk diduga masih berkaitan dengan video hubungan sesama jenis Menko Perekonomian Malaysia Azmin Ali yang juga Wakil Presiden PKR, partai yang didirikan dan dipimpin oleh Anwar Ibrahim.

Menurut informasi, Haziq (27) ditangkap bersama dua orang berusia 25 dan 28 tahun di sebuah restoran di Kelana Jaya, Petaling Jaya, Kuala Lumpu, Minggu malam, sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Dalam penangkapan itu, polisi juga merampas lima telepon genggam serta kartu seluler di dalamnya.

Polisi kemudian menahan lagi seorang anggota PKR berusia 36 tahun di sebuah restoran di sebuah pasar di Bukit Bintang.

Informasi yang dilansir media Malaysia, rumah seorang individu yang ditahan itu diduga menjadi lokasi pembuatan video pengakuan Haziq yang kemudian diunggah di Facebook,  di Alor Setar, Kedah.

Polisi juga menangkap seorang lagi laki-laki berusia 36 tahun di Subang Jaya, dan merampas enam telepon genggam berbagai model dan kartu SIM di dalamnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua video mesum pria sesama jenis membuat heboh di Malaysia beberapa waktu lalu karena seorang pria dalam video tersebut disebut-sebut seorang menteri.

Kasus ini makin liar setelah seorang politisi muda Muhammad Haziq Abdul Aziz mengaku sebagai pemeran video dengan menteri tersebut.

Abdul Aziz yang juga sekretaris senior untuk Wakil Menteri Industri Primer dan Komoditas Datuk Seri Shamsul Iskandar Mohd Akin (bukan menteri dalam video itu), mengatakan bahwa menteri tersebut tidak cocok untuk menjadi seorang pemimpin.

"Saya, Haziq Aziz, membuat pernyataan bersumpah bahwa saya adalah individu dengan (menteri) dalam video yang viral kemarin. Video itu diambil tanpa izin saya pada 11 Mei selama pemilihan sela di Sandakan, di kamarnya di Hotel Four Points," katanya seperti dilansir TribunBatam.id dari The Star Online.

"Saya mendesak SPRM (Komisi Anti Korupsi Malaysia) untuk menyelidiki (dia) dalam kasus korupsi. Dia bukan individu yang memenuhi syarat untuk menjadi seorang pemimpin," katanya dalam sebuah video di halaman Facebooknya, Rabu (12/6/2019) pagi .

Klip video dan beberapa foto tak senonoh dari dua pria, termasuk yang menyerupai seorang menteri, menyebar luas melalui WhatsApp di Malaysla.

Anggota dewan tertinggi Umno, Datuk Lokman Noor Adam telah mengajukan laporan polisi mengenai masalah ini.

"Saya ingin polisi untuk menyelidiki keaslian video, yang telah menyebarkan video, dan juga para 'aktor' yang terlibat," katanya, "akting tidak terlalu baik".

Ada tiga klip video, masing-masing berdurasi sekitar satu setengah menit, dan foto-foto cabul pasangan gay yang beredar.

Video-video tersebut memperlihatkan dua pria telanjang yang melakukan aksi intim di tempat tidur.

Dalam salah satu video, seorang laki-laki yang lebih muda berbaring telungkup, sementara yang lain memeluk dan menciumnya dari belakang.

Video tersebut membuat heboh Malaysia karena negara itu termasuk sangat ketat dan menentang pasangan sejenis.

Lokman Noor mengatakan bahwa polisi harus menyelidiki keaslian video itu dan mencari siapa orangnya, "Seseorang terlihat seperti seorang politisi. Saya tidak tahu siapa, tapi saya yakin Anda semua sudah tahu siapa yang mirip dia."

Polisi Malaysia Bukit Aman menyatakan sedang menyelidiki video sesama jenis yang diyakini direkam di kamar hotel di Sandakan itu, kata komisaris polisi Sabah, Datuk Omar Mammah.

"Bukit Aman sedang menanganinya," katanya.

Mahathir Mengaku Tak Tahu

Mahathir Mohamad mengaku tak tahu ada menterinya seorang gay

Dia juga menolak berkomentar lebih lanjut tentang masalah ini.

Di Putrajaya, Tun Dr Mahathir Mohamad mengatakan dia belum pernah mendengar tentang penyebaran klip video dan foto.

"Aku tidak tahu apa-apa. Aku baru saja mendengar (darimu), aku harus membacanya," katanya kepada wartawan.

"Jika Anda bersedia memberikan penjelasan kepada saya, itu akan baik," kata Mahathir dalam konferensi pers tentang Dewan Ekonomi.

Muhammad Haziq Abdul Aziz adalah anggota Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang dipimpin oleh Anwar Ibrahim yang juga pernah dilanda isu sodomi, beberapa tahun lalu.

Namun, sekretaris jenderal PKR Saifuddin Nasution membantah isu tersebut dan menuduh ada pihak yang hendak menjatuhkan reputasi PKR.

Partai itu dengan tegas menolak "segala bentuk permainan politik yang kotor".

"Gaya dan metode politik ini tidak membawa manfaat bagi masyarakat atau negara," kata Saifuddin, mendesak orang-orang untuk tidak menyebarkan video tersebut.

Sementara itu, aktivis hak LGBT Numan Afifi mengutuk Haziq yang mengaitkan homoseksualitas dan korupsi dalam video pengakuannya.

“Sangat menghina melihat skandal seks ini dikaitkan dengan penyebutan korupsi yang samar-samar --seolah-olah Anda adalah politisi yang korup, lalu Anda harus melakukan penyimpangan seksual',” katanya di halaman Facebook-nya.

Haziq Aziz

Pengamat politik Asia mengatakan bahwa penggunaan skandal seksual untuk menggoyahkan para pemimpin di Malaysia relatif biasa.

“Ini adalah taktik kotor yang terkenal, terutama di kalangan politisi Melayu. Jika pihak ingin melakukan kerusakan nyata, pastikan pria berhubungan seks dengan pria, karena itu lebih memberatkan secara budaya,"  kata analis James Chin dari University of Tasmania's Asia Institute kepada South China Morning Post.

Dulu, Malaysia sempat dihebohkan oleh kasus sodomi Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim yang membuatnya dipenjara oleh PM Mahathir Mohamad.

Bahkan di saat Najib Razak memerintah, video tersebut kembali diputar di pengadilan tahun 2013 dan Anwar ditahan kembali.

Anwar yang merupakan oposisi "berbahaya" di Malaysia membantah semua tuduhan dan kembali lagi untuk memenangkan Pemilu melalui PKR tahun 2018 bersama Mahathir.

Pada tahun 2018, seorang pria mengklaim bahwa ia memiliki bukti video tentang seorang pemimpin Pakatan Harapan Mohamad Sabu yang melakukan hubungan seksual dengan seorang wanita.

Namun, pria itu menghilang setelah Sabu yang kini menjabat Menteri Pertahanan mengancam akan melaporkan hal tersebut.

Pada tahun 2012, foto seorang pria yang juga berbuat mesum dengan sorang wanita juga beredar di media sosial dan seorang blogger pro-Umno menuduh itu adalah pemimpin PKR Azmin Ali.

Pada tahun 2008, sebuah DVD mantan politisi top Chua Soi Lek dengan seorang wanita yang lebih muda juga beredar luas sehingga ia kemudian mengundurkan diri.

Chua kemudian bangkit kembali untuk mendapatkan kembali kursi parlemennya di tahun 2010.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!