< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Polisi Melarang Aksi Demo Relawan di Depan Kediaman Prabowo

Harian Pijar
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar. (Foto:Google).

harianpijar.com, JAKARTA – Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Selatan melarang rencana aksi demo yang akan digelar oleh Jaringan Pemuda Penyelamat Konstituen Prabowo-Sandi, di depan kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar, pelarangan itu dilakukan karena lokasi tempat digelarnya aksi merupakan fasilitas pribadi.

“Bagaimanapun fasilitas pribadi itu dilarang jadi objek unjuk rasa, ini kan rumah, tidak boleh disini,” kata Indra Jafar saat dikonfirmasi, Senin 15 Juli 2019.

Sementara, menurut Ketua Koordinator Jaringan Pemuda Penyelamat Konstituen Prabowo-Sandi yang sekaligus koordinator dalam aksi demo tersebut, Fhais, menyatakan bahwa aksi ditunda hingga tiga hari ke depan. Pasalnya, untuk meminta izin aksi ke pihak kepolisian.

Namun, dijelaskan Indra, sebelum menggelar aksi demo, koordinator aksi memang wajib untuk memberitahukannya ke pihak kepolisian. Tetapi, menurut Indra, koordinator aksi juga mestinya memahami aturan-aturan soal penyelenggaraan aksi.

“Mereka harus tahu bahwa aturan-aturan khususnya yang menjadi objek unjuk rasa tidak dibenarkan di fasilitas-fasilitas pribadi, apalagi rumah seperti ini enggak boleh. Jadi, tentunya pasti dari pihak kepolisian tidak akan mengizinkan mereka melakukan ini,” jelas Indra.

Lebih lanjut, Indra menegaskan, meski begitu pihaknya akan tetap mengantisipasi aksi demo itu dengan menerjunkan sekitar 100 personel.

“Kalau mereka enggak datang mereka mengerti aturan yang sudah diatur. Tapi kalau tetap datang kita lakukan upaya negosiasi, kalau tetap maksa ya kita lakukan tindakan sesuai prosedur,” tegas Indra.

Sebelumnya, Jaringan Pemuda Penyelamat Konstituen Prabowo-Sandi menuntut pertanggungjawaban Prabowo atas meninggalnya sembilan orang dalam aksi 21-23 Mei.

Selain itu, kata mereka, para pendukung Prabowo-Sandi kecewa dengan sikap dan langkah yang diambil pimpinan Partai Gerindra itu terkait pertemuannya dengan Pesiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu 13 Juli 2019. Bahkan, mereka berharap Prabowo Subianto bertemu pendukungnya dan meminta maaf secara langsung atas pertemuan yang disebutnya sebagai ‘pengkhianatan’ itu. [elz/cnn]

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!

Komentar Teratas

Kunjungi app