< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Jadwal Gerhana Bulan Dinihari Nanti, Jangan Lupa Sholat Gerhana, Begini Niat dan Cara Sholat Gerhana

Tribun-pekanbaru
Jadwal Gerhana Bulan Dinihari Nanti, Jangan Lupa Sholat Gerhana, Begini Niat dan Cara Sholat Gerhana

Jadwal Gerhana Bulan Dinihari Nanti, Jangan Lupa Sholat Gerhana, Begini Niat dan Cara Sholat Gerhana

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kementerian Agama mengimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk melaksanakan sholat gerhana bulan atau yang disebut sholat Kusuf, Rabu (17/7/2016) dinihari.

Shalat gerhana memiliki keistimewaan dibanding dengan shalat sunnah sunnah lainnya. 

Dalam sholat gerhana, di setiap ruku’nya disunnahkan membaca tasbih berulang-ulang dan berlama-lama.

سُبْحَانِ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Tasbih berarti gerak yang dinamis seperti ketika bulan berotasi (berputar mengelilingi kutubnya) dan berevolusi (mengelilingi) bumi, bumi berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari. Namun pada saat terjadi gerhana, ada proses yang aneh dalam rotasi dan revolusi itu. Maka bertasbihlah! Maha Suci Allah, Yang Maha Agung!

Sholat Kusuf atau sholat gerhana bulan dilakukan dua rakaat dengan tata cara sebagai berikut:

1. Berniat di dalam hati

Niat melakukan sholat gerhana bulan  menjadi imam atau ma’mum.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِكُسُوْفِ الشَّمسِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى

{”Ushallii Sunnatal Kusuufis-Syamsi Imaaman/Makmuuman Lillahi Ta’alaa “}

Artinya : {” Aku niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Matahari sebagai imam/makmum karena Allah ta’ala “}

2. Takbiratul ihram

3. Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al-Fatihah dan membaca surat yang panjang dengan tidak dikeraskan suaranya.

4. Ruku’ sambil memanjangkannya;

5. Bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd’;

6. Setelah I’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat yang panjang (berdiri yang kedua lebih singkat dari pertama).

7. Ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya;

8. Bangkit dari ruku’ (i’tidal);

9. Sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;

10. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama (bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya);

11. Tasyahud;

12. Salam.

Bisa Dilihat Mata Telanjang

Fenomena alam akan kembali menyambangi langit Indonesia pada pekan ini.

Gerhana Bulan Sebagian akan melintas dan bisa dinikmati di wilayah Indonesia pada Rabu (17/7/2019) dini hari.

Ini adalah Gerhana Bulan Sebagian satu-satunya yang bisa disaksikan di Indonesia sepanjang tahun 2019.

Istimewanya, Gerhana Bulan Sebagian yang terjadi pada Rabu dini hari nanti dapat disaksikan dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.

Dikutip dari siaran pers yang dirilis BMKG, Gerhana Bulan merupakan peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan.

Peristiwa yang merupakan satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumu, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Pada Gerhana Bulan Sebagian, Bumi tidak seluruhnya menghalangi Bulan dari sinar Matahari.

Sementara sebagian permukaan Bulan yang lain berada di daerah penumbra.

Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan Bulan.

Masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dapat mengamati Gerhana Bulan Sebagian walau tidak seluruh proses Gerhana Bulan sebagian diamati.

Pasalnya, Bulan sudah terbenam dalam kondisi gerhana dan telah memasuki pagi hari.

Masih dari BMKG, untuk wilayah Indonesia barat, Gerhana Bulan sebagian dimulai lewat tengah malam hingga saat Matahari terbit.

Sementara untuk wilayah Indonesia tengah dan timur, Gerhana Bulan Sebagian dimulai jelang fajar.

Berikut waktu kejadian Gerhana Bulan Sebagian Rabu dini hari, 17 Juli 2019:

Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB)

Gerhana Mulai (P1): 01.42,1

Gerhana Sebagian mulai (U1): 03.01,3

Puncak Gerhana (Puncak): 04.30,8

Gerhana Sebagian berakhir (U4): 06.00,1

Gerhana berakhir (P4): 07.19,5

Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA)

Gerhana Mulai (P1): 02.42,1

Gerhana Sebagian mulai (U1): 04.01,3

Puncak Gerhana (Puncak): 05.30,8

Gerhana Sebagian berakhir (U4): 07.00,1

Gerhana berakhir (P4): 08.19,5

Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT)

Gerhana Mulai (P1): 03.42,1

Gerhana Sebagian mulai (U1): 05.01,3

Puncak Gerhana (Puncak): 06.30,8

Gerhana Sebagian berakhir (U4): 08.00,1

Gerhana berakhir (P4): 09.19,5

Dengan demikian, durasi Gerhana Bulan Sebagian dari fase Gerhana mulai (P1) ke Gerhana berakhir (P4) adalah 5 jam 37,4 menit.

Sementara dari fase Gerhana Sebagian mulai (U1) hingga Gerhana Sebagian berakhir (U4) berlangsung selama 2 jam 58,8 menit.

Sementara itu, berikut waktu Gerhana Bulan Sebagian Rabu yang dapat dilihat di Jakarta:

Gerhana Mulai (P1): 01.43

Gerhana Sebagian mulai (U1): 03.01

Puncak Gerhana (Puncak): 04.30

Gerhana Sebagian berakhir (U4): 05.59

Gerhana berakhir (P4): 07.17

Gerhana Bulan Sebagian pada 17 Juli besok, dapat diamati di bagian utara, tengah, dan tenggara Asia, serta Australia saat Bulan terbenam.

Keseluruhan proses gerhana dapat diamati dari bagian barat Asia, Samudera Hindia, sebagian besar Afrika, bagian timur Samudera Atlantik dan bagian tengah Eropa. 

Proses gerhana pada saat Bulan terbit dapat diamati di sebagian kecil bagian barat laut Afrika, bagian barat Samudera Atlantik, dan Amerika Selatan.

Adapun pengamat di Samudera Pasifik, bagian utara Amerika, bagian timur Samudra Pasifik, dan sebagian kecil
bagian timur Asia tidak dapat mengamati keseluruhan proses gerhana ini.

Jadi, sudah siap untuk berburu fenomena langit nan menakjubkan pada Rabu dini hari nanti?, Namun jangan lupa, sholat gerhana tentunya lebih penting. Anda bisa meraup amal ibadah seiring dengan fenomena alam itu. (Tribunnews.com/Sri Juliati)

* Jadwal Gerhana Bulan Dinihari Nanti, Jangan Lupa Sholat Gerhana, Begini Niat dan Cara Sholat Gerhana

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!