< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Kemeriahan Peringatan Hari BPR-BPRS

Pontianak Post

Dorong Transformasi Digital di Kalbar

PONTIANAK – Menjawab tantangan dan kebutuhan zaman, industri jasa keuangan seyogianya mampu menghadirkan layanan berbasis teknologi yang akan memudahkan para penggunanya. Tak terkecuali bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR), sebagai salah satu lembaga jasa keuangan. Teknologi finansial (Finansial Technology) menjadi peluang sekaligus tantangan bagi BPR dalam menjalankan roda bisnisnya. 

Hal inilah yang ditekankan oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat kegiatan Fun Walk Hari BPR-BPRS yang digelar di Halaman Gedung DPRD Kota Pontianak, Sabtu (13/7). "Seiring dengan pertumbuhan fintech (finansial technology) yang menawarkan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses produk keuangan, maka BPR semestinya harus jeli menangkap peluang ini," tutur Edi. 

Melalui penerapan layanan jasa keuangan berbasis teknologi digital ini, diharapkannya, akan semakin mendorong perekonomian masyarakat. Terutama, sebut dia, para pelaku bisnis untuk skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Menurut Edi, para pelaku UMKM adalah sasaran yang paling besar peluanganya untuk digaet olah BPR. "Apalagi pengajuan peminjaman dari  BPR tidaklah sulit," kata dia. 

Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Kalbar-Kalteng, Agus Subardi menilai, industri BPR-BPRS yang terus mengalami pertumbuhan. Hal ini bagi dia, telah menunjukkan bahwa jangkauan pelayanannya yang semakin luas, sehingga keberadaannya semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Walaupun tak dipungkiri dia, ada faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan industri ini, dan akan terus mengalami perubahan yang sangat cepat. Dimisalkan dia seperti perkembangan teknologi informasi, pertumbuhan lembaga-lembaga keuangan mikro baru, perubahan tingkat pendapatan masyarakat, perkembangan perekonomian, dan tuntutan pelayanan perbankan yang lebih baik dari masyarakat. "Sehingga BPR-BPRS dihadapkan dengan persaingan yang lebih kompetitif khususnya dalam melayani UMKM," kata dia. 

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat, Moch. Riezky F. Purnomo, berharap BPR-BPRS di provinsi ini dapat meningkatkan peran sertanya dalam pembangunan. Peran tersebut, menurut dia, tentu saja melalui peningkatan akses keuangan bagi masyarakat. "Kami berharap BPR-BPRS dapat meningkatkan perekonomian terutama yang menyasar sektor UMKM," kata dia. 

Untuk kecepatan dan kemudahan, dia menyarankan, diperlukan suatu terobosan teknologi pada layanan keuangan yang diberikan kepada para nasabahnya. "Teknologi, seperti mobile banking, ATM, juga perlu dihadirkan. Karena kalau tidak ada terobosan masyarakat akan kurang tertarik," tutur dia. 

Elly Yanti, ketua Panitia Kegiatan, berharap, melalui kegiatan fun walk ini, pengetahuan masyarakat tentang BPR semakin bertambah. Pihaknya ingin masyarakat tidak ragu untuk menabung atau mengajukan kredit ke BPR.

"BPR, seperti bank pada umumnya, dapat melayani masyarakat yang ingin menabung, serta yang membutuhkan kredit, baik itu kredit modal kerja, KPR, investasi, dan lain sebagainya. Bedanya (dengan bank umum) kita tidak keluarkan cek giro," pungkas Direktur Utama BPR Prima Multi Makmur itu. (sti)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!