< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Rebutan Kursi Panas Ketua MPR, Airlangga Hartarto Minta Jokowi, Cak Imin Sudah Direstui Maruf Amin

Tribun Jambi
Rebutan Kursi Panas Ketua MPR, Airlangga Hartarto Minta Jokowi, Cak Imin Sudah Direstui Maruf Amin

Rebutan Kursi Panas Ketua MPR, Airlangga Hartarto Minta Jokowi, Cak Imin Sudah Direstui Maruf Amin

TRIBUNJAMBI.COM - Lobi-lobian menuju kursi panas Ketua MPR dilakukan partai-partai pengusung Joko Widodo-Maruf Amin usai jadi Presiden RI terpilih.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Umum Partai Kebangkitan Muhaimin Iskandar sama-sama melobi Presiden Joko Widodo agar partainya mendapat jatah kursi ketua MPR.

Aksi lobi-lobi itu dilakukan dalam pertemuan dengan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Jokowi memang memanggil para ketua umum partai politik pendukungnya ke Istana sore ini. Satu per satu para ketua umum parpol bertemu empat mata dengan Jokowi.

Mereka mengucapkan selamat kepada Jokowi yang telah ditetapkan sebagai pemenang pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum.

Namun Ketum Golkar Hartarto mengakui bahwa ia juga turut mengungkapkan harapan ke Jokowi agar partainya bisa mendapat jatah kursi ketua MPR.

Harapan ini sebelumnya juga sudah disampaikan Airlangga saat Jokowi menghadiri buka puasa bersama Partai Golkar, dua hari lalu.

Airlangga Hartarto ditunjuk sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang baru menggantikan Setya Novanto melalui rapat pleno DPP Partai Golkar, Rabu (13/12/2017) malam.
Airlangga Hartarto ditunjuk sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang baru menggantikan Setya Novanto melalui rapat pleno DPP Partai Golkar, Rabu (13/12/2017) malam. ()

"Partai golkar sebagai pemenang kedua berharap bisa mendapatkan ketua MPR," kata Airlangga kepada wartawan usai pertemuan dengan Jokowi.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, posisi pimpinan DPR ditentukan berdasarkan perolehan suara.

Sementara itu, pimpinan MPR akan ditentukan dengan sistem paket.

Airlangga mengatakan, sebagai partai pemenang pemilu, PDI-P sudah dipastikan akan mendapat kursi ketua DPR.

Oleh karena itu Airlangga menilai wajar jika posisi ketua MPR diserahkan ke Golkar sebagai pemilik kursi terbanyak kedua setelah PDI-P. Menurut dia, pola seperti ini lazim terjadi.

Calon Presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) menggelar kampanye akbar di Lapangan Taman Bukit Gelanggang Kota Dumai, Riau.(26 Maret 2019). (Presidential Palace/Agus Suparto)
Calon Presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) menggelar kampanye akbar di Lapangan Taman Bukit Gelanggang Kota Dumai, Riau.(26 Maret 2019). (Presidential Palace/Agus Suparto) (Presidential Palace/Agus Suparto)

"Kita kan pola seperti dulu Pak Agung Laksono Golkar jadi ketua DPR, ketua MPR dari PDI-P, jadi pola semacam itu," kata dia.

Airlangga menyebut saat ini partainya sudah menyiapkan beberapa nama calon ketua MPR, namun ia enggan mengungkapkan para kandidatnya.

Sementara itu, Muhaimin yang bertemu Jokowi setelah Airlangga juga mengungkapkan keinginan agar partainya mendapat jatah ketua MPR.

Menurut Muhaimin, penentuan ketua MPR tak bisa hanya mempertimbangkan kursi terbanyak, namun harus dibahas bersama-sama dalam rapat koalisi.

"Berembuk lah, jadi nanti Golkar ngajuin siapa, PKB ngajuin siapa, yang lain ngajuin siapa, nanti kita tentu pada akhirnya kita bawa dalam rapat koalisi," kata Muhaimin.

Muhaimin menilai akan lebih baik jika kursi ketua DPR-MPR diisi oleh perpaduan nasionalis-islam.

Sama seperti saat ini, dimana Ketua DPR dijabat politisi Golkar Bambang Soesatyo dan Ketua MPR dijabat ketum PAN Zulkifli Hasan.

Muhaimin menyebut bahwa partainya masih menggodok beberapa nama untuk mengisi kursi ketua MPR. Nama Muhaimin sendiri masuk jadi salah satu kandidatnya.

"Saya cuman bilang saya siap perintah aja lah. Mau jadi ketua (MPR), mau jadi menteri, terserah. Sekarang pun saya jadi Wakil Ketua MPR, masa Wakil Ketua MPR lagi," ujarnya.

Muhaimin Dapat Restu Maruf Amin

Wakil Presiden terpilih KH Ma'ruf Amin mendukung Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muahimin Iskandar atau Cak Imin menjadi Ketua MPR periode 2019-2024.

Dukungan itu disampaikan Ma'ruf Amin saat Cak Imin datang ke kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2019).

Momen tersebut diunggah melalui kanal YouTube metrotvnews, Jumat (5/7/2019).

"Loh pasti dong, rahasia itu, rahasia. Iya," ujar Cak Imin membuat orang-orang tertawa.

Dukungan jadi Ketua MPR disampaikan Ma'ruf Amin saat Cak Imin datang ke kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2019).
Dukungan jadi Ketua MPR disampaikan Ma'ruf Amin saat Cak Imin datang ke kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2019). (YouTube metrotvnews)

"Ya kita mohon doa restunya agar sukses dalam lobi-lobi pimpinan MPR," kata Cak Imin akhirnya mau terbuka.

Soal alasannya ingin menjadi Ketua MPR, Cak Imin merasa pantas lantaran ia adalah perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) untuk menguatkan gairah Islam di Indonesia.

"Ya tentu Indonesia ini kan lagi kuatnya gairah Islam, nah gairah Islam itu harus dijembatani melalui penguatan empat pilar kebangsaan dan NU punya modal itu," terang Cak Imin.

"Empat pilar itu Pancasila, Undang-undang Dasar 45, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI," imbuhnya.

Sementara itu, Ma'ruf Amin ternyata mendukung keinginan Cak Imin, terlebih ia merupakan orang dekat sang kiai.

"Ya kami nanti bicarakan lah. Dengan presiden, dengan partai koalisi. Ya tentu bagi orang yang dekat dengan saya, saya dukung jadi Ketua MPR," kata Ma'ruf Amin.

Hingga saat ini, Ma'ruf Amin mengaku belum membahas soal pembagian kursi di pemerintahan, termasuk di kabinet kementerian.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Sabtu (6/7/2019), soal Pimpinan MPR diatur dalam Pasal 427 C Undang-undang Nomor 2 Tahun 2018.

Dalam UU tentang MPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) itu, Ketua MPR dipilih dalam sistem paket.

Fraksi partai politik di Senayan bermusyawarah untuk menentukan siapa yang diusulkan menjadi calon ketua serta empat wakil ketua MPR dalam sepaket.

Baru kemudian seluruh anggota MPR menggelar sidang untuk menentukan paket mana yang dipilih sebagai ketua dan wakil ketua.

Sebelum Cak Imin, ternyata Partai Golkar dan NasDem juga sudah menyatakan ingin mendapat kursi Ketua MPR.

Berikut video lengkapnya:

Tanggapan Cak Imin soal Masuknya Oposisi ke Koalisi

Cak Imin menyebut koalisi Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin saat ini sudah terlalu gemuk.

Maka dari itu, Cak Imin mengingatkan agar jika sampai oposisi yang sebelumnya mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyeberang ke koalisi, maka tidak akan mengurangi jatah kursi untuk PKB.

Hal tersebut disampaikan Cak Imin dalam wawancara unggahan kanal YouTube CNN Indonesia, Selasa (2/6/2019).

Cak Imin menyebut baiknya pihak oposisi tetap menjadi oposisi agar menjadi penyeimbang pemerintahan yang berkuasa.

Terlebih dalam koalisi Jokowi saat ini sudah mendominasi hingga 61 persen.

"Sebetulnya koalisi pendukung Pak Jokowi itu sudah kegemukan, 61 persen di parlemen. Nah nanti kan enggak ada check and balance," ujar Cak Imin.

Meski demikian, Cak Imin tidak melarang jika partai oposisi hendak bergabung demi rekonsiliasi, asalkan tidak mengurangi jatah untuk PKB.

"Tetapi kalau memang itu menjadi urgensi agar rekonsiliasi, agar kebersamaan ya yang penting jangan mengurangi jatah PKB deh," kata Cak Imin sambil tertawa.

Berikut video lengkapnya (menit ke-0.22):

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

IKUTI FANPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK:

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!

Komentar Teratas

Kunjungi app