< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Kantongi Suara Terbanyak di Pileg 2019, Puan Maharani Berpeluang Kuat Jadi Ketua DPR RI

Tribun Kaltim
Kantongi Suara Terbanyak di Pileg 2019, Puan Maharani Berpeluang Kuat Jadi Ketua DPR RI

TRIBUNKALTIM.CO - PDIP berjaya di Pemilu 2019 ini.

Partai yang dipimpin Megawati Soekarno Putri ini menjadi pemenang di Pileg 2019, dan Pilpres 2019.

Di Pilpres 2019, partai berlambang banteng moncong putih ini sukses mmendudukkan Joko Widodo atau Jokowi untuk periode kedua.

Kemenangan di Pileg 2019 dan Pilpres 2019 membuat PDIP leluasa menempatkan orang di posisi strategis pemerintahan.

Termasuk menentukan orangnya sebagai pimpinan DPR.

Nama Puan Maharani disebut jadi calon terkuat mengisi pos yang kini diduduki Bambang Soesatyo.

Apalagi, Puan Maharani dalam Pileg 2019 tahun ini, berhasil mendapat suara terbanyak nasional.

Wakil Sektetaris Jenderal (Wasekjen) DPP PDI-Perjuangan, Eriko Sotarduga mengaku secara formal belum ada pembahasan ke arah tersebut.

Namun, secara nonformal pembahasan itu sudah mulai dibicarakan.

Terutama di kalangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Menurutnya, pengurus di DPP sudah memiliki nama yang benar-benar diperhitungkan mengisi pos Ketua DPR RI.

"Untuk Ketua DPR memang sampai saat ini kami belum membicarakannya secara formil.

Tapi kalau secara nonformal dalam pembicaraan sesama DPP tentu kami benar-benar ada sosok yang memang sesuai dan tepat sekali untuk posisi tersebut," sebut Eriko di DPP PDI-Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019).

Hanya saja, mereka belum bisa membocorkan nama tersebut ke publik.

Sebelum memutuskan, para pimpinan di DPP akan lebih dulu membahasnya dalam rapat internal bersama Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

"Tapi tentunya itu adalah putusan ketua umum yang nanti dilakukan dalam rapat DPP," ungkap Eriko.

Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, bersama putrinya Puan Maharani, memberikan keterangan kepada wartawan, seusai melakukan syukuran ulang tahun partainya, di Kantor PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (10/1/2012). PDIP melangsungkan syukuran ulang tahunnya yang ke 39 dengan perayaan yang sederhana di Kantor DPP PDIP Jakarta.
Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, bersama putrinya Puan Maharani, memberikan keterangan kepada wartawan, seusai melakukan syukuran ulang tahun partainya, di Kantor PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (10/1/2012). PDIP melangsungkan syukuran ulang tahunnya yang ke 39 dengan perayaan yang sederhana di Kantor DPP PDIP Jakarta. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Sebelumnya diberitakan Puan Maharani mengakui dirinya adalah calon kuat untuk menjabat posisi tersebut.

Sebab, ia juga meraih suara terbanyak tingkat partainya sekaligus nasional.

"Proses pemilu yang lalu juga alhamdulillah saya bisa kemudian mendapatkan suara terbanyak nasional.

Ya mungkin bisa jadi salah satu calon yang kuat," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Meskipun mengakui sebagai calon kuat, ia tidak memungkiri adanya calon lain yang akan dicalonkan.

Menurutnya, nantinya posisi tersebut akan ditentukan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Baru salah satu calon yang kuat karena keputusannya akan diputuskan oleh ibu Ketum," terangnya.

Namun, Puan Maharani mengaku belum mengetahui nama calon kuat lainnya yang akan bersaing dengannya untuk menduduki kursi Ketua DPR RI.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu menuturkan masih menunggu pengumuman penetapan hasil Pemilu Legislatif.

"Belum tahu juga masih nunggu September," tandas Puan Maharani.

• Jelang Kongres ke V PDIP, Puan Maharani Akui Ada Faksi Lain yang Ingin Ganti Megawati

• Organisasi Relawan Usulkan Nama Jokowi dan Puan Maharani, Jika Megawati Soekarnoputri Ingin Pensiun

Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri (kanan) berbicara disaksikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri) dalam acara Bu Mega Bercerita di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (7/1/2019). Acara Bu Mega Bercerita tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT ke-46 PDI Perjuangan.
Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri (kanan) berbicara disaksikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri) dalam acara Bu Mega Bercerita di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (7/1/2019). Acara Bu Mega Bercerita tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT ke-46 PDI Perjuangan. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

 Bagi-bagi Jatah Menteri

Jatah kursi Menteri Jokowi, jadi perbincangan hangat setelah rampungnya proses Pilpres 2019.

Diketahui, KPU RI sudah menetapkan pasangan Presiden dan Wapres terpilih, yakni Jokowi-Maruf Amin.

Sejumlah partai koalisi pendukung Jokowi-Maruf di Pilpres 2019 pun seolah berebut jatah menteri.

PKB contohnya, yang mengajukan permintaan 10 kursi Menteri Jokowi.

Politikus PDIP Arteria Dahlan menanggapi santai soal PKB yang mengusulkan 10 nama masuk dalam kabinet Jokowi-Maruf.

Menurut Arteria hal itu masih sebatas usulan.

"Pada prinsipnya kan memang semua, saat ini kan masa-masa Pak Jokowi menampung aspirasi semua ketua umum mitra koalisi.

Tapi kita melihat, ya itu kan hanya sebatas usulan," ujar Arteria di Kompleks Parlemen, Senayan,Jakarta, Rabu, (3/7/2019).

Meskipun demikian menurut Arteria pembentukan kabinet merupakan hak preogatif presiden.

PKB usulkan nama kadernya menjadi menteri  Jokowi hanya usulan saja.

PDIP sendiri menyerahkan sepenuhnya postur kabinet kepada Jokowi.

"Apalagi PDIP kita tidak mau menambah beban, menambah pemikiran Pak Jokowi karena memang memilih ini bukan sesuatu hal yang mudah," tuturnya.

• Soal Rebutan Jatah Menteri di Partai Koalisi, Politisi PDIP: Tak elok Diungkap ke Publik

• Rekonsiliasi Terus Diupayakan, PDIP Tegaskan Arahnya Bukan Bagi-bagi Jabatan di Kabinet

• Safaruddin Buka Peluang Kader Muda PDIP Pimpin Partai di Daerah

Jokowi menurut Arteria telah menyampaikan kriteria orang-orangyang akan duduk di kabinetnya nanti.

Mulai dari harus mempunyai kemampuan manajerial hingga harus memiliki kemampuan eksekutorial.

"Nah ini semua menjadi panduan kita karena Pak Jokowi tegas mengatakan jangan dikotomikan lagi yang namanya politisi dan non politisi dan profesional.

Semuanya serahkan kepada pak Jokowi untuk melakukan penilaian itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Cak Imin mengusulkan 10 nama kepada Jokowi untuk dipertimbangkan menjadi menteri.

Hal tersebut diungkapkan Cak Imin saat dirinya mengajak seluruh pimpinan DPW PKB bersilahturahmi ke Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

"Saya enggak berani berharap tapi berdoa saja, usulin 10 minimal (kader PKB jadi menteri)," kata Cak Imin.

Politikus Partai Nasdem Teuku Taufiqulhadi menilai partainya sudah sepantasnya mengusulkan nama menteri lebih dari yang diusulkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Sebab, ia mengklaim partainya mendapatkan perolehan kursi di DPR lebih banyak dibanding partai pimpinan Cak Imin itu.

"Suara Nasdem kan lebih besar dari pada PKB di DPR, berdasarkan kursi, maka sepantasnya Nasdem mengusulkan 11 (nama menteri)," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Kendati demikian, menurutnya tak elok jika pembahasan komposisi menteri diungkap kepada publik.

Ia mengatakan komposisi menteri nantinya akan dibahas bersama Presiden Joko Widodo.

"Nanti dikomunikasikan saja saat rapat dengan Pak Presiden terpilih secara langsung Jadi engga perlu diungkapkan kepada publik," pungkas Anggota Komisi III DPR RI itu. (*)

Subscribe Official YouTube Channel:

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PDIP Sudah Siapkan Calon Ketua DPR RI 2019-2024, Puan Maharani?, http://www.tribunnews.com/nasional/2019/07/05/pdip-sudah-siapkan-calon-ketua-dpr-ri-2019-2024-puan-maharani?page=all.

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!

Komentar Teratas

Kunjungi app