< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Gara-gara Ulah Bocah Usia 11 Tahun Ini, Ratusan Penumpang Pesawat Dievakuasi

Tribun-medan
Gara-gara Ulah Bocah Usia 11 Tahun Ini, Ratusan Penumpang Pesawat Dievakuasi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi pesawat Vueling Airlines. 

TRIBUN-MEDAN.com-Para penumpang sebuah pesawat wisata tujuan Spanyol mendadak panik setelah ditemukannya sebuah surat ancaman bom di atas pesawat.

Petugas polisi dengan anjing pelacak segera dikerahkan untuk memeriksa seluruh sudut pesawat jet yang diparkir di landasan pacu di Canary Island, Fuerteventura itu.

Sebuah pesan ancaman yang menyebut adanya sebuah alat dengan kandungan senyawa peledak gliserin telah disembunyikan di atas pesawat milik maskapai Vueling Airlines itu ditandatangani oleh "teroris".

Namun setelah petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh, tidak ditemukan objek mencurigakan seperti yang tertulis dalam surat ancaman, yang ternyata dibuat oleh seorang anak berusia 11 tahun.

Petugas pun lantas menahan dan meminta keterangan anak yang tidak diungkapkan identitasnya itu, dengan didampingi oleh orangtuanya. Bocah itu mengaku menulis surat ancaman itu dan bermaksud membuat lelucon.

Insiden dramatis itu terjadi hanya berselang beberapa menit sebelum pesawat dengan tujuan bandara Santiago de Compostela, Spanyol itu lepas landas dan telah bersiap di landasan pacu bandara.

Kabar temua surat ancaman telah membuat para penumpang pesawat dievakuasi turun dari pesawat sebelum berlari di sepanjang landasan pacu, sementara petugas masuk ke dalam pesawat untuk melakukan pemeriksaan.

Setelah merampungkan proses pencarian dan memastikan tidak adanya benda berbahaya di dalam pesawat, petugas menyatakan jika ancaman tersebut adalah palsu.

Otoritas bandara AENA mengatakan bahwa bandara Fuerteventura tetap beroperasi secara normal selama dilakukannya pemeriksaan pesawat.

Menurut salah seorang penumpang, kepada Canarias7, mengatakan seorang penumpang menemukan pesan tersebut terselip pada bagian meja lipat.

Setelah temuan surat itu, pramugari melapor kepada pilot yang mengatakan protokol harus dipatuhi dan meminta seluruh penumpang untuk turun.

"Seluruh proses evakuasi berjalan dengan sangat baik, tidak sampai terjadi histeria," kata penumpang yang tidak ingin disebutkan identitasnya, seperti dikutip Mirror.

Tidak diketahui apakah bocah "teroris" itu akan ditahan atau dijatuhi tuntutan hukum.

Penerbangan akhirnya dapat diteruskan dengan pesawat tiba dengan selamat di bandara Santiago, Spanyol pada pukul 04.00 waktu setempat, Rabu (3/7/2019).(*)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!