< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Streamer Terkemuka Ini Kritik PUBG Secara Gamblang: Ini Game untuk Para Pengecut!

Grid.ID
Streamer Terkemuka Ini Kritik PUBG Secara Gamblang: Ini Game untuk Para Pengecut!

Streamer Terkemuka Ini Kritik PUBG Secara Gamblang: Ini Game untuk Para Pengecut!

Laporan Wartawan Grid.ID, Angriawan Cahyo Pawenang

Grid.ID - Streamer dan gamer di Twitch, Dr Disrespect sepertinya tidak terlalu senang saat kembali ke PUBG.

Dr Disresect adalah streamer game terkemuka dari Amerika yang sudah terkenal memainkan game berjenis Battle Royale.

Dalam siarannya di situs Twitch, dirinya mengungkapkan mengapa game tersebut bakal merosot popularitasnya.

Dr Disrespect saat itu kembali bermain PUBG setelah sekian lama dirinya tidak menyentuh game tersebut.

Dikutip dari Comicbook.com, pria tersebut menjelaskan permasalahan sistem game yang buruk.

PUBG menurutnya sangat minim aksi dan justru mengedepankan 'camping'.

Camping sendiri adalah istilah strategi menunggu lawan di suatu tempat strategis tanpa harus menyerang secara agresif.

Saat itu Dr Disrespect sedang bermain di peta Sanhok.

Dirinya terus-terusan ditembaki oleh pemain lawan yang menggunakan strategi camping.

"Game ini dibuat untuk para pengecut!" jelas Dr Disrespect.

"Ini (game PUBG) sangat buruk,"

"Hanya modal merangkak, sembunyi di semak, menunggu di kejauhan. Ini sebabnya PUBG sudah mulai ditinggalkan," jelasnya.

Jika untuk pasar Amerika, popularitas PUBG memang kian menurun.

Hal itu disebabkan munculnya beragam game serupa yang lebih populer.

Seperti Fortnite, Apex Legends, dan Call of Duty: Black Ops 4.

Namun apa yang dikatakan gamer tersebut tidak sepenuhnya benar.

PUBG sendiri masih digemari berbagai macam pemain di dunia.

Game keluaran perusahan Tencent tersebut bisa dinikmati di platform PS4, XBOX One, PC, dan Handphone.

PUBG justru kian populer dengan segala kontroversinya.

Terlebih lagi setelah adanya wacana terkait game ini akan diharamkan oleh Majelis Ulama Indonesia.

Hal tersebut karena adanya pemberitaan PUBG yang dikaitkan dengan teror penembakan Christchurch.

Dikutip dari TribunNews, Sekertaris Jenderal MUI, Anwar Abbas justru tidak mempermasalahkan game tersebut.

Anwar mengatakan permainan tersebut bisa dilarang kalau benar-benar mencelakakan orang lain.

“Pada dasarnya diperbolehkan, tapi kalau terbukti mencelakakan bisa dilarang," ungkap Anwar.

"Misal kalau main tembak-tembakan pakai ‘debok’ (batang) pisang ya tidak apa-apa, tapi kalau tembak-tembakan beneran bagaimana,” pungkasnya.

(*)

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!