< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Download Baca Plus dan menangkan hadiah!
closeDownload
share icon

Muhammadiyah Jalin Kerjasama dengan British Council dan Dubes Inggris

Tribun Timur
Muhammadiyah Jalin Kerjasama dengan British Council dan Dubes Inggris

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --  Lewat English for Indonesia, Pengurus Pusat Muhammadiyah bekerjasama dengan British Council dan Kedutaan Besar Inggris untuk meningkatkan kemampuan ber- Bahasa Inggris untuk Guru Muhammadiyah.

Program pelatihan yang diprakarsai oleh British Council dan Kedutaan Besar Inggris di laksanakan di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan ( LPMP), Rabu (27/02/2019.

Peserta yang hadir sekitar 30 orang dari berbagai daerah. Diantaranya ada 2 dari Sulteng, 2 dari Gorontalo, dan 26 orang dari Sulawesi Selatan.

Makassar merupakan kota pertama yang mewakili Indonesia Timur dan selanjutnya digelar di Surabaya dan Jakarta.

Pada pelatihan pertama di Makassar ini, telah diluncurkan juga integrasi dari  materi belajar online British Council.

Dengan integrasi ini, maka guru  guru yang menggunakan EduMu akan memiliki akses ke materi belajar online yang sudah dipersiapkan British Council, sebagai salah satu ahli terbaik di bidang pengajaran bahasa inggris.

Menurut Direktur British Council Indonesia, Paul Smith, tujuan program ini dilaksanakan untuk membantu meningkatkan kemampuan bahasa inggris para guru guru Muhammadiyah, sekaligus membantu para guru untuk mengembangkan teknik serta materi belajar yang interaktif untuk para murid.

"Diluncurkannya English for Indonesia dilandaskan oleh visi dan misi kami untuk menemukan cara-cara inovatif dan kreatif dalam memberikan sumber belajar dan pengajaran bahasa Inggris terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Paul Smith.

Kerjasama dengan Muhammadiyah dipilih, karena Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan dan sosial di Indonesia memiliki sejarah panjang  dalam peningkatan akses dan kualitas pendidikan.

"Untuk itu, kami dengan bangga bermitra dengan Muhammadiyah melalui program peningkatan kapasitas berbahasa Inggris untuk guru," sebutnya.

Materi belajar online British Council ini, disebut sebagai bagian dari English for Indonesia, didesain 
untuk melengkapi proses belajar bahasa inggris untuk semua tingkat belajar.

Melalui empat situs web yaitu: LearnEnglish Kids (untuk anak-anak beserta orang tua), LearnEnglish 
Teens (untuk remaja), LearnEnglish (untuk professional dan mahasiswa), serta  TeachingEnglish untuk guru yang berisi materi pendukung pengajaran dan pengembangan 
pedagogik.

Program peningkatan kapasitas ini terdiri atas tiga Training of Trainers (ToT) secara langsung yang akan dilaksanakan di Jakarta, Surabaya dan Makassar.

Bisa melalui pelatihan tatap muka dan online dengan pelatih berpengalaman dari British Council – sebagai 
organisasi internasional terkemuka belajar mengajar bahasa inggris.

Para guru akan mempelajari banyak strategi, metode dan materi belajar mengajar bahasa inggris yang 
kreatif, interaktif dan up-to-date.

"Kami berharap rangkaian pelatihan offline dan online ini dapat membantu para guru untuk menemukan proses belajar mengajar yang lebih kreatif dan interaktif," sebutnya.

"Serta membantu memotivasi siswa ketika belajar bahasa inggris sehingga dapat meningkakan kesempatan kerja serta kesempatan untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang terbaik bagi mereka.” lanjutnya.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Moazzam Malik, mengatakan salah satu ketrampilan penting di abad 21 adalah kemampuan untuk menguasai bahasa inggris secara efektif.

Meningkatkan kemampuan bahasa inggris akan membantu seseorang untuk mendaftar pekerjaan, meningkatkan gaji serta meningkatkan standar hidup.

"Kemampuan bahasa inggris akan memungkinkan pertumbuhan ekonomi melalui  perdagangan global dan tentu saja bahasa inggris merupakan bahasa resmi Masyarakat Ekonomi ASEAN dan hampir seluruh organisasi internasional, termasuk G20," tuturnya.

Bahasa inggris disebutkan bahasa yang digunakan di di perguruan tinggi dan penelitan 95 dari 100 universitas terbaik di dunia menggunakan bahasa inggris.

"Meningkatkan kemampuan bahasa inggris masyarakat sangat penting untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain  ekonomi dan politik berpengaruh di dunia. Sebagai salah satu organisasi islam terbesar, 
Muhammadiyah mampu memainkan peran kunci dalam membantu Indonesia meraih potensi potensi ini,”tuturnya.

Sekretaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah,  H.R Alpha Amirrachman menyebutkan, Muhammadiyah dan British Council sudah menjalin kemitraan yang cukup lama. pelatihan bahasa inggris untuk guru-guru sekolah dan madrasah Muhammadiyah  di Makasar  merupakan salah satu wujud kepedulian meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

"Muhammadiyah memiliki kepedulian di bidang pendidikan dan dibuktikan dengan pendirian sekolah dan madrasah di seluruh tanah air bahkan sudah dimulai sebelum republik ini berdiri, demikian juga British 
Council memiliki kepedulian yang sama di bidang pendidikan," ujarnya.

Dikatakan penguasaan bahasa inggris merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan di era globalisasi dan menghadapi Revolusi Industri 4.0. Di mana Keterampilan Abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi dan komunikasi semuanya membutuhkan penguasaan bahasa Inggris yang mumpuni.

"Kami mendorong agar guru-guru sekolah dan madrasah Muhammadiyah betul-betul 
memanfaatkan kesempatan ini agar nantinya dipraktikkan di sekolah masing-masing, untuk 
mendorong siswa-siswa kita agar semakin menguasai Bahasa Inggris. Salah satunya melalui 
Edukasi Digital Muhammadiyah (EduMu)," paparnya.

Tantangan dunia kerja ke depan akan sangat kompetitif, karena itu penguasaan bahasa Inggris menjadi penting agar siswa menjadi lebih percaya diri ketika berinteraksi dengan masyarakat yang lebih luas baik di tingkat nasional maupun global.

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

 

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

A

LIHAT SUMBER DOWNLOAD BACA PLUS, ADA HADIAHNYA!